Saturday, March 26, 2011

A Life Changing Bootcap (Apa itu Bootcamp?)

Setiap individu punya ‘raksasa’ yang sedang tidur di dalam dirinya. Namun ada beban tak kasat mata yang tersimpan di alam bawah sadarnya.

Ciloto, Selasa pagi yang sejuk dan berembun. Udara menguarkan wangi tanah basah sehabis hujan malam sebelumnya. Seratus enam puluh tujuh orang memasuki aula dimana kursi-kursi telah disingkirkan ke dinding belakang. Senyum lebar mewarnai wajah para kru fasilitator yang sebelumnya begitu serius. Dance music menghentak dengan nada-nada gembira. Hari itu, Selasa, 25 April 2006, menandai usainya Value Your Life – A Life Changing Bootcamp angkatan ke-36.

Wajah-wajah para peserta Bootcamp tak kalah ceria. Mereka telah berhasil melepaskan berbagai persoalan hidup, yang disadari ataupun tidak, tertanggung di pundak mereka selama ini.


“Saya jadi lebih percaya diri, berpikir positif, lebih easy menghadapi tantangan. Hidup terasa lebih indah dari sebelumnya,” ujar Lista Sulistyawati, 31, salah seorang peserta Bootcamp dari Jakarta.


Banyak kisah menarik, yang mengharukan dan menimbulkan inspirasi, diperoleh di Bootcamp, ketika berbagai individu berinteraksi satu sama lain. Semua peserta yang datang dari berbagai daerah di Tanah Air itu bermaksud mencari jati diri, memperoleh pencerahan, mendapatkan kepercayaan diri dan hidup lebih positif.


Kenny, salah seorang crew Bootcamp, mengaku banyak sekali melihat perubahan para peserta yang telah mengikuti program ini. “Saya melihat bahwa peserta yang datang adalah orang-orang yang mau melepaskan beban mereka, tapi tidak tahu caranya,” ujarnya.
Sebagian lagi malah mempunyai banyak masalah atau beban hidup yang tidak mereka sadari. Selama mengikuti Bootcamp, para peserta dibimbing untuk bisa melihat beban mereka, dan mengetahui cara melepaskan beban tersebut.


Para peserta banyak mendapatkan inspirasi dan motivasi dari mentor maupun dari sesama peserta. Sang mentor–di Bootcamp dipanggil Coach– adalah Onggy Hianata. Inspirator dan motivator yang sudah melanglang buana ke berbagai negara dan menyelenggarakan berbagai pelatihan dan seminar di bidang pengembangan mental dan kepribadian. Ia yang menyusun berbagai materi simulasi yang membangkitkan semangat hidup bagi peserta A Life Changing Bootcamp.


Bootcamp sendiri merupakan sebuah program yang dirancang sedemikian rupa oleh Edunet International. Lembaga ini didirikan Onggy Hianata dan teman-temannya dan bergerak di bidang pembinaan dan pengembangan potensi, mental dan kepribadian.

Perubahan positif
Selama tiga hari dua malam, peserta mengikuti berbagai simulasi yang sarat dengan makna dan filosofi. Program ini telah dilakukan sejak awal 2003, dan diselenggarakan di Ciloto, Bali, Medan, Palembang, Batam dan Surabaya.


Setelah mengikuti Bootcamp, para peserta Sebagai salah satu alumni Bootcamp, Kenny juga mengakui banyak mengalami perubahan positif dan terinspirasi untuk membuat hidupnya menjadi lebih baik lagi.


Perubahan positif dalam menjalani hidup juga dirasakan Doddi Ferdinarta, 31, alumni Bootcamp ke-7, tahun 2003. Itu sebabnya, seperti halnya Kenny, ia dan isterinya Lisa Nasution yang juga alumni Bootcamp, dengan sukarela menyisihkan waktu dan tenaganya menjadi crew atau fasilitator bagi adik-adik angkatannya. Sebab mereka ingin ikut membantu orang lain untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dan lebih positif.


“Forgive and forget” adalah salah satu prinsip yang selalu ditekankan Onggy pada para peserta. Masa lalu yang pahit seringkali menjadi beban yang tak terlihat. Dengan memaafkan dan melupakan, hidup baru pun terbentang.


Peserta yang kecanduan rokok, minuman keras, judi, pornografi atau narkoba bisa melepaskan diri dari ketergantungannya. Banyak yang sembuh dari trauma dan phobia-nya, merasa lebih percaya diri, rajin beribadah dan rumah tangganya menjadi lebih harmonis.


Salah seorang peserta, Wildayani, 23, mengaku berhasil menghapuskan trauma dan rasa dendamnya atas pembunuhan ayahnya 20 tahun yang lalu. Di Bootcamp, staf sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berdomisili di Banda Aceh ini belajar memaafkan dan melupakan. “Saya sadar, dendam itu tidak akan membuat Papa saya hidup kembali. Dan dendam itu hanya akan menghambat saya untuk berkarir,” ujarnya.


