Friday, March 09, 2012

Misteri Kehamilan



Sebelumnya saya mau berterimkasih dulu kepada PakDhe Choliq. Karena kunjungan saya pagi tadi ke BlogCamp PakDhe, saya nemu postingannya yang berjudul Makanan Idaman Wanita Hamil : ComRo. *)Tapi maaf ya PakDhe belum sempat komen karena pagi tadi OL di warnet sambil nungguin service sepeda motor(*  mengantarkan saya ke rumahnya mba Andy Hardiyanti penyelenggara GiveAway ini. 
Mudah-mudahan melalui GiveAway ini, selain media untuk mengasah keyboard *)Pena(* saya dan punya kesempatan dapat hadiah *)yang ini jujur (*. Harapan saya bisa dapat sesuatu yang lebih dari itu; motivasi, tips-tips juga kritik dan saran dari teman-teman :D
Kartun Muslimah Hamil
Sumber : simfonikehidupan.wordpress.com
Oke,
Bermula ketika seminggu setelah hari pernikahan saya satu setengah tahun lalu. Tetangga saya banyak yang riwueh melihat perubahan pada tubuh saya. Katanya tanda-tanda kehamilan itu sangat nampak dalam diri saya mulai dari tubuh yang katanya lebih gemuk, wajah, hingga te*ek yang tidak biasanya.
"Mbak, sampean hamil ya?", tanya tetangga depan yang umurnya dua tahun diatas saya, itupun dengan meraba-raba perut yang membuat saya risih.
"Masak sih mba?", sengaja saya meyakinkan diri karena memang saya belum tahu. Hingga obrolanpun merembet-rembet pada perhitungan kalender menstruasi saya.
Begitulah tetangga, segala hal yang menyangkut tetangganya selalu menarik untuk di ketahui lebih dalam malah kadang di besar-besarkan. Tapi bagaimanapun tetanggalah orang yang pertama yang akan menolong ketika ada apa-apa dengan kita. Bersyukurlah, itu tandanya tetangga masih perhatian dengan kita.
Ya, memang pernikahan saya ketika itu masih seminggu. Pernikahan usai akad nikah dan resmi dalam buku besar negara kita menjadi suami istri yang sah, katanya sudah dapat ijin surat "Penak". Tapi dalam agama ikrar kami sudah berlalu satu setengah bulan sebelum pernikahan kami. Ya, seperti orang bilang kami memang nikah siri dahulu. Bukan karena suatu hal semisal kecelakaan pra nikah. Tapi memang kedua orang tua kami yang masih menganut penanggalan jawa, hari baik untuk kami menikah tepat seminggu setelah lebaran meski hari-hari lainnya juga baik namun waktu itulah yang tepat bagi kami menikah. Dan itu tidak mungkin untuk sebuah pesta pernikahan kami yang hanya punya waktu seminggu.
Kenapa musti cepat-cepat?
Mungkin inilah yang orang tua kami katakan "menyegerakan hal baik". Mengingat orang tua suami adalah moden di desa yang sering menikahkan orang. Termasuk lingkungan kerja kami dulu *)tempat kerja suami sekarang, dulunya kami satu kerjaan, namun sekarang saya mengalah keluar kerja jadi perempuan blogger saja(*, malah kami maunya sudah dinikahkan sejak lama oleh teman-teman kami yang kebanyakan ustad. Namun terganjal saya belum di kenalkan orang tua. Dan benar saja setelah dikenalkan, kami tidak boleh berlama-lama. Intinya pernikahan siri kami baik-baik saja.
Back To Topic
Dan perhitungan menstruasi itupun mengindikasikan bahwa saya telat dua minggu. Ha? kenapa saya tidak menyadarinya? Entahlah saya kok dudul banget. Meski baru pertama *)dan mudah-mudahan terakhir(* kali menikah kenapa saya ngga sampe kepikiran bahwa saya telat itu hamil. Baru ingat setelah di kasih tau sama tetangga untuk ngecheck dengan alat test pack sederhana yang 2500an itu. What? Lagi-lagi saya membodohkan diri saya sendiri. Kenapa nggak belajar dari film dan sinetron, yang adegannya menangis-nangis setelah tau tanda positif pada alat itu. Saya juga bukan orang yang stupid amat. Kenapa hal-hal begini saya tidak sedikit cerdas.
Setelah obrolan itupun saya memberitahu suami, berharap dia mau mengantarkan saya untuk langsung periksa ke bidan saja.
"Udah nanti saja kalau sudah telat sebulan kita periksakan dek", begitu tanggepannya. Owh, ya sudah akhirnya saya setuju.
Dua hari kemudian, entah saya lupa dengan kehamilan saya. Rasanya perut kok sakit banget. Mengingat rasanya dilep yang sering dialami perempuan termasuk saya dulu, kok rasanya sakit amat. Padahal sudah setahun ini saya sudah jarang kena dilep. Meski demikian saya masih ingat bagaimana rasanya sakit yang menusuk-nusuk perut saya, tapi ini lebih dari sekedar di tusuk-tusuk. Sakit bangeeeettt. Saya sampai kelinyengan di atas kasur. Guling-guling ga jelas sambil merintih kesakitan dan pegangin perut.
