Showing posts with label Surabaya. Show all posts
Showing posts with label Surabaya. Show all posts

Wednesday, September 17, 2014

Menikmati Kuliner British di Stilrod Cafe Surabaya

Rutinitas kerja setiap hari kadang membuat hidup ini terasa jemu dan membosankan. Hidup hanya berkutat di rumah, jalan dan kantor. Perlu suasana berbeda. Sesekali enggak ada salahnya kongkow atau nongkrong bareng teman. Kalau aku, sendirian pun jadi. Asal tempat kongkownya menyediakan wifi gratis dan makanan enak serta didukung suasana yang nyaman, betah deh berlama-lama sendirian. Kemana? Ke London dong, hehehe.
Stilrod, The British Cafe in Surabaya
Entak kenapa London itu identik dengan suatu kenyamanan. Image vintage yang terbangun dari kota ini menginspirasi sebuah cafe di Surabaya menciptakan suasana London di cafe tersebut. Yup, enggak perlu jauh-jauh terbang 12k+ kilo meter untuk mendapatkan suasana vintagenya London, di Stilrod Cafe aku bisa menikmati aroma London yang menguar mulai dari pintu masuknya.

Saat pertama kali masuk, takjub dengan cafe ini. Arealnya luas, terdapat beberapa pilihan tempat bagi mates yang datang ke sini. Oh iya, mates itu sebutan bagi costomer Stilrod cafe loh, unik ya. Para mates bisa menyesuaikan, bila mengajak keluarga bisa ngariung bareng di gazebonya, atau discus dengan teman bisnis di sofa seat, makan malam romantis di dining room dengan pasangan, atau berkelakar seru dengan teman nongkrong di areal terbuka hyde park sembari menikmati angin malamnya Surabaya, atau malah barbequean di Hyde Park, juga bisa. Areal taman yang luas membuat Hyde Park ini disewakan juga oleh pemiliknya untuk acara-acara khusus, seperti birthday party atau mungkin sekedar barbequean bersama teman dan keluarga.
View jendela dining room seperti viewnya jendela kereta api di London
Aku paling suka dining roomnya, ada beberapa seat dengan pilihan sofa atau santai dengan view seperti jendela kereta api kuno. Yup, seperti tema bangunannya, vintage industrial, Stilrod cafe banyak menggunakan woodie interior dilengkapi dengan koleksi barang-barang ikonnya London. Seperti mobil terbang Ron dalam film fantasi Inggris Harry Potter, juga telephone box warna merah khas dari London.

Begitu aku mendekat, mereka langsung mengajakku foto, sepertinya tahu sebagaiaman aku suka bergaya depan kamera. Dan ini free, para mates diperbolehkan berfoto ria. Kecuali untuk foto konsep, seperti prewedding, Stilrod menyewakan barang-barang khas London sesuai kebutuhan. Selain yang dipajang di cafe, ada juga taxi khas London. Tarif sewanya bisa by request disesuai dengan budget calon pengantin. Duh, jadi pengen prewed lagi yak.
Diajakin foto sama telephone box hihihi
Diajakin foto sama mobilnya Ron :p










Aku sendiri juga heran, kenapa nama cafenya aneh banget. Jauh dari nama-nama makanan atau yang berbau kuliner. Memang sejak awal, aku sudah menduga cafe ini memiliki konsep anti mainstream. Kalau dari spellingnya, Stilrod berasal dari bahasa Inggris, Still "masih" dan Road "jalan". Stilrod memang masih berada di jalan-jalan strategis Surabaya.

Cafe dengan tema authentic London ini terletak di pusat bisnis Surabaya. Diapit oleh banyak kantor perbankan yang beroperasi di sekitarnya. Juga kawasan wisata dan hang out seperti Taman Bungkul, sehingga mudah dijangkau dengan berbagai kendaraan.

Tidak sulit untuk menemukan cafe yang beralamat di Jalan Juwono 2 ini. Dari arah Surabaya pusat, setelah Taman Bungkul Surabaya. Sementara kalau dari arah Surabaya Selatan memang harus putar balik di depan Taman Bungkul tersebut, sekitar 100 meter atau 3 menit jalan kaki dari Taman Bungkul. Kalau naik mobil atau motor, "sak wussan ae" kata orang Surabaya.
Mau kemana? Ke London 12k+ km lagi
Ternyata penamaan Stilrod cafe memang tidak jauh dari Hobby pemiliknya, Ibu Adis Rajasa. Bisa dibilang Ibu Adis seorang cycleholic. Beliau memiliki hoby bersepeda bersama teman-temannya. Dan kegiatan bersepedanya selalu diakhiri dengan kongkow di cafe. Sehingga cycle shop yang beliau kelola sejak November 2012 disulap menjadi Stilrod Cafe.