Para peserta Bootcamp yang datang dari Aceh sampai Papua kini telah kembali ke daerahnya masing-masing. Mereka telah menemukan jati diri dan tujuan hidupnya. Siap menaklukkan tantangan dan meraih kesuksesan. Dan semuanya berpendapat sama: Bootcamp memang luar biasa!
Testimonial BC

Banyak yang tidak tahu cara melepas beban persoalan hidup dan memunculkan sisi positif dalam dirinya. Setelah ikut Bootcamp (BC), mereka menjalani hidup dengan lebih baik.

1. Doddi Ferdinarta, 31, Jakarta, enterpreneur
Saya adalah alumni BC angkatan VII, Agustus 2003. Karena Bootcamp, saya dan isteri saya, Lisa Nasution, makin saling memahami dan menghargai satu sama lain. Kami punya lebih banyak waktu untuk kedua anak kami, karena impian kami adalah menjadi keluarga bagaikan lilin-lilin kecil yang menerangi bangsa ini. Dan untuk mengubah bangsa ini, tidak ada jalan lain kecuali saya mengubah diri saya sendiri.


Saya yakin tidak bisa mengharapkan perubahan jika saya tetap pada langkah yang sama, artinya saya harus mengambil tindakan baru untuk mencapai tujuan yang telah lama saya cari.
Karena banyak perubahan positif itulah maka saya dengan sukarela mendaftar sebagai kru Bootcamp. Saya rela menjadi kru setiap BC berlangsung, karena dapat ikut membantu saudara-saudara kita untuk memiliki kehidupan yang lebih baik tanpa Narkoba, pornografi, alkohol, judi. Dan yang jauh lebih penting, suatu hari lahir generasi baru penerus bangsa yang memimpin dengan hati nurani. Saya yakin Indonesiabangkit dengan menciptakan jiwa-jiwa bangsa yang mengerti arti kehidupan. Dan “Value Your Life-A Life Changing Bootcamp” mempunyai peran atas terjadinya hal tersebut. Semangat idealisme saya ini terlahir melalui Bootcamp. Thanks Coach Bapak Onggy Hianata.

2. Widodo, 31, Magelang, networker.
Selama ini saya pernah mendapat training dari berbagai pembicara/motivator top di Indonesia, semua yang pernah saya dapatkan sifatnya lebih ke soal pekerjaan/karir, tetapi Training BC yg pernah saya ikuti sangat berbeda sekali karena saya disadarkan tentang arti hidup. Saya jadi lebih menghargai hidup yang diberikan Tuhan dengan sebaik-baiknya. Dan dengan BC saya bisa mulai mengontrol kehidupan saya. Yang saya rasakan setelah ikut BC ataupun waktu jadi crew adalah, ternyata ada banyak keajaiban di sekitar kita, yang selama ini banyak orang tidak menyadarinya.

3. Lista Sulistyawati, 31, Jakarta, karyawati bank.
Saya jadi lebih percaya diri, berpikir positif, lebih easy menghadapi tantangan. Life more beautiful than before.

4. Burhannudin, 21, Bali, buruh bangunan
Setelah ikut BC, saya menjadi rajin beribadah, lebih percaya diri, lebih bersemangat dan selalu berpikir positif. Pokoknya BC luar biasa.

5. Asrinawati, 30, Banda Aceh, staf LSM
Sebelum ikut BC hidup saya serasa penuh beban, masalah kecil sering dibesar-besarkan. Saya juga sulit mengontrol emosi. Setelah BC, saya benar-benar merasa bahwa hidup itu indah. Saya mampu mengontrol emosi, lebih percaya diri. Hidup ini terasa ringan dan enjoy. Hubungan dengan suami dan anak-anak lebih harmonis. I love my family. Terima kasih pada Pak Onggy yang mengajarkan saya rendah hati, forgive & forget. Mempraktekkannya memang sulit, tetapi setelah berhasil dipraktekkan banyak keajaiban terjadi dalam hidup saya.

6. Sunny, 28, Jakarta, karyawati finance & accounting
Bootcamp dashyat! Selama 3 hari 2 malam saya kurang tidur, namun tetap semangat. Saya melepaskan beban hidup yang tanpa disadari selama ini ada di pundak saya. Tidak lagi berpikiran negatif terhadap segala sesuatu, namun selalu bersikap positif karena hidup itu indah. Hubungan saya dengan kedua kakak, terutama dengan kakak lelaki saya, jauh lebih baik karena saya menyadari bahwa saya ‘membunuh’ dia dengan perlakuan saya selama ini, padahal saya sangat sayang dan peduli terhadap kakak. Saya menjadi manusia baru dengan semangat baru untuk membuat hidup ini jauh lebih indah dan berarti untuk orang-orang yang saya sayangi.

7. Kenny, 27, Jakarta, karyawan
Saya banyak sekali melihat perubahan para peserta yang telah mengikuti bootcamp. Sebelumnya mungkin mereka mempunyai banyak masalah atau beban tetapi tidak kasat mata. Di dalam bootcamp ternyata mereka mampu untuk melihat beban dan masalah mereka dan mengetahui caranya untuk meletakkan beban tersebut. Saya merasa bahwa peseta yang datang adalah orang-orang yang mau melepaskan beban mereka, tapi tidak tahu caranya.
Saya pun setelah mengikuti bootcamp banyak mengalami perubahan dan terinspirasi untuk membuat hidup ini menjadi lebih baik lagi. Saya rasa para peserta pun banyak mendapatkan sesuatu dari bootcamp, entah dari mentor, training-nya sendiri, atau pun dari sesama peserta.

