Sunday, September 02, 2012

Belanja Online, Surga Kaum Shopaholic

Ilustrasi orang belanja (sumber)
Hampir semua shopaholic adalah kaum hawa yang sangat berminat dengan belanja baju. Apalagi di era modern yang menuntut mereka beraktivitas lebih, sedikit banyak menyita ruang gerak hobby mereka berbelanja. Tidak salah jika pilihan belanja baju online menjadi alternatif yang sangat menyenangkan. Karena beberapa keuntungan bisa mereka dapatkan sekaligus :
  1. Hemat Waktu dan Tenaga adalah alasan utamanya, pembeli bisa melakukan transaksi dimanapun tanpa mengganggu aktivitas bekerja. Apalagi seorang wanita jika dihadapkan dengan yang namanya belanja baju, tidak bisa dengan satu pilihan di satu toko. Sehingga banyaknya pilihan yang  ada mengharuskan mengunjungi toko satu per satu semakin memakan waktu jika harus belanja offline. Akan tetapi dengan belanja baju online ini akan sangat membantu memperpendek waktu yang dibuang sia-sia hanya untuk mengintari seluruh toko baju di mall. Apalagi jika belanjaannya banyak, pembeli tidak perlu repot-repot membawa sendiri belanjaannya pulang. Karena dengan belanja baju online barang pembelian yang akan datang sendiri ke rumah.
  2. Ruang Tanpa Batas yang ditawarkan dunia maya bisa dilakukan kapan saja, tidak perlu menunggu toko buka. Hampir semua toko baju online yang ada, termasuk toko baju online Laku.com bisa diakses 24 jam, sehingga pembeli bisa memilih baju yang ingin dibeli kapan saja tanpa menunggu toko buka.
  3. Efektif dan Efisien dari segi ekonomis. Hanya dengan duduk di rumah atau di kantor dengan menghadap layar monitor, pembeli tidak akan kehilangan transport berlebih pulang-pergi ke toko baju online. Biasanya mereka hanya membebankan ongkos kirim (ongkir) yang jauh lebih terjangkau daripada pembeli datang sendiri memerlukan biaya transpot isi bensin mobil atau sewa taksi.
  4. Lebih Up To Date mengenai informasi model baju terbaru yang sedang trend saat ini semakin cepat di terima oleh pembeli yang selalu mengedepankan penampilan baru mereka.
  5. Belanja Baju Online lebih Murah dan Terjangkau karena beban biaya yang dikeluarkan oleh toko baju online lebih sedikit daripada toko offline, yang membutuhkan banyak karyawan, biaya sewa toko, belum lagi pajaknya. Sehingga margin harga yang biasanya diambil oleh toko baju online jauh lebih rendah disamping menguntungkan mereka karena cepat laku dengan harga Grosir dan Eceran yang murah.
  6. Proses Belanja yang Mudah dan Menyenangkan juga menjadi alasan bagi pembeli yang tidak mau berjubel-jubel seperti ketika hari raya. Cukup memesan barang via email, chating, atau bahkan melalui SMS/BBM dengan pembayaran melalui e-Banking atau ATM Banking, barang akan dikirim ke tempat pembeli sesuai pemesanan.

Sehingga bisa dikatakan Belanja Baju Online menjadi surga baru bagi para Shopaholic yang hanya berada diujung jari telunjuk mereka. Disamping hal demikian itu pilihan Belanja Baju Online Laku.com lebih mengedepankan harga Grosir dan Eceran yang Murah dan Aman untuk kenyamanan para pembelinya.

Saturday, September 01, 2012

Award Pertama, Setelah 4 Tahun Ngeblog


Sudah nggak berlaku lagi yaa.. award-awardan. Tapi memang beginilah cara blogger mempererat persaudaraan dengan cara sebuah penghargaan. Dimana sebuah update postingan adalah yang menjadi penanda blog itu hidup, setiap hari, setiap saat, setiap waktu. Kalau tidak ada Ide bagaimana? Award inilah termasuk alasan menambah daftar panjang ide yang bisa ditulis sebagai blogger. Hehehe

Sebenarnya ada beberapa yang ingin saya bagi, berhubung ini adalah hari pertama di bulan September saya ingin memposting Award pertama saya yang saya dapat dari Sinna Saidah. Bahagia pastinya, setelah berabad abad (read: 4 tahun ding) ngeblog, eksistensi saya di dunia perbloggeran baru terbukti 3 hari lalu setelah dapat informasi award ini. Hehehehe.. Secara keaktifan saya ngeblog belum dianggep jika belum ada pengakuan dari blogger lain. Paling tidak inilah bentuk perhatian dan keterikatan para blogger. Its my mind. Sehingga terimakasih kepada Sinna dengan Award ini :D. Yeay... akhirnyaaaaaa...