Untuk mempertahankan kekhasan dari hobynya, Ibu Adis menambahkan dengan beberapa ornamen khas jalanan seperti mobil dan motor jadul, tetap ditata sedemikian rupa untuk menambah kesan vintage. Cafe inipun membawa bayanganku pada sosok Bu Adis Sendiri, benar-benar mewakili sosok Bu Adis dalam bentuk cafe. Young, Stylish and fashionable, Affdorable and Friendly seperti young eksekutif.
Sosok bu Adis Rajasa diambil dari Instagramnya @adisrajasa
Seperti mottonya, experience you'll bloody love, Stilrod cafe memang menawarkan kesukaan bagi setiap orang. Bukan hanya suasananya, tetapi juga makanan-makanannya. Ini yang bikin betah, makanan yang disajikan enak-enak. Apalagi sejak bulan September 2014 ini, Stilrod yang memang melakukan pembaharuan pada beberapa sudut cafe, juga melucurkan menu baru. Salah satunya yang menjadi juara adalah Scocth Egg. Saat makan di sini bersama 9 blogger lain, Scocth Egg mendapat nilai lebih, selain porsinya yang pas juga bikin nagih. Berikut beberapa menu andalan dari Stilrod Cafe yang wajib di coba
Scocth Egg, olahan khas Stilrod Cafe 
Scocth Egg
4 potong olahan telur rebus dibalut dengan daging asap dan diberi sentuhan saos khas dari Chef Stilrod Cafe. Scocth Egg merupakan menu baru sejak 1 September di Cafe Stilrod. Penampakannya begitu menggoda. Kalau aku makannya di cocol pakai sambal, tetap walaupun makan makanan London, lidah tetap asli Suroboyo, suka pedas, hehehe.

Bangers and Mash cocok buat menu makan malam
Bangers and Mash
Ke cafe British enggak lengkap tanpa mencoba salah satu makanan traditionalnya Inggris, Bangers and Mash. Terdiring dari 3 potong daging sautéed chicken, veal and beef gourmet sausage diatas kentang tumbuk. Bisa dibilang ini makanan berat atau main course. Kalau orang Indonesia makan nasi, orang British nasinya diganti dengan kentang tumbuk. Ditambah dengan saus lada hitam olahan chef Stilrod membuat lengkap sajian ini. Tetap, lidah cabainya Surabaya enggak bisa diganti dengan lada, makan ini juga dicocolin ke sambel lebih yahut lagi, hihihi.
Stilrod British Pizza
Stilrod British Pizza
Pizza ini lain daripada Pizza yang aku makan di restoran Pizza. Kulit pizzanya tidak memakai roti melainkan adonan tepung yang dibuat crunchy. Lebih enak juga, isi pizzanya antara lain tomato concasse, smoked beef, grill chicken, sauté slice onion, mushroom, cheddar dan mozzarella. Bahkan aku makan lebih dari satu potong pizaa. Hihihi
Cream Brulee khas Stilrod Cafe
Cream Brulee
Ini dessert favoritku di Stilrod Cafe. Meskipun ini merupakan menu khas Italia, Cream Brulee juga menjadi menu andalan dari Stilrod Cafe. Lain dari cream brulee biasanya yang toppingnya berwarna kecokelatan. Lembut creamnya lumer di lidah, ditambah dengan kacang almond dengan rasa manis yang pas khas Stilrod.
Union Jack Mocktail
Tropical Splash


Tropical Spalsh and Union Jack Mocktail
Bisa dibilang dua minuman ini termasuk minuman segar yang melegakan. Ibaratnya paling pas diminum saat dahaga. Cocok bagi kalian yang ingin keluar dari kepenatan rutinitas kerja seharian dengan menikmati kesegaran Mocktail ala Stilrod.

Tropical splash adalah perpaduan antara juice mangga dan nanas dengan jeruk. Sementara Union Jack adalah special mocktailnya British. Tenang meskipun special british tetap aman, dalam membuat mocktail Stilrod memakai soda bukan cocktail ya, hihi. Mocktail Stilrod lainnya, London Eye, Summer Sunset dan Bloodstock.
Halthy Drink, Kiwi Fruit Juice
Healthy Drink Kiwi Juice
Cocok banget nih bagi yang sedang diet sehat. Healthy drink Stilrod memang dalam bentuk juice buah-buahan. Ada jus strawberry, dragon fruit, lime, guava dan kiwi seperti foto di atas. Selain sehat karena penggunaan buah-buahan yang segar dan alami, healthy drink ini tidak menggunakan gula baik sirup maupun gula biasa, tetapi menggunakan madu asli.