8. Leo Susantho, 26, Jakarta, karyawan
Setelah ikut BC, banyak sekali yang saya dapat. Saya jadi lebih percaya diri, lebih menghargai dan percaya pada orang lain, berpikiran positif, semangat hidup tinggi, berani mengakui kesalahan pada orang lain. Hidup itu ternyata indah!

9. Terry Dharmawan, 47 tahun, Jakarta, ibu rumah tangga
Saya sudah merokok sejak umur 12 tahun. Saya menghabiskan satu sampai dua bungkus rokok dalam sehari. Saya bersyukur kedua anak saya tidak mencontoh perbuatan saya yang tidak baik. Sering saya berjanji kepada anak-anak saya untuk berhenti merokok, tapi saya tidak bisa menepatinya. Setelah salah satu anak saya ikut Bootcamp, ia menganjurkan saya dan suami untuk ikut Bootcamp berikutnya. Setelah ikut Bootcamp, saya baru menyadari betapa berharga dan indahnya hidup ini. Saya berjanji pada Tuhan dan diri saya sendiri untuk hidup sehat (bebas rokok), karena masih banyak impian yang harus saya raih bersama keluarga saya. Setelah Bootcamp, komunikasi antara saya dengan anak perempuan saya jadi lebih baik. Saya juga ingin mengikutsertakan anak perempuan saya ke training Bootcamp. Saya juga berharap makin banyak masyarakat ikut Bootcamp, agar bangsa Indonesia hidup lebih baik dan berguna bagi sesama manusia.


Sumber: Web Anion

Friday, March 25, 2011

It's Me

Nunu el Fasa adalah nama pena yang aku gunakan di setiap karyaku. Baim buku maupun tulisan. Kadang-kadang juga pakai nama asli jika redaktur yang mengharapkan. Kemudian nama pena ini kuaplikasikan untuk domain blog ini yang tadinya beralamat un2triwidana.blogspot.com menjadi lebih simpel nunuelfasa.com pada akhir Januari 2014 kemarin.

Aku ngeblog sejak akhir tahun 2008. Bisa dilihat dari archieve blog ini pertama kali publish tulisan Desember 2008. Selain ngeblog kadang-kadang juga mengirimkan tulisan ke media baik koran atau majalah. Coba peruntungan dan jajal kemampuan menulis meski banyak tidak termuatnya, hehehe. Selain itu juga menulis beberapa buku baik solo maupun bentuk bunga rampai. Diantaranya;

  • Dear Love - Hafsa Publisher
  • I am Proud To Be Scout - Leutika Prio
  • Serba-serbi Ujian Nasional - Leutika Prio
  • Di Masjid Hatiku Terkait - Leutika Prio
  • Long Distance Friendship - Leutika Prio
  • Storycake for Keajaiban Rezeki - Gramedia Pustaka Utama
  • Antologi Patah Hati - Hafsa Publisher
  • Sehat Tanpa Obat ala Rasulullah - Kalil Imprint Gramedia
  • Jangan Menyerah (Kisah Inspiratif Yatim Menggapai Mimpi) - Yatim Mandiri
  • Cenat-cenut Matematika - Gramedia
Aku asli wong Mojokerto, tepatnya di Desa Madureso Kecamatan Dawarblandong. Masa kecil banyak kuhabiskan di sana, remaja melanglang buana ke Kota Mojokerto untuk sekolah sampai ke Jombang dan Suarabaya. Tetapi sekarang mengabdi untuk suami dan keluarga tercinta di Sidoarjo. Real time seperti ini.

  • TK Wiyata Maju Madureso
  • SDN Madureso
  • SMP Negeri 1 Dawarblandong
  • SMA Negeri 1 Puri Mojokerto
  • STKIP PGRI Jombang (enggak lulus)
  • Mandiri Enterpreneur Centre Surabaya

Aku enggak bekerja. Full time bekerja dari rumah menulis dan membidani sebuah majalah yayasan. Sementara kegiatanku aktif dalam bidang kepenulisan dipercaya sebagai divisi Kaderisasi FLP Sidoarjo dan Divisi Bisnis BPP (Badan Pengurus Pusat) FLP 2013-2017. Setelah sebelumnya pernah dipercaya menjadi Duta Buku IIDN dan Koorwil IIDN Wilayah Jawa Timur.


Untuk bekerjasama dan tanya jawab bisa melalui addres berikut ini;

  • Email : ununtriwidana@gmail.com
  • Yahoo/Ym : neng_un2@yahoo.co.id
  • Facebook : /ununtriwidana
  • Line : ununtriwidana
  • Kakao talk : nunuelfasa
  • Instagram : nunuelfasa
  • Whats App : 085646671600






Hanya Gambar


Wednesday, March 23, 2011

Info Pemenang dan Kontributor LDF kirim biodata "Soon"

100 Nama Kontributor LDF

Update 100 Nama dan Kisah 'Long Distance Friendship, yang masih bertahan.



Sesungguhnya.. Tak satupun kisah pertemanan, bisa dinomor dua, tiga, empat, lima, enam.. atau nomor-nomor lain setelah satu.



