Friday, December 09, 2011

Update Peserta Flash True Story tentang Matematika (08Desember 2011 Pukul 18.00 WIB)

No. Nama Peserta – Judul naskah

1. Ad. Rusmianto : Matematika = Nol Kilometer
2. Anna Savira : Think About That
3. Ariashinta : Cerdas Tapi Malas
4. Asni Ahmad Sueb : Buta Bukan Berarti Tak Melihat
5. Cha Canlierz : Kunci Matematika
6. Dekha : Aku Menyukaimu, Tapi Tidak Mencintaimu
7. Dien Ilmi : Diskusi Para Marmut
8. Encep Abdullah : Matematika Dan Hukuman
9. Eva Riyanty Lubis : Mereka Mengajakku Berduel


10. Fitriana Puspitarani : Teruslah Berlatih Matematika
11. Haniah Nurlaili : Tangisan Matematika
12. Haniah Nurlaili: Bukan Matematika Biasa
13. Hylla Shane Gerhana : Keunikan Matematika Dalam Kehidupan
14. Ika Deka Sipottercullenkudou : Math In Love
15. Indah Purnama : Aku Dan Nilai Matematikaku
16. Langga Gustanto : Ujian Matematika So What Gitu Loh
17. Marisya : Katakan ‘Ya’ Untuk Matematika
18. Molzania : Cintatematik
19. Mudhalifana Haruddin : My First Day With Math
20. Mudhalifana Haruddin : Misteri Fpb
21. Nay Riskara : Bertemu Matematika (Lagi)
22. Nensi Villanesia : Ini Kisahku
23. Niken Larasati : Kehidupanku Seperti Trigonometri
24. Nurarifah : Di Mulai Dari Seorang Guru Matematika Yang Hebat
25. Nursiti Rohmah : Sembilan Dua
26. Nursiti Rohmah : Matematika, Welcome To My Life
27. Puteri Amirillis : Flash True Story Satpam Belajar Pembagian
28. Ragil kuning : logaritma.. Oh, logaritma
29. Rahma s. Khairunisa : soul math
30. Resti Khairun Nissa : Matematika Itu Unik
31. Sekar Illalang : Ujian Suken Yang Ajaib
32. Septia Khoirunnisa : Matematika, You Always Here…
33. Silvia Dyah Puspita Sari : Kenangan Matematika
34. Skyda : Jangan Malu Bermimpi!
35. sofia hasna : Lovely Match,Muach!!!
36. Sri Siska Wirdaniyati : Pangeran Matematikaku
37. Sugiarti Ahmad : Aku Dan Matematika
38. Tyas Ayash : Aku Benci (Cinta) Matematika
39. Vanisa Desfriani : Matemacinta
40. Venda Intan Pratama : Demi Si Monster Matematika
41. Vindy Putri : Masa Depanku
42. Wahyu Wibowo : Dua Mata Matematika
43. Wicha Spicca Breeze : Phytagoras
44. Yola Ismurti Hild : Frekuensi Kenangan Matematika
45. Yulia Fatmianeri : Matematika Harus Ditaklukkan



Info Lomba

SALAM MATEMATIKA!

Jika mendengar kata “Matematika” apa sih yang kamu pikirkan??

Sulit…???

Gurunya Kejam??

Atau

Matematika itu lebih menakutkan daripada hantu??

Meskipun demikian banyak lho, anak-anak yang mendapatkan nilai 10 setelah ujian nasional. Bukan hanya dari anak yang pandai matematika saja. Anak-anak yang biasa juga,,

Itu berarti matematikan itu tidak sesulit dan seseram yang kamu bayangkan.

Dan, dibalik itu semua pasti banyak banget kan moment-moment yang kamu alami dengan matematika. Baik kamu sewaktu menjadi murid; ketika menjadi seorang guru kelas, guru les, atau sebagai orang tua yang mengajari anaknya belajar matematika. Daripada simpen sendiri, yokk tuangin dalam bentuk tulisan..



Syarat Tulisan dan ketetuan;

1. Naskah bertajuk “Flash True Stories” nggak kurang dari 300 kata dan nggak lebih dari 500 kata.

2. Ditulis di word 2003 atau 2007, TNR 12 Spasi 1,5. Naskah diberi judul: JUDUL NASKAH-NAMA FACEBOOK PESERTA (Contoh: Gila Matematika-Rurin Kurniati)

3. Diakhir tulisan diberi biodata narasi singkat (maksimal 80 kata) plus foto diri

4. Dikirm ke-email matematika.cinta@yahoo.co.id dengan subjek “Diary Match”

5. Naskah diterima sejak 28 November 2011- 20 Desember 2011 pukul 23.59 WIB

6. Wajib memposting info ini dan di tag ke 25 teman

7. Naskah yang lolos akan dibukukan di penerbit major/Indie

8. Karena ini audisi bukan kompetisi lomba maka tidak ada hadiah. Namun penulis berhak mendapatkan royalti dari hasil penjualan buku. (ketentuan pembagian royalti diatur kemudian)

9. peserta boleh mengirimkan max 2 naskah terbaiknya



Salam Matematika!