Untuk meningkatkan trust mates, awalnya healthy drink ini disajikan terpisah antata juice dengan madu. Namun ternyata membuat mates kesulitan mixing, juicepun disajikan sudah mix dengan madunya.
O Coffee Frappe
For Coffee Lover
Bagi yang suka nongkrong, ragam pilihan coffee menjadi teman yang tepat. Mulai dari original coffee, espresso sampai sajian coffee frappe.

Original coffee disajikan dalam dua metode pembuatan, menggunakan French Press atau Brewed with Syphon, yaitu sebuah alat untuk menghasilkan suguhan kopi dengan kenikmatan berbeda. Hmm... Kalau aku ngajak suami ke sini bisa betah gak pulang-pulang.
Model Stilrod wanna be hihi
Dan terakhir yang menjadi penilaian sebuah cafe adalah kebersihan. Dari yang paling bisa dilihat adalah bagaimana kebersihan wastafel dan toiletnya. Semua terjaga dan terkondisi dengan baik. Meskipun berkonsep vintage dengan segala sesuatu yang kuno, tetap toiletnya berkonsep modern cleaning yang memudahkan para mates. So, suatu saat bakal balik lagi deh ke sini bareng suami.

Eh iya, jangan lupa mampir ke cafe shop Stilrod tepat satu area dengan cafenya. Menjual segala pernak pernik atau merchandise dan clothing khas dari negara ratu Elisabeth, British. Lumayan daripada harus ke London dulu yak.

Wednesday, July 23, 2014

Piknik Iftar di Masjid Agung Surabaya

Suasana di pelataran timur masjid
Sudah menjadi tradisi tahunan, di Masjid Al Akbar Surabaya menyelenggarakan kegiatan Ramadhan. Mulai dari ngabuburit dengan suguhan tausiyah ustadz dan ustdzah, sampai dengan bazar Ramadhan dan lomba-lomba Ramadhan. Ini yang menjadi magnet orang berbondong-bondong ke Masjid yang biasa di kenal dengan Masjid Agung Surabaya, pada malam-malam Ramadhan.

Satu hal yang luput dari pengamatanku selama ini, rupanya Masjid Agung juga menjadi sarana piknik iftar bagi beberapa orang beserta keluarganya. Biasanya, usai sholat aku yang ditunggu suami, sehingga ketika mendapati suami langsung capcus ke bazar tak memperhatikan sekitar. Sore itu usai maghrib justru aku yang menunggu suami.

Sambil duduk-duduk di tangga pelataran masjid aku mengedarkan pandangan diantara banyaknya orang yang melakukan hal sama. Mereka bukan hanya duduk-duduk saja, nampak di tengah lingkaran duduknya mengahadap makanan buka puasa. Ada yang makanan bungkus dan ada yang makanan rantangan. Nampak kesengajaan membawa bekal dari rumah.

Memang pengunjung Masjid bukan hanya pengendara motoran seperti kami, banyak mobil-mobil berjejer parkir di pelataran masjid. Mereka datang berkeluarga untuk melakukan ibadah sekaligus buka puasa bersama keluarga. Sungguh sebuah kebersamaan yang indah. Seperti halnya piknik keluarga, iftar menjadi moment kebersamaan. Ditambah dengan mempersiapkan bekal sendiri dari rumah menjadikannya lebih spesial, piknik iftar keluarga. Apalagi ada sarana shopingnya lho di depan masjid. Lengkap deh suasana piknik religinya, buka puasa bersama, sholat berjamaah, taraweh bersama hingga ditutup dengan shoping belanja lebaran. Sepertinya seru ya.

Ada yang tertarik melakukan piknik iftar di Masjid Agung Surabaya?

Saturday, April 26, 2014

Sensasi Pedas ala Mie Akhirat Taman Bungkul Surabaya

Muka lapar (no acting) hahaha
Salah satu warung makan yang menawarkan sensasi pedas di Surabaya adalah Mie Akhirat. Warung makan yang terletak di sebelah tenggara Taman Bungkul ini, lumayan ekstrim namanya. Kalau dari pengamatan, nama ini juga menjadi tema dari menu-menu yang ditawarkan. Dengan bahan dasar mie, Mie Akhirat membagi dalam dua penyajian, ala surga dengan menggunakan Mie seperti pada umumnya, sementara penyajian ala neraka menggunakan Mie berwarna hitam seperti kelamnya neraka. Semua bahan mie olahan tangan, bukan mie pabrik.

Menunya sendiri beragam. Tercatat 14 varian menu Mie. Ada mie original surga dan neraka, mie ramen surga dan neraka, mie goreng api neraka dan surga, nasi goreng api surga dan neraka, mie daun surga, mie blackpepper dan sebagainya.

Aku sendiri saat ke sana bareng temenku Annisa dipesenin mie ramen. Hihi ketahuan kalau ditraktir yak. Seumur-umur cuma dengar dan lihat doang mie yang katanya dari Korea tersebut. Baru pertama makan, itupun dengan level kepedasan tingkat 1 sementara Annisa memilih level 3.