Setiap kisah adalah satu energi luar biasa yang sanggup memunculkan embun-embun sejuk, yang membuatku semakin menyadari.. Bahwa, tiada senang, sebahagia pertemanan. Kalaupun datang masa sedih.. satu hal telah terjadi.. Masing-masing kita.. telah menempati satu hati, yang nun jauh di sana



Selamat mencari.. :)



1. Nisa Nuraeni (Pelangi Mayaku)

2. Eka Putri Hapsari (Mengenalmu Adalah Indah)

3. Inggar Saputra (Sahabat Sejati Dari Seberang Lautan)

4. Wahyu Aafia Siddiqui (Menjadi Temanmu Adalah Indah)

5. Sanchia Yorfthberth (Kita, Sahabat Selamanya)

6. Haya Najma (Lady Pink)

7. Wahyuni Sitoresmi (Untuk Di...)

8. Leyla Imtichanah (Antara Bogor-Kuala Lumpur)

9. Dreamyhollic (Santi Sahabat Seberang Pulau)

10. Eldira Rizka N M (Bintangku)

11. Mutaminah Sang Penulis (Di Ambang Maya)

12. Evi Zulfiqri (Kawan Seberang Selat)

13. Sayyidah Aisyah (Perasaan Yang Memaksa)

14. Nadeh Nur As Shafa (Bu Guru Cao Dari Cianjur)

15. Amalia Masturah (Jauh ! Dan Benar-Benar Jauh)

16. Sumayyah RH (Jeng Toyyibah)

17. Puji Astutik (Ku Panggil Dia Cinta)

18. Qadriea Ku Warastra (Ketulusan Dari Dunia Maya)

19. Septi Diah (Treffen Im Himmel)

20. Oksa Puko Yuza (Patahan Mimpi Di Senja Kerinduan)

21. Chomsiyah (Sahabatku, Kaulah Inspirasiku)

22. Ika Rosika (Kau Selalu Ada Untukku)

23. Tri Lego Indah FN (Mamak dari Negeri Beton)

24. Zahrotun Nafisah (Kita Kopi Darat di Firdaus, Insya Allah)

25. Nurina Ayuningtyas (My Best Friend is My Long Distance Friend)

26. Jazim Naira (Pendar Keping Ukhuwah)

27. Helena Destiara Laurie (Terimakasih Sahabat)

28. Ferdina Widokartika Ashri (Lolypop Rasa Brotowali)

29. Akh Kemal (Long Distance 8000 km)

30. Ferianti Effendi (Tak Hanya Maya)

31. Aswary Agansya (Sang Penyemangat Dari Depok)

32. Ratna Dwi (Kartini Sahabatku)

33. Sja-Siti Jumaroh Aji (Zytha)

34. Inge Inggrid (Perempuan Balikpapan)

35. Questa Ima (Cara Mia Ima !)

36. Zita Elross (Sahabatku, Sahabat Keluargaku)

37. Sedamai Lazuardi (Inilah Kisah yang Terukir)

38. Jazimah Al Muhyi (Aku Belajar Banyak Darimu)

39. Niswatul (Kau Tak Sekedar Indah)

40. Ade Anita (My Lovely Day)

41. Lul Mustafa (Dari Maya ke Surga)

42. Hesti Daisy (Ini Cerita Padang-Samarinda Kita)

43. Junelvy pello (Kripik Aneka Rasa)

44. Lina Li (Kawan Terlarang Pulang)

45. Agustini Suciningtias (Cinta yang Nyata)

46. Siska Oktavia (Cinta Tanpa Syarat)

47. Richa Miskiyya (Karena Aku Adalah Laura)

48. Hana Muwahhida (Terima Kasih, Aku Mengenal Badai Karenamu)

49. Atin Lelya (Surat Buat Borneo)

50. Setia Wati (A Lovely Heart from Nepal)

51. Juliardi Ahmad (Misteri Q)

52. Fifi Carmelia Lutfiaty (Tuhan Aku Mencintainya Karena Mu)

53. Ummu Raisah (Sepotong Puding)

54. Retno Winarni (Andai Kau di Sini)

55. Mz Janu (Kala Butir Air Langit Menepuk Debu)

56. Zee Shabrina (Bodyguard Bawel Mempertemukan Kita)

57. Ria Mustika Fasha (Dialog Bisu)

58. Ikha Ismawatie (Akhirnya Kumenemukanmu)

59. Naqiyyah Syam (Persahabatan Dua Guru)

60. Wulan (I Miss You)

61. Arif Zunaidi Riu AJ (Teman, Karenamu Aku Berubah)

62. Nunu Elfasa (Si Ucup Maricup Belalang Kuncup)

63. Dwija Saptahadi (My Virtual Friend)

64. Ratu Marfuah (Oase Di Tengah Gersangnya Jiwa)

65. Agrina Lisma (Aiko Uchiha) (Orang Asing yang Menjadi Teman dan Keluargaku)

66. Hariono (Merajut Mimpi Bersamamu)

67. Efi Fitriyyah (Paket Dari Jepang)

68. Voe Kaizen (Sahabat, Ku Tunggu Kau di Stasiun UI)

69. Hasudungan Rudy Yanto Sitohang (Untukmu, Bidadari Berparas Jelita)