Suami jadi bingung melihat tingkah laku saya, dan pertanyaannya "Kenapa?" saya jawab dengan enteng, "dilepen mas" tanpa mikir tentang kehamilan saya.
Dan atas saran ibu mertua katanya saya itu kena magh dan disuruh ke dokter Syarifatul (dokter umum). Memang saya silent ke ibu tentang "misteri kehamilan" yang menurut saya masih belum ada kejelasan. Saya tidak bisa apa-apa tanpa mikir ke arah sana,  dan menurut saja ketika suami membawa ke dokter tersebut. Saya sempat menunggu antrian sambil mulet-mulet kayak uler keket, akhirnya tiba juga giliran saya. Dan saya katakan, apa yang di bilang ibu saya termasuk dianogsa asal-asalan saya,  dilepen.
Dokter itu memberi saya sekantong plastik pil dan kapsul, termasuk penghilang rasa sakit. Habis nenggak rasa sakitnya hilang. Esoknya saya langsung mens.
Saya baru nyadar ketika itu, "bukankah tetangga saya bilang saya lagi hamil?"
Hwaaaaa... berarti saya ga jadi hamil. Atau memang belum hamil? Ah saya ga tau, tetangga saya belum tentu juga benar.
Mens kali ini benar-benar aneh menurut saya, seumur-umur mens saya tidak secepat itu. Hanya tiga hari, itupun hanya keluar litle by litle, sehari keluar sehari enggak. Ah, ini mens apa enggak *sigh? Padahal biasanya enggak begini, full lima hari keluar buanyak banget hingga nunggu bersih kadang sampai seminggu.
Namun seminggu setelah mens saya yang tidak wajar, mens itu keluar lagi tanpa permisi dan tanpa ada tanda-tanda gejala sakit seperti dilep. Dan itu juga mens yang tidak wajar kedua tapi lebih buanyaaaaak banget, hingga lebih dari sepuluh hari sampai lemes tubuh saya. Dan saya bawa kebidan.
Apa yang bidan kata?
"Bisa jadi mba Nunu kemarin itu hamil, dan mens pertama itu hanya flek", What apa lagi itu flek? Saya belum akrab dengan kata satu itu.
"karena di beri obat magh, akhirnya janinnya luruh", hati saya jadi seerrr mendengar janin luruh. Menyesal kenapa ketika di beritahu hamil dulu tidak langsung nge-check atau langsung ke bidan sendiri tanpa menunggu suami. Ah sudahlah. Pungkas saya kecewa sediri.
Dan bulan-bulan setelah itu, telat sehari saja saya langsung menuju apotik beli test pack. Sampek akhirnya saya malu sendiri sama penjaga apotik berkali-kali beli test pack terus. Hihihihi bukannya malah seneng ya? Sesekali saya merubah haluan langsung ke bidan karena khawatir saya yang memang tidak bisa menggunakan test pack sampai saya sering kecewa. 
"belum kok mba, tuh masih kosong".
Mungkin sampai seringnya saya kesana dengan hasil yang nihil bidannya  sampai bilang, "kalo telat sehari, test sendiri di rumah mba Nunu. Tidak perlu kesini", sambil bidannya menunjukkan cara pemakaiannya kepada saya. Tapi,,, masalahnya kan bukan ituu :(. 
Sampai-sampai bidan tersebut mengajari saya cara cepat  hamil. mulai dari konsumsi makanan, hingga bagaimana berhubungan yang benar itu. Saya cuma senyum-senyum mendengarkannya
Hingga hari inipun kehamilan itu masih misteri bagi saya. Kalo orang bilang rasanya ngenomi (hamil muda) itu sudah merasuki tubuh saya berkali-kali. Mulai mual-mual sebelum telat mens, saya sudah menjaga kondisi tubuh saya. Kali aja hamil. Ha? Emang ada ya? Entahlah. Hingga mual-mual waktu telat beberapa hari, sampai perut bagian bawah kiri saya membuancit. Saya masih belum tahu, nyatanya saya tidak hamil. Arrgghh  bagaimana *sigh ngenomi itu?
Artikel Misteri Kehamilan ini diikutsertakan pada acara Giveaway Awal Maret 2012  di Blog Andy Hardiyanti.






9 comments:

  1. terima kasih atas partisipasinya.
    sudah dicatat sebagai peserta ^_^

    ReplyDelete
  2. memang bener ya kehamilan itu misteri.. semoga cepat hamil ya mbak.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin:D terimakasih bunda keke, ijin nambahkan link ya:D

      Delete
  3. semua akan indah pada waktunya mbak ^__^ keep fighting!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba saya percaya itu, thanks :D Aza-aza fighting

      Delete
  4. lho minum obat maag bisa luruh juga toh bu.... semuga cepet dapet baby lagi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiinn..
      Bumil minum obat sembarangan kan enggak boleh niar> :D

      Delete
  5. Ak jg gini 4bln lalu,dan akhirnya dikuret biar bersih rahimna.hehe adatemennya jg yg kyk gini 😂😭😭

    ReplyDelete

Thanks for comming and no spam please

Follow
My twitter @ununtriwidana
My Instagram @nunuelfasa

Feel Free To Follow My Blog