Sebelum menyantap sensasi mienya. Menu pembukanya kami mendapat gratis satu sup ceker. Meskipun cekernya cuma satu tanpa level, lumayan pedas untuk perkenalan dengan lidahku.

Tapi untuk menu utamanya, beuh, meskipun masih level lantai dasar, pedasnya gila banget. Mestinya aku bisa ngukur minta kepedasan yang wajar tanpa level-levelan. Dalam daftar menu sudah ada penjelasan setiap tahap level kepedasannya setara dengan 5 cabe. Level satu yang berarti 5 cabe saja aku sudah tak tahan, mieku tersisa banyak. Sementara Annisa level tiga berarti 15 cabe, bisa habis tak bersisa. Keren deh Annisa.

Mie semangkok enggak cukup dengan es jeruk segelas. Kurang dab! Aku yang makan cuma separoh, masih perlu diguyur lagi dengan air dingin sebotol baru padam pedasnya. Jadi kenyang deh. Kenyang air maksudnya.

Kalau ditawari masih mau mencoba Mie Akhirat lagi? Masih. Lha wong kapok, kapok lombok. Hihihi... Ini kali ya yang membuat warung pedas laris manis. Mau mencoba?
Sup ceker gratis
Mie ramenku level 1
Keringat jagungnya mulai keluar
Minum lagi... Minum lagiii... Keringatnya makin banyak
Pemandu sorak nyemangatin Annisa
Level 3 kandas... Level 1 keok
Muka kepedesan


Saturday, April 19, 2014

Varian Soto Ayam Ala Warung Pak Dhe

Selfie dulu sebelum makan
Aku mulai ketularan suamiku enggak biasa sarapan. Tetapi pas jalan setiap ngelihat gerobak soto bawaannya mau mampir mulu. Kayaknya yang enggak biasa bukan sarapannya tapi masaknya. Ya kali aku masak buat makan sendiri. Hihihi

Termasuk kala itu waktu berangkat ke acara Bincang Blog di Radio Suara Muslim Surabaya bareng Pakdhe dan Mbak Yuni emang sengaja dipagiin supaya enggak ketoyor-toyor waktu. Alhasil berasa punya waktu lebih untuk mampir sarapan soto. Berhubung Pakdhe sudah memanggil-manggil, panggilan alam dari perutku enggak kugubris. Eh, pucuk dicinta sotopun tiba, usai on air Pakdhe ngajakin (baca: nraktir) ke warung soto Pakdhe. Aku agak curiga jangan-jangan ini warungnya Pakdhe. Tapi, eh bukan sodara-sodara. Hehehe.

Warung Soto dan Sop Ayam Pak Dhe

Dari penampakannya, Warung Pakdhe yang terletak di belakang Universitas Widya Mandala Surabaya ini memang besar, bersih dan meja-mejanya tertata rapi. Bukan seperti warung soto biasanya, tak ada penampakan gerobak soto yang khas dengan centelan-centelan ayamnya. Dikondisikan dengan konsep warungnya yang lebih ke sop ayamnya. Jika soto umum lebih pekat dan kuat bumbunya, di Warung Pakde kuah sotonya bening. Oleh karena itu namanya Warung Soto dan Sop Ayam.

Meskipun, sopnya hanya terdiri dari daging ayam tetapi varian menu dari Warung Pakde ini banyak juga lho. Dengan kuah yang sama pengelola hanya mengotak-atik varian menunya dari bagian-bagian daging ayam. Yap, yang membedakan hanyalah isi atau dagingnya. Misal, Sop Dada, Sop Sayap, Sop Leher, Sop Ati Ampela, Sop Kepala, Sop Kulit dan sebagainya. Sehingga pembeli tak perlu mikir rasa, tentu dalam kuah yang sama rasanya juga sama, hanya memilih mau bagian daging ayam yang mana?

Seperti menu yang kami pesan, Pakdhe memesan Soto/sop Biasa, aku pesan Sop Sayap, sementara Mbak Yuni pesan Sop Burit (telur muda). Semua rasanya sama hanya beda dari isi kuahnya.

Kalau dari sisi penjualnya varian menu seperti ini sangat memudahkan dalam sekali masak, tidak ribet, tak banyak bahan dan tenaga terbuang. Tetapi dari segi pembeli, sama saja tak ada pilihan menu lainnya. Sangat membosankan. Dan bisa jadi juga merugikan, karena pembeli tak bisa memesan menu lebih terpentok rasa yang semuanya sama. Mungkin nilai lebihnya pembeli bisa mengatur kadar kolesterol dengan memilih bagian daging yang sesuai dengan anjuran kesehatannya.