70. Agnety (Karena Aku Butuh Teman Seperti Kamu )

71. Ree June Rufaydah (Sekali Lagi Kupinta Maafmu)

72. Puput ariatna (Sahabat dan Ibuku)

73. Randi Hari Putra (Sahabat Keyboard)

74. Nurmaidah 'Abdurrahman (Ia, Adik Jauhku Nan Maya Tapi Istimewa)

75. Ria Fariana (Preman Priok Hijrah ke Amrik)

76. Linda Nurhayati (Teman Khayalan)

77. Lin Wulynne (Jatuh Hati Pada 'Musuh')

78. Nicky Perdana (Teman Jiwa dari Sudut Maya)

79. Karina Ai-chan Kurnia (Dia Bukan Didi Kempot)

80. Aisyah Al Farisi (Aku dan sebentuk Paras yang Tersembunyi Di Balik Cadar)

81. Yurmawita (Penggemar Setiamu)

82. Reeda Umarzent (Suratan Sahabat)

83. Annisa Rona (Berteman dengan Calon Bintang Madrid)

84. Nafila Nurdin (Sepenggal Mimpi Yang Tertunda)

85. Handayani (My Lovely Long Distance Friendship^_^!!)

86. Dwi Prihatini (My Star)

87. Dang Aji (Kopdar Terindah Aku dan Dia)

88. Jauza Munirah (Euforia)

89. Yuridista Putri Pratiwi (Kau, Aku dan Surat-Surat Kita)

90. Tiya Maulida Radam (Kembaran Seberang Pulau)

91. Nuril Annissa (Ada Sebentuk Cermin di Antara Kita)

92. Luluk Kristianingsih (Persahabatan Pesona FM)

95. Widya Arum (Sang fotografer)

94. Juwanna (Dinding Pemisah Menara Kembar)

95. Nessa Kartika (Ayah Maya)

96. Ratih Desiana (Dia, Langit Hitam yang Menjadi Temanku)

97. Awy' Qolawun (Long Distance Family)

98. Fuan Fauzi (Sang Gadis Senja)

99. Silvia Oktaresa (Sayap-sayap Patah)

100. Widya Anindyta (Persahabatan Sampai Nanti, Sampai Mati)



~*~*~*~*~



Alhamdulillaah. Akhirnya bisa mengumumkan ini. Setelah beberapa hari tak sanggup menunjukkan wajahku. Hohohoo.



Punten banget ya. Itu para juri dijamin beneran suibuk tenan. Plus kesalahpahaman mengenai waktu pengumuman antara aku dan ustadz Abrar. Rasanya pengen menghilang aja. Aaaaaaaa.. Sayang aku bukan ilusionis, yang bisa terbang. (Halaaaah)



Sebelum pengumuman 100 nama. Memang ada banyak hal yang kemudian menyebabkan beberapa tulisan yang ‘tidak memenuhi syarat’, jadi masuk ke dalam daftar nominator pemenang. Semuanya sekali lagi, karena tidak ingin menyingkirkan tulisan bagus. Terutama tidak ingin kehilangan hikmah-hikmah yang didapati dalam tulisan-tulisan tersebut.



Tapi, tetap saja. Pemenang adalah nama-nama mereka yang benar-benar sesuai dengan semua persyaratan yang telah ditentukan dari awal. Terutama persyaratan tentang, ‘pertemanan yang memang belum pernah bertemu’ dan menuliskan kalimat ‘menjadi temanmu adalah indah’



Wis lah. Setelah melalui proses pengayakan, penyaringan dan pem-filteran.. Inilah 3 jawara dari lomba kita.



Jreng.. Jreeeeeeeeng..



Juara 1 : Fifi Carmelia Lutfiaty (Tuhan Aku Mencintainya Karena Mu)

Berhak mendapatkan 6 buah buku (Ranah 3 Warna dan Menulis Membangun Peradaban + 4 buku lainnya (pilihan panitia)



Juara 2 : Amalia Masturah (Jauh ! Dan Benar-Benar Jauh)’

Berhak mendapatkan 4 buah buku (Ranah 3 Warna dan Menulis Membangun Peradaban + 2 buku lainnya (pilihan panitia)



Juara : Ummu Raisah (Sepotong Puding)

Berhak mendapatkan 3 buah buku (Ranah 3 Warna dan Menulis Membangun Peradaban + 1 buku lainnya (pilihan panitia)



~*~*~*~*~*~*~*~*~



Selamat untuk para pemenang.



Bagi yang belum beruntung. Satu lagi pemantik nyala. Supaya makin semangat menambah perbendaharaan karya. Setiap kata adalah perwakilan pikir dan rasa. Tiada yang sia-sia.



Keep fighting

Terimakasih atas partisipasinya

Sampai jumpa di lomba-lomba yang lain.