Ada peraturannya buat dapetin award itu :
  1. Tiap orang yang kena tag harus nulis 11 hal mengenai dirinya sendiri
  2. Jawab pertanyaan yang diajukan oleh orang yang nge-tag kamu
  3. Bikin 11 pertanyaan baru untuk orang yang ingin kamu tag , 
  4. Tentuin 11 orang untuk dapat award ini dan link-kan mereka ke post-mu 
  5. Pergi ke halaman blog mereka dan kasih tau kalo mereka dapat award ini
  6. Gak boleh nge-tag balik
dan saya haru ngejar waktu 30 menit untuk mengerjakan award diatas agar bisa posting tepat tanggal 1 September ini :D huaaaaa.... bisa-- bisa-- bisaaaaaaaa
 
Okeh point 1, inilah 11 hal tentang saya

  1. Pertama yang enggak bisa dielak adalah idungku pesek alias ndlesep, tapi..
  2. Masih narsis dan percaya diri ngaku mirip Kajal karena bersuamikan orang yang ngefans berat sama Kajal :D (kebangetan PDnya)
  3. Pecinta matematika akut meski udah enggak sekolah,
  4. Masih, dan ingin punya cita-cita menjadi Pembina Pramuka, --> serius :D
  5. Takut darah apapun, kecuali darah haid
  6. Enggak bisa tidur sendiri, karena punya penyakit sarap tindien,
  7. Rakus enggak, tapi pemakan segala (sama saja bukan?) --> bentuk makanan lo ya,
  8. Percaya nggak percaya, saya bisa belajar atau nulis kalau di tengah keramain. Misal disamping orang yang lagi ngobrol atau ditemenin TV yang ngoceh sendiri saya cuekin:D he?,
  9. Belom pernah sekalipun naik pesawat, (enggak penting banget)
  10. Sering kena omel suami gegara cucian numpuk 
  11. Suka lupa waktu kalau di depan Lappi

Point 2, jawaban dari pertanyaan Sinna,
  1. Sebutkan nama pena kamu? Nunu El Fasa
  2. Apa golongan darah kamu? O
  3. Minuman apa yang paling kamu sukai? Good Day Moccacino pakai Es (ini nggak lagi promo)
  4. Apa alasan kamu nulis di blog? Bersosialisasi dengan teman, berbagi pengalaman, belajar nulis atau bagaimana? (belajar nulis)
  5. Antara Asia dan Eropa mana yang lebih kamu suka? Kenapa? Nggak bisa dua-duanya ya:(, karena saya belom pernah kesana semuanya. Kalau satu ya Eropa, Destination Wisata yang lebih jauh:)
  6. Kamu suka mendengarkan radio tidak? suka,
  7. Ketika kamu mendengar kata RADIO apa yang ada dalam pikiran kamu? penyiarnya cerewet bener, kok bisa begitu mereka makan apa ya?
  8. Negara mana yang paling kamu ingin kunjungi? Saudi, Mekkah :D
  9. Menurut kamu blog-nya Aida itu kurangnya dimana? baru kenal da, mungkin yang terlihat bannernya dibuat lebih simple lagi.. :D
  10. Menurut kamu impian Aida potensial tidak untuk menjadi seorang penulis? banget,
  11. Apa impian yang ingin kamu realisasikan? Ibadah haji dengan suami:D


Poin 3, Bikin 11 Pertanyaan Baru dan mudah-mudah kok

  1. Sebutkan macam-macam air yang keluar dari bagian tubuh minimal 3? Kecuali BAK dan BAB :D
  2. Pernak kutuan enggak? :D 
  3. Pernah menjilat upil, atau nelan ingus nggak, hayooo ngaku? Bagaimana rasanya? Jika pernah, mengulanginya lagi nggak? Kenapa hayooo?
  4. Punya teman yang namanya Unun nggak? (asli ini survei nama saya :) Kalau iya, nama panjangnya siapa?
  5. Kapan terakhir kali menangis? Kenapa? 
  6. Paling siang dan paling pagi, kamu pernah bangun jam berapa?
  7. Paling banyak sehari berapa jam di depan lappi?
  8. Paling sering, Fb-an, Twitteran, Ngeblog, atau apa? Apa asyiknya?
  9. Tertarik nggak untuk jadi PNS, alesannya?
  10. Jika disuruh pilih (kamu atau istrimu, *nantinya) untuk menjadi guru atau menjadi ibu rumah tangga? kenapa?
  11. Dewi Persik atau Julia Peres? Kenapa? (harus pilih salah satu dan enggak boleh enggak milih dua-duanya)

Wednesday, August 29, 2012

Ingin Sesuatu Yang Baru, Please Help Me...