Tetapi ada yang kurang sreg ketika abis makan aku ingin buang air kecil. Udah gak tahan karena sejak di Radio nahan pipis di ruang siaran yang ber-AC. Pas masuk kamar mandinya, enggak seperti penampakan warungnya yang bersih. Bahkan sempet aku lihat hewan keciiiil banget yang mungkin enggak kasat mata, karena bergerak di air jadi terlihat olehku. Mirip cacing pita mungkin. Buru-buru deh aku keluar enggak jadi kencing.
Tanya-tanya dulu sebelum pesan

Nasi putih 1000an bonus bawang goreng

Pesenenku Sop Sayap Ayam
Dari penilaianku :
  1. Kebersihan oke minus kamar mandinya jorok banget. Nilai C aja deh
  2. Rasa standart dapat nilai B (minus) karena masih enakan soto gerobak.
  3. Harga lumayan diatas standart dikit dari yang lain mungkin karena tempat.
  4. Layanan ramah dapat nilai B (plus).

Saturday, April 05, 2014

Bicara Blog Di Suara Muslim 93,8 FM

Me, Mbak Riri (penyiar), Mbak Yuni, dan Pakde Cholik
On air di  Suara Muslim memang bukan pertama kalinya bagiku. Beberapa kali diundang untuk berbincang kepenulisan. Pernah sendiri dan rame-rame. Tapi Kamis kemarin 03 April 2014 untuk pertama kalinya diundang untuk bicara blog atau lebih tepatnya income dari ngeblog.

Nyadar kemampuan blogku masih minim. Aku mengajak Pakde Cholik. Karena studio maksimum bisa untuk 3 orang, aku ngajak seorang lagi. Dan kepikiran Mbak Yuniari Nukti. Pas tanya Pakde juga ngusulin Mbak Yuni. Langsung kontak via Whats App. Alhamdulillah bisa. Kami janjian ketemu langsung di TKP studio Suara Muslim Surabaya jln. Dinoyo 57 Surabaya. Untuk ancer-ancernya tepat di depan kampus Widya Mandala. Satu area dengan Griya Qur'an, Sham FM di gedung belakangnya.

Oiya, just information. Radio Suara Muslim Surabaya (SMS) ini lebih dikenal dengan Radio Sham FM dari pada SMS FM. Dikarena pengelola radio Suara Muslim adalah PT. Radio Shamsindo Indonusa. Tetapi untuk menyebut pendengarnya dengan Mitra Muslim atau Suara Muslim dengan slogan Radionya; mencerahkan, menyejukkan dan menyatukan.

Radio Sham FM mengudara sejak 30 April 2008 pada frekuensi 93.8 FM dengan coverage area Gerbang Kertosusilo (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan). Sementara untuk yang di luar area tersebut bisa melalui streaming di www.suaramuslim.net atau bisa juga via android. Melalui aplikasi yang harus di download dulu via App Store atau Google Store dengan kata kunci "Suara Muslim".

Bisa ditebak yang sampai duluan di studio Sham FM adalah pakde baru kemudian aku dan Mbak Yuni.

Saat itu kami siaran bareng Mbak Riri. Oleh Pakde Mbak Riri dipanggil Jeng Riri, seperti biasanya panggilan khas dari Pakde. Hehe. Ini baru pertama dipandu Mbak Riri. Sebelumnya aku pernah siaran dipandu oleh penyiar Sham FM lainnya seperti Mbak Aisyah, Mbak Dina, Pak Kohar, dan Mas satunya lupa aku. Hihi pikun. Padahal kemarin sudah di kasih tahu Mbak Diyah Yamani sang produser, Mas Sabri atau Basri gitu. Ah, lupa deh.

Menurutku siaran kemarin bareng Mbak Riri adalah yang paling seru dari siaran-siaran sebelumnya. Lebih enjoy. Entah karena sudah terbiasa siaran atau emang ada Pakde yang membuat suasana santai dan rileks. Tau sendiri kalau ada Pakde es yang tadinya beku bisa mencair, hihihi. Bisa bebas bicara.

Tetapi ada yang bikin kurang karena terjadi insiden sms trouble. Bagi pengguna indosat, termasuk aku, ngerasain sejak subuh enggak bisa kirim Whats App laporan Odoj. Kepending terus termasuk sms dari Pakde baru terkirim siang. Nah, termasuk sms centernya Sham FM memakai provider indosat. Jadinya sms tanya jawab dari pendengar Sham FM susah masuk. Cuma beberapa dari provider lain dan telepon interaktif.

Obrolanpun masih seputar blog. Bagaimana memulai menulis blog sampai bagaimana blog yang bisa menghasilkan duit.