PS: Bagi 3 pemenang ini dan 100 nama yang tulisannya akan di dibukukan. Diharapkan untuk mengirimkan biodatanya dalam bentuk narasi ke inbox Fiani Gee. Termasuk Nama yang dipakai dalam pengiriman naskah-nya dahulu dan Judul tulisan sebagai penanda. Juga fotonya yaa. ke flongdistance@yahoo.co.id. Paling lambat 31 Maret.(terimakasih)



Semangat MENULIS untuk menuliskan SEMANGAT.. ^_______^

MEC oh MEC

Raya Jambangan 70,

Tempat baru ini yang akan menghiasi sejarah hidupku. Bengunannya megah semegah hatiku –hallah- nampak seperti baru padahal eks sekolah menengah yang lama tak berpenghuni. Dibeli oleh sebuah lembaga social “Yatim Mandiri” dan disulap bak kampus elit besar di kota ini. Semua Masih kalah jauuuuuuuhh. Bagi kita disini tak sekedar kampus. Penempaan diri yang hebat bakalan terjadi. Mental, karakter, Psikologis, bahkan jodohpun bisa ketemu ditempat ini. Seruuu khan??



Yeah tempat ini cukup mudah sebutannya “MEC”, Mandiri Enterpreneur Center. Tapi kita lebih senang menyebutnya dengan Kampus Mandiri. Kalau kata manajer MEC dulu adalah sebuah kampus perubahan. My live changing MEC.



Penghuninyapun adalah orang-orang hebat dan luar biasa. Bibit unggul yang siap tanam, calon mahasiswa pilihan terbaik dari berbagai penjuru kota yang siap ditempa. Pendidikan ini dikhususkan bagi kita yang bernasib kurang beruntung telah ditinggal orangtuanya read; meninggal. Atau juga sebagai keberuntungan kita bisa lolos dari seleksi yang begitu ketat dan merasakan nikmatnya belajar disini.

Menjadi yatim bukanlah suatu kekurangan bagi kita, takdir –lebih tepat mungkin-- Tuhan yang telah menggariskan. Ayahanda tercinta kita dipanggilnya sebelum usia kita baligh, bahkan sebagian dari kita seperti aku ini Ayah dan Ibunda tak bisa berlama-lama menemani di dunia. Beruntunglah masih punya dua kakak yang begitu baik hati dan tidak sombong menggantikan kasih sayang mereka. Kadang jadi ayah, dan lebih bangganya mereka juga bisa jadi ibu bagiku. Heeemm thanks kak . Hiks..



Malangnya bagi sebagian dari kita yang tidak ada sandaran hidup seperti my hero brother’s. Pantilah jadi alternative andalan untuk bisa menyambung hidup dan meneruskan sekolah. Keluarga, teman, saudara, bisa ditemukan disana. Mereka adalah orang-orang yang sangat peduli terhadap kelangsungan hidup manusia-manusia lemah seperti kita.



Meski demikian kita memiliki tekad baja –keraaaaaass buuuu menjadi yatim berprestasi yang mandiri. Keputusasaan hampir tidak ada dalam kamus. Malu dengan kondisi keyatiman, dipandang sebelah mata tidak menyurut kePeDean. “Ini mengenai hidupku, bukan tentang bapak ibu yang telah tiada, bukan juga tentang hidupmu. Whatever!! PD aja lagii” hehehe

But, jangan sekali-kali menyebut tempat kita sebagai panti. Arrrrrgghhh… itu sangat menyakitkan sekali. Coba saja dengar pan…. Nonono jangan diucapkan. Bisa-bisa kita yang enggak terima akan melakukan demo masak kerumahmu. Koki kaleee



Tetangga tuh yang suka usil menyebut seenaknya, “oh,.. bekas SMP Komparasi yang sekarang dibuat panti itu yaaaaaa…”



“bukan buuukk, kita disitu kuliah, kebetulan ada asramanya. Kampus Mandiri namanya”. Pembelaan besar mode:on



“Lha iya mbaaak, untuk anak yatim khan?”. Heeeeemmm gak mau kalah nie orang.



“Masa’ remaja segedhe kami masih pantes disebut yatim?” ampuh bener menjawab pertanyaan dengan pertanyaan yang hanya di jawabnya dengan manggut-manggut.



“Iya ya..”



Habis risih dengarnya, bukan karena aku enggak senang dengan panti atau enggak pernah tinggal di panti. Yang lainnya juga sepakat kok. Ya khan! Masa’ sih bangunan semegah ini dibilang panti enggap mirip juga. Akan lebih tepat Graha Yatim Mandiri. lebih kereeen cing!.

Surabaya Iam Comming

Perjalanan ke surabaya dan memilih meninggalkan kuliah sementara adalah keputusan berat. Ade Rai Lewaaaaaaat. Berbagai pertimbangan menyangkut biaya kuliah, biaya hidup, cita-cita, masa depan, karier, asmara, keuangan. Jodoh. Ha? Emang ramalaaann.

Belajar di STKIP PGRI Jombang memang sangatlah tepat untuk pilihan cita-cita saia menjadi seorang guru yang baik dan benar. Lebih tepatnya guru matematika ding. Hampir setiap kali dosen yang mengawali mata kuliah baru dengan memuji-muji kita para mahasiswanya.