Sudah lama ingin mengganti template, tapi males banget pasti semuanya ikut berubah dan membenahi satu persatu. Pernah sih mencoba, sudah download template jadi ogah-ogahan setelah sadar kalau tampilan dashboar yang baru pasti trik-triknya juga berubah. Mesti belajar lagi dari mbah Google. Searching-searching lagi tutorialnya *)ini cara saya belajar blog secara otodidak dulu waktu pertama kali buat. Otak-atik lagi dari awal... Huhuhu...

Baru kesampaian sesorean ini. Niat banget meluangkan waktu special pake telor buat mempercantik rumah maya saya. Akhirnya, ternyata lebih mudah. Segala hal yang kukira widgetnya akan acak-acakan, ternyata memang sama. Tapi bedanya mudah sekali untuk dibenahi. Berbeda dengan yang tampilan lama, sekalinya widget lama yang tetap dipake pada template yang baru nggak bisa di petal. Sampai butuh waktu berminggu-minggu pusingnya untuk merubah lagi dari awal.

Tadi bener-bener mak jleb, nggak ngira hanya sesore rumah maya saya siap pakai lagi. Tapi yang menjadi masalah ada beberapa widget yang ingin saya rubah atau tambahi. Berkali-kali mencoba dari tutorial yang saya temukan di mbak Google, kurang sreg di hati atau bahkan eror, htmlnya nggak cocok. Adakah yang bisa membantu menjawab keinginan saya di bawah ini.

1.
Link yang ada di postingan blog saya enggak banget, maksudnya nggak keliatan banget. Pengen ganti warna. Sudah saya otak-atik di setting template tetep aja nggak ngaruh. Termasuk besar font postingan saya amat kecil, ingin diperbesar lagi. Bagaimana solusinya?

 2.

Di template yang baru ini, jumlah komentar dalam postingan saya hilang, saya tidak ingin menambah tapi hanya ingin menampilkan jumlahnya di samping "icon" read user's comment. Misal Read User's Comment (5),  bagaimana menampilkannya lagi?

Atau

3. 

Menampilkannya tepat disamping label postingan, misal penampakannya seperti dibawah ini



Pengen banget kayak rumah temen-temen lainnya... Please Help..!!!


Tuesday, August 28, 2012

Surat Cinta Dari BaPerSip

Balik dari mudik, nemu amplop nemplok di Lappi. Dari kop suratnya dari Badan Perpustakaan dan Kearsipan (BaPerSip) dengan tujuan Sdr. Koordinator Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN). Hemm.. apa ya isinya...


Sebuah balasan atas proposal yang saya kirimkan saat acara Ramadhan IIDN kemarin. Sangat formal sekali, begitu menghargai arti sebuah tanggapan meskipun itu adalah sebuah penolakan. Proud It. Dan baru nyampek setelah lebaran. Hmmpp... terkena macet kali yaa pak posnya :D

Luamayan.. Jarang-jarang dapat Perangko berstempel


Monday, August 27, 2012

Gile! Gue Pernah Patah Hati Lho!!

Patah hati itu biasa, yang menjadi luar biasa bagaimana kita bisa bangkit menyambut cinta selanjutnya. Seperti musin kemarau yang tidak selamanya, bersiaplah menyambut hujan yang akan menyiram hati yang pernah gersang.

Yang namanya patah hati tidak akan pernah jauh dengan yang namanya jatuh cinta. Yaa... setiap saya memberanikan diri untuk jatuh cinta kepada seseorang, saya juga harus menyiapkan keberanian untuk patah hati juga. Apalagi saya termasuk orang yang mudah kagum dengan seseorang, tapi untuk mencintai saya sulit lari darinya. Meskipun cinta itu hanya mampu terpendam selama tiga tahun masa SMA. Tapi setelah keterbukaan perasaan saya untuknya berbalik menjadi boomerang menjelang Ujian Nasional, nyaris menghancurkan sekolah saya.