Nunu dan Rurin K.

Thursday, December 08, 2011

BEDAH BUKU "I am Proud To Be Scout” Bersama


BEDAH BUKU "I am Proud To Be Scout”
Bersama
Indari Mastuti (Pembedah)
&
Penulis Buku “I am Proud To Be Scout”

Ciamis, 18 Desember 2011
Pukul 08.00 - 14.00
Gedung Kwarcab Gerakan Pramuka Kab. Ciamis
Jl. Jend. A. Yani No. 134 Kertasari-Ciamis 46213

Supported by DKC Ciamis II, PEnulis Antologi Pramuka, dan Penerbit Leutika Prio

Wednesday, November 23, 2011

Bukan Sembarang Ibu



Tak ada yang special dari Ibu, layaknya seperti ibu-ibu lainnya. Ibuku juga wanita biasa yang doyan didapur. Tapi, ibuku bukan sembarang ibu. Ibu adalah manusia yang hatinya diciptakan Allah dari mutiara teridah di dunia ini. Seperti itulah aku menggambarkan bagaimana kebaikan dan kelembutan ibuku, Sutra termahal yang pernah ada yang tidak siapapun mampu membelinya. Dan kesabarannya melebihi luas langit yang tidak pernah terukur. Ah, itupun terlalu biasa untuk menggambarkan Ibuku. Entahah, tapi yang pasti. Ibu selalu membuatku menangis jika aku tidak mendapatkan ibu ketika aku mencarinya. Dan aku hanya bisa diam jika sudah bertemu dengannya meskipun ayah membujukku dengan eskrim atau boneka baru. Hemmm…


Kami, anak-anak ibu dan tentu saja ayah begitu sayang kepadanya, karena ibu juga sayang kepada kami meski ibu tidak pernah bilang begitu. Aku tahu itu, kenapa ibu tidak pernah melewatkan puasa senin-kamisnya. Demi siapa kalau tidak demi kami. Setiap pagi ibu tunaikan dhuhanya, untuk siapa kalau juga bukan untuk kami. Dan setiap malam ibu tundukkan wajahnya, kau tau kenapa? Untuk mendoakan kebaikan dunia akhirat kami. Tapi kami tidak akan pernah bisa mengerti tentang semuanya, karena kedalaman hati ibu yang tidak pernah kami bisa mengukurnya.

Menjadi ibu dari empat orang anak bukanlah hal mudah. Apalagi ketika itu aku dan kakakku masih belum dewasa dan suka saling berantem. Sedangkan adikku masih kecil dan sibungsu masih bayi. Ibu merawat kami seorang diri tanpa bantuan siapapun sekalipun baby sitter yang tidak akan mampu ibu membayarnya.

Jangankan membayar baby sitter, Ayah yang hanya seorang buruh pabrik gajinya sudah tidak cukup lagi untuk kebutuhan hidup keluarga yang semakin naik. Dan ibu tidak pernah mengeluh tentang itu kepada ayah. Ibu menerimanya dengan tulus dan Ikhlas. Ibuku hebat karena Ibu selalu memiliki inisiatif sendiri bagaimana mensiasati kebutuhan. Kalau ibu mampu membeli daging maka hari itu ibu akan memasak ayam. Kalau ibu mampu membeli ayam maka hari itu ibu akan memasak telur. Kalau ibu mampu membeli telur maka hari itu ibu akan memasak tahu tempe. Dan kalaupun ibu tidak mampu membeli apa-apa, ibu akan memasak dadar tepung yang diberi bawang plus garam yang biasa kami sebut “empleng”. Yang sekarang merupakan makanan favorit saat ini untuk mengenang masa itu. Sehingga bisa dihitung dalam sebulan berapa kali kami bisa makan daging ataupun ayam.

Meski begitu, ibu tidak akan membiarkan kami kelaparan. Ibu Selalu mendahulukan ayah kemudian kami anak-anaknya baru kemudian ibu makan. Ibu tidak pernah makan mendahului ayah, atau mendahului kami. Ibu rela makan sisa-sisa makanan terakhir yang kadang sudah tidak ada lauknya. Bahkan, sekalipun ayah tidak sarapan, ibu juga tidak akan mau makan sebelum menunggu ayah pulang. Dan ketika ayah pulang, barulah ibu bisa makan setelah ayah makan.