Bangga rasanya bila menjadi seorang guru, banyak berperan dalam kesuksesan setiap orang. Seorang gurulah yang juga dulunya mendidik Obama ketika masih bangku sekolah hingga sekarang ia bisa duduk di kursi kepresidenan amrik sono, tak ketinggalan pak esbeye. Gak jauh-jauh ding, yang ngajarin ana berseloroh dan nulis-nulis gak jelas inipun guru juga lho. Manusia pula. Hua.ha.ha.ha
Kabarnyaaaa, taun 2010an –seingat saia sii. Pernah ada yang bilang kalu fulusnya seorang pengajar akan dinaikkan. Istilahnya menaikkan derajat guru. Ada gaji ke tigabelas pula bagi yang PNS. Minimal pendapatannya tak kurang dari 1.5 jetian. –membuatku ingin menelan ludah- katanya siii ka-ta-nya. Kita amini saja bareng-bareng. Amiiiiiiiiinn. Kelihatannya dari sini yang menarik minat saya menjadi guru. Hahahha matree teteup.

Disisi lain kuliah juga butuh biaya buu, dan bayarnya tidak pake daun. SPP PT swasta di jombang mah muraaaaahh, yang mahal lain-lainnya. Buku referensi, foto kopi, biaya ujian, iuran kelas, uang kebersihan, uang kemanan, belum lagi kalo ada tugas yang pake acara makan-makan. Umumnyaaa

Ditambah lagi biaya hidup, untuk kos. Belum lagi salonnya, manicure, pedicure, creambath setiap minggu. Hahaha akhwat githu lhooo… pada intinya semua itu perlu uang, gak ada gratis zaman sekarang!

Dan semua itu saia hanya menggantung sama dua kakakku. Suatu kali minta mas idin dan kali lain minta mas Andik. Tapi ketika dua-duanya sama-sama bokek walhasil pelototan kakak iparku yang dapat kutrima.

“kalu punya uang itu dihemat, tabung buat persediaan nekgak ada uang kayak gini. Mau gak mau adanya Cuma segini itupun utang”.

“iya mbak gak papa, terimakasih”, Hmmmmm,,, ikhlas gak siiihh??

Sebenarnya, usai SMA dalam kamus besar bahasa hidupku tak ada kata kuliah. Bisa lulus SMA saja udah bersyukur banget saya. Wasiat orang tua kepada mas Andiklah yang telah membujukku. Disekolahkannya kakak tertua saia sampai tinggi –padahal Cuma D1, dan dengan kelihaiannya bisa sampai lulus S1 enggak kayak adiknya ini yang kuliahnya terlunta-lunta enggak jelas. Tapi dengan segala bujuk rayu terpaksalah mendaftar juga. hiks.

Walaupun terpaksa, saia gak kuliah seenaknya atau hanya sebagai mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Saia adalah civitas akademika yang aktif dalam berbagai kegiatan internal maupun eksternal –ceileeeeee. Dan dengan bangganya saia ikut campur tangan dalam pembentukan BEM tahun ketika saia tinggalkan. Kira-kira kalau saia masih disono saia kali yaaaa yang menggatikan mas ketua BEM terpilih. Hehhe.

Meski sibuk begitu -sok sibuk lebih tepat, prestasi akademikku lumayan baguus lho. Bisa mencapai 3,89. Waaahh suit-suit pamer pamer. Gak heran jika kakakpun antusias untuk menguliahkan. Thanks broth.
Namun, ada keinginginan yang mendalam agar bisa membuat kakak tenang. Saia serasa menjadi dept collectornya setiap bulan, bahkan setiap minggu. Sudah berusaha mencari side job apa saja yang penting halal. Tapi seringkali berbenturan dengan jam kuliah. Pun juga alasan mental ketika waktu itu tak se tebal sekarang masih malu malu. Jadi muke badak sekarang.

Ternyata Tuhan yang maha bijak memberi jalan lain. Saia dipertemukan dengan sebuah peluang yang bisa memberi kuliah dan biaya hidup secara free. Segalanya gratis, tidur diasrama dan makan 3x sehari tanpa khawatir kelaperan, bisa nambah pula.

Peluang Emas pikirku, kenapa tidak diambil. Keluarga akan senang mendengarnya pasti. Meski bukan waktunya liburan atau weken, kusempatkan untuk pulang membawa kabar gembira ini. Dengan antusias kusodorkan brosur dan form pendaftaran serta persyaratannya pada kaksaia yang paling muda.

“mas-mas, ada kuliah gratis di surabaya”

“mana ada”

“liat dulu nii brosurnya”.

“ah.. ini bo’ongoan”

“ini beneran mas, saia sudah pernah ikut diklatnya 3 hari di Islamic center saat bulan puasa kemaren. Kan lumayan mas”

“Trus kuliahmu?”

“kan bisa ambil cuti, itung-itung bisa membantu sampean supaya saya gak terus2an mengganggu keuangan kalian” celetukku.

“kuliah saja yang rajin, dan tunjukkan prestasi belajarmu. Itu baru membantu kita” ups. Tampaknya saia salah kira.

“maas.. Unun tu tau sebenarnya tau kau gak punya cukup uang untuk menguliahkan unun, tapi kau selalu berusaha untuk selalu ada dan bisa memberiku uang setiap kali saia memintanya. Istrimu juga butuh uangmu, anakmu, mertuamu.” Hampir-hampir saia menangis mengucapnya.