Tapi patah hati kali ini berbeda. Patah hati ini karena sebuah kontes menulis dari penerbit Leutika Prio "When I Broken Up". Mungkin sudah banyak yang tahu bahkan mungkin juga menjadi salah satu pesertanya. Dengan semangat menyambut '2012 *)kala itu DL tepat malam tahun baru, saya bela-belain bergadang menuliskan kisah saya di atas itu. Tapi dengan setengah hati saya mengirimkannya, khawatir kalau nanti si dia baca bagaimana yaa responnya. Malu juga sigh.. Apalagi saya pakai nama asli dia tanpa saya samarkan Hihihii.. 

Alhasil karena kesetengahhatian saya itu, naskah saya gatot. Menjadi naskah terbuang yang tidak lolos untuk dibukukan. Ya siapa saya sih? Penulis kacangan yang ngarep naskahnya lolos dari ratusan peserta yang hanya diambil beberapa puluh. Dengan setengah hati pulak. Jadinya patah hati beneran, ditambah sedikit kecewa.

Dan tidak lama patah hatipun terobati tatkala saya mendapat inbox jamaah *)cc-nya banyak dari Dang Aji, sang creator gurp kepenulisan Untuk Sahabat menawarkan naskah yang tidak lolos untuk dibukukan atas nama grup Unsa. (Benar kan?! Seperti yang saya bilang dalam pembukaan, patah hati ada masanya) Seperti Oase, masing-masing dari kita (read; jamaah patah hati yang gatot) banyak yang mengiyakan dan sepakat untuk ditawarkan ke penerbit mayor.

Bil Khusus saya, seneeeng banget apalagi dalam buku ini berkumpul penulis-penulis luar biasa, yang dalam benak saya "pantas naskah saya nggak lolos!". Tapi, yang menjadi kejutan berikutnya, Dang Aji memilih nama saya dalam sampul buku. Padahal saya tidak ikut dalam proses apapun, baik penyusunan, layout maupun design cover yang disodorin begitu saja dalam inbox pribadi.


cover pertama kali

Saya melihatnya sekilas dan terima jadi saja. Bukannya emoh kasih masukan tapi saya memang buta dengan design cover, berharap dapat respon dari teman-teman lainnya yang lebih memahami. Saya kaget ketika foto covernya diunggah hasfa ke publik, ternyata ke-iya-an adalah keputusan, oleh Dang Aji langsung dikirim ke penerbit Hasfa Publisher yang memang menawarkan terbit mayor sebelumnya. Berbagai respon saya terima, ada yang terkait ke-islamian cover, karakteristik warna buku juga pemakaian font-nya. Termasuk filosofi akar-akarnya yang banyak dipertanyakan. Tapi itu memberikan pengetahuan baru bagi saya tentang sebuah cover yang bukan hanya menarik dan menjal, tapi juga penggambaran dari isi buku pas tidak kalah penting.

I don't judge a book by its cover but a good cover will get me to judge a book

Saya jadi sungkan sama Dang Aji yang sudah susah payah mendesign cover ini, apalagi ianya juga mengeluarkan uang untuk design. Tapi, bagaimanapun nama saya yang akan dipertaruhkan dalam cover buku ini. Mengingat pengharapan besar dari buku ini untuk mencapai keberhasilan lebih dari buku saya "I am Proud To Be Scout" sebelumnya yang mencapai best seller di web Leutika Prio.

Dan alasan lainnya; ternyata mendesign itu tidak mudah, walaupun hanya memikirkan bagaimana design cover yang sesuai untuk tema patah hati. Jika hanya sekedar memakai logo patah hati, sepertinya sudah biasanya. Terlalu rumit jika dipikirkan, akhirnya saya hanya mencontohkan sebuah buku sebagai contoh cover yang saya inginkan. Taraaaaaaa... ini dia


Pengambaran patah hatinya masih kurang kuat
Terlalu biasa, jika dalam kepenulisan. Cover buku diatas hanyalah sebuah cerpen dan cover pertama adalah sebuah novel dilihat dari terjemahan gambar-gambarnya. Akhirnya saya minta dirubah warna hitam supaya lebih tajam seperti gambar di bawah ini.
Nah ini dia cover yang akan di Pakai

Sudah terbit dan bisa di Pesan di Hasfa Publisher

Sunday, August 26, 2012

Nabung Koin itu.....


Padahal postingan ini sudah pernah saya share dalam bentuk foto di Facebook saya lengkap dengan captionnya. Tapi entah kenapa saya pengen banget menuliskannya lagi dalam bentuk barisan semut huruf utuh seperti postingan lainnya. Walaupun terlambat tapi gak apa ah, saya juga pengen curhat sedikit.