Untuk memulai menjadi blogger memang harus dimulai dengan membuat blog. Menurutku membuat blog enggak susah-susah amat. Bukan berarti aku sombong dan sudah bisa. Bagi yang gaptek pasti susah sekali. Dan lebih susah lagi jika aku yang menjelaskan melalui ngomong di radio. Mengajari membuat blog harus ada medianya minimal dibimbing. Nah supaya pendengar enggak bingung ketika ada yang bertanya bagaimana cara membuat blog, aku menyarankan untuk googling.

Ya siapa sih yang meragukan kemampuan Mbah Google. Serba tahu bahkan Mbah Google kadang sok tahu hehehe. Seperti yang aku dulu alami mengawali blog ini juga dengan googling dengan menggunakan beberapa kata kunci berikut ini:

Misalnya, bagaimana cara membuat blog detik/blogspot/wordpress/tumblr? Bagaimana cara menambahkan gambar di samping blog? (Dulu enggak tahu namanya widget). Bagaimana cara membuat komentar langsung terlihat di bawah postingan? Bagaimana cara menambahkan video youtube di blog? Dan sebagainya.

Apa-apa yang aku ingin lakukan untuk blogku sebenarnya enggak tahu. Dikarenakan sering blogwalking dan melihat blog-blog yang bagus aku menjadi kepengen ini itu, blogku diginikan digitukan. Sampai sekarangpun enggak pernah bisa dihafal. Kalau mau permak blog ya harus googling dulu.

Kemudian obrolan juga membahas tentang bagaimana blog menjadi sumber duit. Pakde menjelaskan bagaimana asyiknya ketika mendapatkan duit dari adsense melalui western union dan tips lolos pendaftaran adsense. Termasuk juga mendapatkan duit dari review dan menang kontes.

Tetapi yang lebih menarik adalah bagaimana blogger pemula bisa mendapatkan duit dari ngeblog? Tentu yang pertama adalah harus optimasi blog kita terlebih dahulu. Optimasi di sini dalam segala hal mulai dari konsisten untuk update blog sampai dengan memperhatikan tampilan blog supaya menarik. Berkali-kali aku disindir pakde. Blogger bisa membeli kosmetik dan baju mahal setiap bulan, lha kok membeli template yang eye catching sekali doang aja emoh. Hihihi kataku dalam hati, kalau ada gratis ngapain bayar. Wkkwkkw

Dan seperti sebelum-sebelumnya di akhir sesion setiap nara sumber ditanyain statement. Pakde menjawab bahwa niatkanlah ngeblog itu untuk ibadah. Giliran mbak Yuni ternyata masih ngeblank dan langsung beralih ke aku, kalau menurutku. Ngbelog bukan melulu tentang uang. Lebih dari itu ngeblog bisa menjadi terapi jiwa. Uang yang akan senantiasa mengikuti blog kita.

Nah, jadi tambah ilmu. Ilmu buat nara sumber, buat penyiar terutama buat pendengar. Enggak ketinggalan sesion foto-foto. Berikut foto-foto yang tertangkap di my galaxian. Termasuk yang bening karena lainnya ngeblur.
photo bareng penyiar Sham FM
Suasana saat on air

Friday, March 21, 2014

Surabaya Heritage Tracking Bareng Teman Blogger

Warning; postingan kali ini lumayan panjang. Yakin deh jarang ada yang baca semuanya. Hehehe. Saranku buat yang emoh baca semuanya, intinya ada di bagian paling bawah. Yakin, kalian pasti suka. Hehehe
Bus yang membawa kami wisata sejarah kota tua Surabaya
Yap, Rabu kemarin emang sengaja aku nginap di kosan lamaku. Suamiku hari itu ada pelatihan sampai menginap dua hari. Hihihi aku yang emang enggak berani sendiri biasanya ngelayap ke kost. Seperti hari itu, sejak pagi aku sudah di kosan buat naruh perlengkapan menginapku kemudian meluncur ngantor sebentar di kantor majalah yang kubidani. Baru sore, kepikiran kegiatan esoknya, pagi pasti kost sepi. Dulu enak, ada satu orang yang stay di kost, sekarang semuanya sibuk. Dari pada bete sendirian di kost, aku buat schedule aja ke museum House of Sampoerna.

Aku memang belum pernah ke sana sama sekali. Walaupun enggak tahu tempatnya, pokoknya nekat mau ke sana sendiri. Pas blogwalking ke tempatnya mbak Yuni, aku kepikiran ngajak dia. Nothing to lose aja, kalau ada mbak Yuni lebih seru kayaknya. Mbak Yuni kan punya kamera, hihihi modus yang ini. Tapi kalau enggak bisa, tetep nekad (pakai "d") sendirian.