Singkat cerita, kakakmuda tidak akan menyetujuiku mendaftarkan diri, bahkan ia tidak mau mengurusku lagi termasuk jika terjadi apa-apa denganku. Saia yang sok dewasa menerima dengan lapang dada keputusannya. Dan saia memutuskan sendiri jalan hidupku.

Gak patah semangadh, saiapun mencari pendukung dari kubu kakak tertua. Kali aja dia setuju, apalagi istrinya. Saia berkali-kali membayangkan senyum indah setiap hari akan tersungging dibibirnya jika saia bisa mendapatkan peluang ini.

Taukah sodara-sodara apa katanya, “Yo… gak popo di coba ae? Cuma setaun ae lho toh koen yo isok ambil cuti”.
Whaaaaats?? Bagaikan air ditengah gurun saharaa. Alhamdulillah akhirnya dapat pendukung.

Tiba-tiba dari dalam sang nyonya besar angkat bicara. “aneh-aneh ae, kuliah gak hanya kuliah saja. Memangnya cuti gak bayar apa? Kuliah makin lama makin mahal biayanya”.

Alasan yang tak bernaluri, toh saia sendiri juga tau kalu waktu cuti kuliah biayanya nol rupiah alias free.
“Bilangnya kuliah gratis, awalnya saja. Ujung-ujungnya paling juga disuruh bayar. Uang lagi, kakakmu lagi yang bayar.” Huuh peritungan bener sih nenek lampir satu ini. Bukannya tambah senenng jatah bulannya akan utuh malah ngomel-ngomel, cerewet, bawel. Umpatku. Hush akhwat kok ngumpat. Serba salaaaaaaaahh arrrrrghhhhhhh…

“westalah dek, dia kan sudah besar. Pasti sudah dipertimbangkan sendiri”. Ceilee kakakku bijaknyaaaa. Nyempil kata-kata dari mana. Ailupyu ailupyu kak.

Huaaaaaa Akhirnyaaa… saia bisa ke Surabaya dan kakak saia sendiri yang bersedia dengan senang hati mengantarkan saia, senaaaaaaaang Surabyaaaaaaaaaaa Iam Comiiiiiiiiiing…

Nunu El-fasa

Selamat berpisah n sampai jumpa

teruntuk semua sahabat-sahabatku.....

shock, kaget, dan tentu saja sedikit mengguncang jiwa, untungnya belum sampai gila. tidak hanya saia, ada mungkin diantara kalian yang bertanya-tanya kenapa?? kenapa? dan kenapa?. *Tanya kenapa??*. Tiba-tiba menghilang tanpa kabar berita. bukan kok saia lari atau menghindari kalian, tidak mau menatap lagi muke-muke kalian yang pada kunyel-kunyel akibat bergulat di lapangan, aku masih betah kok sebenarnya walaupun setiap hari harus menghirup bau keringat kalian yang meski tak sedap itu adalah keringat perjuangan kalian, agar yang bagian staf dalam tetap ada job atas apa yang kami terima setiap akhir bulan. tapi tidaklah penting sekarang mencari celah, kenapa, siapa dan bagaimana itu terjadi?? katanya saudaraku @Agus Alfatan Almaghribi dalam tulisannya di wall DukUNg uNUn a.k.a nUNu tRiWiDaNa BaNkiT aGAiN xIXixixi!!! "Wes g' usah dipikir. Yang lalu biarlah berlalu. Xixixixixixixi".

Terimakasih dan mohon maaf kepadamu aku ucapkan...

@my lovely dear:-) terimakasih dukungannya, supportnya dan tentu saja cintanya. memahamkan aku akan arti keikhlasan dan kesabaran. memberikan banyak motivasi meski aku sendiri Paham kau bukan motivator sekelas Jamil Azzaini.

@mbak munah, umi, mbak nila, mbak ambar, mbak tien. Atas nasihat-nasihatnya, bantuan dan ocehan-ocehannya yang meski aku kadang dongkol mendengarnya tapi aku tau sebenarnya itu adalah tanda sayang mu. ya kann??

@pak vicky, kak tang, mas bambang, mas fahri, kak mukhsir dan kholik. kita tidak dapat bercanda lagi tapi jangan khawatir masih ada FB kok. aku buat forum untuk itu. coba tengok di sebelah. terimakasih juga dan mohon maaf

@Mr mutrofin, kepala cabang dengan dedikasinya yang luar biasa terhadap lembaga, dengan sabarnya memimpin diriku (terimakasih). dan mohon maaf sudah tidak bisa membatu dan menjadi mitra yang baik begitu juga tolong disampaikan kepada Ustad saya di humas Achmad Sjamsuddin

@Kak udin dan As'ari: bonek supporter yang tidak akan lagi kudengar nyanyian-nyanyianmu lagi. terimakasih dan mohon maaf

@Irfan, aku selalu meyakinkan diriku kau begitu baik dengan tindakan benarmu. terimakasih sudah membuka kedua mataku.

dan semua teman-teman cabang ada mbak yuli, adar, rohma, dan kalian semua. mohon maaf atas kekhilafan dan mohon maaf. syukurku aku bisa mengenal kalian

dan terakhir buat komandan Zakaria serta Inspekturnya Iwan setyawan. Terimakasih dan mohon maaf.


Nunu El-fasa

Feel Free To Follow My Blog