Sejak sebelum menikah suamiku sudah gandrung dengan uang koin seribuan yang katanya tengahnya warna emas. Setiap dapet duit itu pasti disimpen rapet-rapet. Sampai-sampai saya juga ikut-ikutan ngoleksi, kadang dibela-belain nutup muka nuker uang koin di pedagang asongan. Alasannya simple, koinnya akan dilebur dan dijadikan cincin buat kita berdua. So sweatlaaaahh... tapi hanya dalam bayangan. Hingga menikah koin-koin itupun nganggur, utuh tersimpan di kaleng yang berpindah-pindah. Mulai dari tempat pensil, cangkir keramik, kadang bisa jadi korban kebiadaban tangan-tangan kami ketika mencari sesuatu enggak nemu-nemu semua koin ditumpahin sehingga tercecer begitu saja di atas rak plastik sampai berhari-hari.

Dari sana saya kepikiran kenapa enggak sekalian menabung koin? Toh selama ini suami saya juga sering banget dapat kembalian dari membeli rokok yang kadang digeletakkan begitu saja di atas lemari hingga numpuk baru saya sadar untuk memungutnya.

Daaann... Tepat setahun ini saya mengumpulkan koin-koin itu ketika hari raya tahun lalu saya benar-benar meniatkan untuk memulai menabung koin. Ternyata menyenangkan. Meskipun hasilnya tidak begitu banyak, sekitar 300-400 ribu tapi inilah keberhasilan pertama saya dalam hal tabung menabung.

Ya.. jika mengingat jaman masih kecil. Saya ingin sekali bisa niru teman-teman yang rajin menabung, atau kalau orang desa saya bilang nyelengi yang akan dibedol pas hari raya. Tapi bagi saya itu sebuah ke-fana-an, tidak lama celengan saya pasti akan cepat cacatnya akibat ambil paksa uang di dalamnya. Hihihihi...


Itu dulu..

Sekarangpun sama, hihihi.

Seringkali saya ngumpulkan uang puluhan ribu, ratusan ribu, pasti tidak akan bertahan lama. Lebih sering kepakai. Kebutuhan urgent atau enggak sekalipun saya tidak akan sayang mengeluarkan. Meski dengan dalih akan mengembalikan di kemudian hari, yang pada kenyataannya tidak pernah kembali. Itulah kenapa saya lebih seneng nabung di bank yang tanpa ATM daripada nabung sendiri di rumah.

Tapi... berbeda dengan nabung koin ini. Kalau tidak punya uang sekalipun, saya akan terpaksa menghemat. Padahal celengan koin saya ini lubangnya cukup besar, mudah saja untuk saya mengambilnya. Tapi untuk keperluan besar saya menghindari untuk bertransaksi koin. Sangat tidak efisien, selain ribet ngitung satu persatu butuh PD yang cukup besar untuk mengeluarkannya. Ya.. kecuali untuk hal-hal sepele; beli cabe, garam, merica, walaupun tanpa dalih akan mengembalikannya tanpa menunggu besok uang gantinya cepet nemplok lagi dalam kalengnya. Itupun yang saya pakai hanya koin perak. Saya terlalu sayang jika mengeluarkan koin emas. Entahlah dari dulu koin emas memang lebih mempesona. Mungkin juga karena issue lama yang pernah beredar masih terekam terlalu kuat kalau koin emas mengandung "bijih emas". Terutama dulu paling dicari adalah koin yang keluaran tahn 1991.


Sehingga lebaran kali ini saya tidak membedolnya atau menukarkannya ke bank. Meskipun kata mbak Niq koin emas seribuan itu tidak laku lagi saya akan tetap menyimpannya. Kini semua saya jadikan satu dan saya pindahkan ke dalam botol. Bukannya saya pelit untuk membeli celengan yang harganya murah. Hanya ingin kelihatan berbeda dan akan saya teruskan niatan nabung koin ini sebagai tabungan haji kami nantinya. Semoga. Doakan ya :D

Tabungan koin saya dan suami

Kira-kira butuh berapa koin yaa untuk naik haji berdua suami?