Berbekal ketidak tahuanku akan tempatnya, aku lebih memilih naik angkot. Aslinya mbak Yuni sudah nawarin untuk menjemput sih. Cuma enggak enak aja kalau ngerepotin. Mbak Yuni bisa turut serta dan membawa kameranya saja itu lebih berarti. Jadilah motorku kuparkir di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL/Rumkital) Dr. Ramelan berlanjut jalan kaki nyebrang bawah jembatan layang Wonokromo, alias Indosiar, tempat naik angkot. As you know, dulu dekat jembatan layang Wonokromo emang ada bill board Indosiar, meskipun sekarang udah enggak ada orang tetep nyebutnya Indosiar.

Dari bawah Jembatan (Indosiar) tersebut naik Lyn M dengan tarif 4.000 rupiah. Aman dah kalau sudah dalam angkot. Meskipun lumayan panas enggak usah nyasar. Menurut instruksi teman kostku, tinggal bilang "Jl. Rajawali mau ke House of Sampoerna" ke pak sopirnya. Kemudian jalan kaki atau naik becak aja.

E tapi semakin lama di angkot semakin panik. Sama sopir angkotnya aku malah dioper ke angkot temannya. Enggak sampai-sampai pula, padahal aku berangkat dari jam 8 kurang 10 menit. Di tambah, dibanding angkot pertama, angkot kedua ini ada pembatas kaca dengan sopirnya. Beuh, jadinya teriak-teriak dah. Takut sopirnya lupa, ada mungkin aku nanya sampai 5 kali untuk memastikan sopirnya kelupaan nurunin aku.

Puas dibawa muter-muter pak Sopir, aku diturunin di tempat yang kuminta. Dapat bonus guide rute ke arah House of Sampoernanya. Aku memilih jalan enjoy pagi sambil menjajal sandal Jelly Shoes ini. Lumayan bikin betah daripada hellku yang lain.

Mbak Yuni sudah sampai duluan di House of Sampoerna. Malu deh, aku yang ajak dan aku yang bikin janji waktunya pukul 8.30 malah datang terlambat. Hitunganku supaya bisa ikutan rombongan pagi. Eh, malah kata Mbak Yuni sudah berangkat, tepat saat Mbak Yuni sampai. Huhuhu. Untungnya masih kebagian kursi siangnya. Hem... lumayan buat foto-fotoan.

Di Museum of Sampoerna ternyata sedang ada pameran radio tua dan lukisan juga. Mungkin radio tua ini juga merupakan bagian dari bapak perusahaannya PT. HM Sampoerna. Itu lho perusahaan Philips, yang juga memproduksi lampu pijar, nama perusahaannya PT. Philips Moris Indonesia, sekarang menjadi pemilik Sampoerna. Nah, kebanyakan radio tua yang dipamerkan produknya Philips jaman dulu.

Lucu-lucu deh radionya, gedhe-gedhe pula. Tapi itu bukan isi museum utamanya. Museum utamanya tetap sama Sejarah Pabrik Tua Sampoerna. Jadi salah kaprah jika banyak yang menyebut House of Sampoerna adalah Museum Rokok, yang benar Museum Sejarah Sampoerna. Meskipun kepemilikian sudah berpindah tangan, kekayaan sejarah harus tetap dipelihara. Bagaimanapun Sampoerna enggak akan pernah lepas dari keluarga Sampoerna yang dirintis Liem Seeng Tee.

Kebetulan pas aku ke sana bareng sama bule, bule china tapi. Kayaknya kalau enggak Singapore, Malaysia deh. Mereka enggak ngomong mandarin, tapi ngomong bahasa Inggris dan bisa bahasa Indonesia. Jadi kita barengan dipandu guide, ngomongnya bahasa Indonesia. Sesekali menjawab menimpali omongan bulenya pakai bahasa Inggris. Lumayan ngerti sedikit-sedikit.

Sampai pukul 13.00 kami naik bis. Temanya pas tentang bisnis yang pernah berkembang di Surabaya dulu. Rutenya mulai dari JMP. Taukan JMP, Jembatan Merah Plaza yang sudah sejak zaman baheula jadi pusat perdagangan sampai sekarang. Berlanjut ke kampung pecinaan dan kampung arab tapi enggak transit. Kalau siang rute transitnya hanya dua kali, di Klenteng sama di Museum Bank Mandiri. Heran ya, temanya tentang bisnis tapi kok ke Klenteng? Hehehe mungkin satu jalur kali ya.

Seru deh City tour kali ini, sangat menambah wawasan kami terutama aku yang enggak suka sejarah. Tapi betah dengar guidenya cerita dan ho ha ho ho saja akunya. 10 jempol deh buat konsep edukasi sejarahnya dari Sampoerna. Apalagi semua yang kita dapat semuanya gratis. Enggak bayar sama sekali. Tapi kalau mau bawa pulang oleh-oleh bayar sendiri. Hehehe

Tenang City Tour kali ini aku ada oleh-oleh buat sahabat blogger. Karena tournya heritage jadi tetap tema oleh-olehku juga heritage. Apaan tuh? Post card bergambar Surabaya Tempoe dulu. Bagi yang mau silakan koment. Kalau enggak cukup nanti aku undi ya. Atau kita buat giveaway sederhana aja yaaa.