Ayah pernah lupa menghabiskan semua makanannya. Padahal ibu sedang menunggu sisa makanan dari piring ayah, kalaupun habis ibu akan mengambil nasi hanya dari piring bekas ayah makan. Namun Ibu diam saja, ibu terlalu bahagia melihat ayah yang makan dengan lahapnya karena sewaktu berangkat kerja ayah belum sarapan. Ibu tidak tega untuk mengatakan tidak ada lagi makanan selain makanan yang dimakan ayah. Sekalipun, siangnya ibu sedang puasa kamis dan belum berbuka dengan makanan sedikitpun, ibu hanya menenggak segelas air untuk membatalkan puasanya. Sehingga hari itu ibu tidak makan sampai paginya menunggu ayah kembali sarapan. Namun ayah tidak menyadari kesalahannya, dan baru menyadari ketika ibu jatuh sakit pada malamnya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi ibu kalau ayah tidak sarapan lagi paginya. Ah, ibu tidak bisakah kau egois sedikit untuk memikirkan dirimu. Aku tidak tega membiarkannya tersiksa kelaparan seperti malam itu

Namun, Ibu tidak juga kapok, malah kebiasaan itu dilakukan hingga sekarang. Entahlah kenapa ibu begitu? Ibu hanya beralasan menjalankan kewajiban untuk patuh kepada ayah. Ibu memiliki kewajiban untuk taat terhadap ayah. Menghormati dan menghargai ayah dengan caranya ibu sendiri.

Seringkali ibu juga bercerita ketika dulu ibu menikah dengan ayah, ibu tidak pernah suka dengan ayah. Gadis piatu kecil yang hanya bisa patuh kepada satu-satunya orang tua dan satu-satunya tempat kasih sayangnya yang telah terenggut oleh ibu tirinya. Sehingga ibu hanya mampu menuruti kakek dan menikah dengan ayah.

Maka sejak ibu resmi menjadi pendamping ayah, ibu selalu bertekad menjadi seorang istri yang benar-benar istri. Kalo kata orang jawa, istri harus bisa menjadi sandangan*(1); istri yang mampu menjaga kehormatannya, kehormatan suami dan keluarga, istri harus bisa menjadi daringan*(2) keluarga; istri yang mampu menjaga harta suami, dan Istri harus bisa menjadi tempat pulang suami. Sehingga ibupun siap tunduk, patuh, dan taat kepada ayah.

Kedalaman spiritual dan keteguhan hati ibu dalam berumah tangga itulah yang membuat ayah tidak malu untuk belajar tentang agama dan mengaji kepada ibu. Hingga bukan ayah saja, ibu memiliki hingga lebih dari seratus murid yang belajar ngaji setiap harinya.

Dan kini, Berkat didikan ibu, ayah dipercaya menjadi seorang “Modin” atau pencatat akta nikah di daerahku. Ayah tidak perlu lagi berangkat pagi-pagi ke Pabrik. Ayah tidak lagi terburu-buru dan lupa sarapan. Yang lebih hebat kini ayah sering tampil ceramah meskipun mengisi pidato walimah atau sekedar mengisi acara di masjid. Dan Alhamduillah, pelan-pelan bisa memulihkan kondisi financial keluarga.

Kini aku baru menyadari kenapa ibu melakukan itu. Ibu adalah orang yang wajib dihormati tiga kali sebelum ayah. Yang derajatnya lebih tinggi tiga kali daripada ayah. Namun, ibu tetaplah seorang istri yang mempunyai kewajiban patuh, taat, hormat dan menjunjung tinggi derajat suami. Dan begitulah cara ibu mengajari kami bagaimana menjadi seorang ibu yang bukan sembarang Ibu[.]

keterangan:
*(1) pakaian
*(2) tempat beras dari tanah liat

Kisah diatas diikutkan dalam lomba Kontes Cerita Ibu Tercinta (Please Look After Mom) yang diadakan gramedia

Monday, November 21, 2011

Back Drop Launching buku "I am Proud To Be Scout"
















Mana nih, yang bagus untuk backdrop acara Lauching nanti...

ehm.. jangan lupa datang yaa ada merchandise menarik lhooo!!!!!

Sunday, November 13, 2011

I am Proud To Be Scout

Telah terbit di LeutikaPrio!!!

Judul : I am Proud To Be Scout
Penulis : Nunu El-fasa, dkk
Tebal : viii + 200 hlm
Harga : Rp. 43.800,-
ISBN : 978-602-225-167-5

GRATIS ONGKIR DAN FREE MARCHANDISE MENARIK
KHUSUS PEMBELIAN DI PENULIS @Nunu El-fasa / 085730100818


Sinopsis:

Unbelievable! Indonesia merupakan penyumbang anggota pramuka terbanyak, sebanyak 22 juta dari seluruh anggota pramuka di dunia yang berjumlah 38 juta (Betharie Arrahmani, peserta 22nd World Scout Jambore 2011, Swiss).

Dan, ke-60 kisah dalam buku ini merupakan pengalaman nyata yang dialami dari sebagian anggota pramuka yang tersebar di seluruh dunia. Yang disusun dalam rangka memperingati 50 Tahun Gerakan Pramuka, 100 Tahun Kepanduan Indonesia.

Membaca kisah-kisah dalam buku ini memberikan udara segar bagi “Gerakan Pramuka” di Indonesia yang kadang dipandang sepele bagi sebagian anak-anak muda. Temukan serunya, lucunya, kocaknya, serta ketegangan masing-masing penulis dalam momen-momen yang dialaminya selama menjadi anggota pramuka. Kamu alumni? Atau masih menjadi anggota pramuka? Wajib baca buku ini!

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order, all!

Feel Free To Follow My Blog