Saturday, August 25, 2012

Memberi tiada Batas (StoryCake For Ramadhan end of Part 6)

Legaa.. serangkaian acara Sharing Ramadhan with IIDN (ShaR-I) satu persatu terlaksana. Tinggal pamungkasnya pembagian bingkisan lebaran menghabiskan sisa-sisa dana. Yang menjadi kendala adalah belanja keperluannya. Mengingat belanjaannya akan begitu banyak, jarang-jarang lho saya belanja jutaan. Bahkan mungkin belom pernah. Paling banyak mungkin 200.000 - 300.000. Sehingga belanja kali ini akan membutuhkan mobil, paling tidak taxi. Dan beginilah hasilnya.. :D





Dan sayangnya ketika acara distribusi bertepatan dengan acara buka bersama family karyawan Yayasan Yatim Mandiri Sidoarjo, sehingga saya serahkan kepada kakak ipar yang sudah saya beri list sebelumnya. Bersyukurnya lagi, karena agenda IIDN ini. Mertua saya turut sumbangsih menjadi donatur memberikan Rp. 200.000 setiap bingkisan kepada anak yatim dan Rp. 100.000 kepada setiap ibu yatim (jandanya). Sehingga akumulasi dana terkumpul banyak sekali dengan perincian berikut ini:D

  1. Jual putus Kamus Ina (Afin, Cs) Rp. 250.000 
  2. Yatim Mandiri Rp. 1.000.000 
  3. Dana dari pusat Rp. 200.000 
  4. Mbak Donna Dwinita Rp. 1.000.000 
  5. Mbak Wasiah Ardi 5 x ta'jil Rp. 25.000 
  6. (mbak Faizatin) Rp. 250.000 --> 10(ta'jil),6 nasi box), 5(air mineral),1(paket sembako) 
  7. tetangganya mbak Sri Rahayau (takjil) Rp. 50.000 
  8. Mbak Sri Rahayu dkk... Rp. 300.000 
  9. Mbak Shabrina WS Rp. 150.000 
  10. Mbak Isna Zulvia Rp. 200.000 
  11. Bpk. NN (200.000 x 16 anak yatim) = Rp. 3.200.000 
  12. Bpk NN (100.000 x 14 Janda Miskin) = Rp. 1.400.000 
Total dana Rp. 8.025.000


  • Bantuan dalam bentuk Non materiil: 
  • Mbak Sri Rahayu CS... --> baju layak pakai anak dan dewasa 
  • Mbak Afuah Noniaf --->; baju layak pakai dewasa 
  • Mbak Shabrina ---> dooprice dalam bentuk buku 2 eksemplar 
  • Mbak Afin ---> Ta'jil es 
Pengeluaran Dana

1. 10 Proposal @9500 Rp. 95.000
2. Transport Rp. 20.000
3. foto kopi dan print warna kop dan amplop Rp. 25.000
4. Acara bagi takjil Rp. 200.000
5. Backdrop Rp 75.000
6. Pulsa Rp. 50.000
7. doorprice buku 2 eks Rp. 50.000
8. Ta'jil+buka+uang saku (pesan lgs di catering panti) Rp. 1.000.000
9. pesan buku IIDN untuk on air dan doorprice Rp. 252.000
10. Biaya Angkut Barang Rp. 100.000
11. THR 16 anak Yatim @200.000 Rp. 3.200.000
12. THR 14 Janda miskin dan Dhuafa @100.000 Rp. 1.400.000
13. Paket Lebaran untuk janda miskin (termasuk yatimnya) dan dhuafa 20 Paket @75.000 Rp. 1.500.000\
14. Stempel IIDN Rp. 75.000

Total pengeluaran Akhir Rp. 8.042.000

Catatan:
*Masih ada sisa buku doorprice (4 buku) saya pegang, akan saya jadikan inventaris IIDN untuk kepentingan IIDN nantinya

Alhamdulillah.. terimakasih semua.. pendiri IIDN Pusat teh Indari, Pengurus IIDN pusat teh Lygia, teman-teman IIDN ada mbak Afin, mbak Nita, Mbak Sri Rahayu, Mbak Isnah, mbak Ria, Mbak Tri, Mbak Tatit, mbak Aaf, dan semuaaaaaa-muaaaaaaanyaaaaaaaaaahh ah terlalu banyak jika saya sebutkan pokoknya yang sudah membantu kegiatan IIDN ini baik secara langsung, tidak langsung maupun yang mendoakan untuk kelancaran kegiatan kita ini. Semoga ini akan berkelanjutan untuk kegiatan IIDN tahun depan. Big Thanks for you All. 

Sidoarjo. 25 Agustus 2012; 22:31
IIDN Korwil Jatim











Nunu El Fasa

Feel Free To Follow My Blog