Gedung Sampoerna
Mepet bus biar enggak ketinggalan lagi
Dapat tour card supaya enggak hilang
Tour guide kami


Tuesday, March 04, 2014

Kopdar II Blog Camp dan Jelly Art Kreasi Niar

Minggu, 23 Februari kemarin aku mendapatkan kehormatan diundang pemilik Blog Camp, Pakdhe Cholik turut hadir di rumah beliau. Kupikir hanya sekedar kopdar biasa. Orang aku sendiri yang menawarkan diri ke pakdhe untuk mengadakan bancaan atas dimuatnya profil pakdhe di sebuah media. E ditanggapi beneran. Padahal mah, Cuma bercanda doang. Xixixi aku juga menjawabnya dengan bercanda. Karena memang tidak melihat woro-woro sebelumnya.

Akupun mencari tahu ke Niar, dan memang ternyata ada kopdar. Kali ini special dalam rangka ulang tahunnya Budhe yang ke 17 plus katanya :). Lah, aku sendiri datang enggak bawa kado. Tahunya pas sudah ketemuan sama niar di sekitaran Untag Surabaya, saat janjian ke rumah pakdhe bareng karena aku enggak tahu rumahnya. Dulu, pas kopdar pertama enggak di sebuah rumah makan soalnya. Nyesel pake banget.


Bisa ditebak. Aku dan Niar datang paling belakang. Hihihi. Semula sudah kuplanning berangkat jam 8 karena acara undangannya jam 10 dan aku harus menjemput teman terlebih dahulu. Sebelumnya sudah izin pakdhe ngajak teman. Lha kok Niar malah bilang mau berangkat pukul 9.30. Nih pasti sengaja telat. Pukul 9 masih smsan sama aku katanya masih masak.

Ya sudah untuk mengikuti jadwal Niar akupun mengubah jadwal berangkat pukul 9.00 saja. Biar nanti tidak nunggu Niar lama-lama. E tapi sesampai di tempat kost sang teman, dia masih bobo cantik. Aku lupa dia sudah mengcancel semalam, karena bacanya sudah ngantuk berat jadi enggak menancap di otak. Aku melaju sendiri memilih menunggu niar sambil menikmati es dogger di depan kampus Untag.

Bukan di sengaja sih. Mending aku yang duluan menunggu daripada kedahuluan menunggu Niar. Bengong pinggir jalan juga enggak enak. Kuputuskan menunggu sambil cangkruan seketemunya es degan atau ngopi cantik juga boleh sambil menikmati pentol dan gorengan yang sudah kubeli di jalan. Eh ketemunya es doger. Lumayan, aku masih penasaran dengan es doger, sumpah enggak bohong baru kali itu aku minum es doger.

Sesampai di sana ada beberapa orang yang sudah kukenal, mbak Yuni dan suaminya (enggak tahu namanya hihihi), Mbak Muna Sungkar, serta beberapa orang yang baru kukenal tapi namanya sudah awam di telinga seperti mas Nuzulul Arifin, Mbak Dwi dan beberapa orang lainnya. Lumayan menambah sodara blogger untuk menambah ilmuku. Alhamdulillah.

Setelah salim Pak Dhe, celingak-celinguk justru orang yang datang bersamaku nggak ada batang hidungnya. Niar sudah melesat ke dapur. Cie, baru tahu ternyata di dapur lagi krusak-krusuk sama bude membuka bingkisan. Dan baru sadar Niar bukan sengaja nelat seperti kesuudzonanku semula. Dia memang sengaja memberi suprise kepada budhe dengan hasil karyanya. Jelly Art.

Wow, bukan Cuma budhe yang takjub. Aku dan beberapa orang blogger lainnya, terutama blogger perempuan ternganga dengan hasil jelly artnya. Berkali-kali jadi obyek foto, di puter dan dijeprat sana sini. As you know, Niar baru mencoba untuk pertama kalinya. Seakan seperti press conference, Niar memaparkan bagaimana proses membuatnya kepada para wartawan gadungan tak lain para blogger sendiri. Hihihi

Enggak ngebayangin bagaimana rumitnya. Aku cuma mampu mengagumi keindahan jelly art meski akhirnya Jelly art tersebut pun porak poranda dicecel-cecel masuk ke beberapa perut. Hiks. Untung sudah di jepret 

Hasil praktek Jelly Art pertama Niar sudah sebagus ini. Bikin envy Niar :(
Blog Camp, Komunitas Blogger Surabaya 

Feel Free To Follow My Blog