Monday, April 19, 2010

Ku Pergi Bukan Untuk BErpisah

teruntuk semua sahabat-sahabatku.....


shock, kaget, dan tentu saja sedikit mengguncang jiwa, untungnya belum sampai gila. tidak hanya saia, ada mungkin diantara kalian yang bertanya-tanya kenapa?? kenapa? dan kenapa?. *Tanya kenapa??*. Tiba-tiba menghilang tanpa kabar berita. bukan kok saia lari atau menghindari kalian, tidak mau menatap lagi muke-muke kalian yang pada kunyel-kunyel akibat bergulat di lapangan, aku masih betah kok sebenarnya walaupun setiap hari harus menghirup bau keringat kalian yang meski tak sedap itu adalah keringat perjuangan kalian, agar yang bagian staf dalam tetap ada job atas apa yang kami terima setiap akhir bulan. tapi tidaklah penting sekarang mencari celah, kenapa, siapa dan bagaimana itu terjadi?? katanya saudaraku @Agus Alfatan Almaghribi dalam tulisannya di wall DukUNg uNUn a.k.a nUNu tRiWiDaNa BaNkiT aGAiN xIXixixi!!! "Wes g' usah dipikir. Yang lalu biarlah berlalu. Xixixixixixixi".

Terimakasih dan mohon maaf kepadamu aku ucapkan...

@my lovely dear:-) terimakasih dukungannya, supportnya dan tentu saja cintanya. memahamkan aku akan arti keikhlasan dan kesabaran. memberikan banyak motivasi meski aku sendiri Paham kau bukan motivator sekelas Jamil Azzaini.

@mbak munah, umi, mbak nila, mbak ambar, mbak tien. Atas nasihat-nasihatnya, bantuan dan ocehan-ocehannya yang meski aku kadang dongkol mendengarnya tapi aku tau sebenarnya itu adalah tanda sayang mu. ya kann??

@pak vicky, kak tang, mas bambang, mas fahri, kak mukhsir dan kholik. kita tidak dapat bercanda lagi tapi jangan khawatir masih ada FB kok. aku buat forum untuk itu. coba tengok di sebelah. terimakasih juga dan mohon maaf

@Mr mutrofin, kepala cabang dengan dedikasinya yang luar biasa terhadap lembaga, dengan sabarnya memimpin diriku (terimakasih). dan mohon maaf sudah tidak bisa membatu dan menjadi mitra yang baik begitu juga tolong disampaikan kepada Ustad saya di humas Achmad Sjamsuddin

@Kak udin dan As'ari: bonek supporter yang tidak akan lagi kudengar nyanyian-nyanyianmu lagi. terimakasih dan mohon maaf

@Irfan, aku selalu meyakinkan diriku kau begitu baik dengan tindakan benarmu. terimakasih sudah membuka kedua mataku.

dan semua teman-teman cabang ada mbak yuli, adar, rohma, dan kalian semua. mohon maaf atas kekhilafan dan mohon maaf. syukurku aku bisa mengenal kalian

dan terakhir buat komandan Zakaria serta Inspekturnya Iwan setyawan. Terimakasih dan mohon maaf.

Nunu El-Fasa 01-04-2010

Perahu Kertas

ingatkah kala hujan...

kau mempersiapkan dua perahu kertas, kau telaten mengajariku melipatnya setelah terbentuk kau glendeng aku ke tengah derai hujan menuju selokan depan rumah tanpa ada tawaran. dan kau menyuruhku menunggu diatas geladak, yah masih geladak bambu buatan ayah. dan kau berlari menuju geladak rumahmu, yang berada tepat disamping dan lebih tinggi dari rumahku. lalu kau berteriak


'siap yaa... kapal feri segera meluncur dari pelabuhan'. aku mengngguk saja sambil memandangmu senang dengan tingkahmu,

'kau harus menangkapnya, jangan sampai lolos yaaa! mengerti kan!'

he-em.. he-em.. sambil mengangguk tak sabar menunggumu meyakinkanku.

aku melihat dari lorong geladak, kau lepaskan perahu kertas yang pertama, yang aku yakin itu perahu buatanku. bentuknya yang tidak simetris serta warnanya yang kusuka dengan warna-warni dari cat spidol dengan nama "PERAHUKU". hemm.. terlalu lugu namanya untuk didengar saat ini. dan itu yang disuka darii masa kecil.

kedua tanganku kumasukkan keselokan yang penuh dengan aliran air hujan. tidak ada jijik sama sekali padahal selokannya sangat kotor dan bau ketika musim kemarau, aliran bekas mandi, cuci pakaian, cuci piring, memasak bahkan ada air kencing sapi bercampur kotorannya jadi satu mengalir melalui selokan itu *hiiiii jijik yaaaa. itu sudah diluar pikiran dengan keasyikan kita sebagai anak-anak kala itu.

aku menyaksikan PERAHUKU terombang-ambing mengikuti aliran air, hiii... aku dapat melihat muka sahabat *kecil*ku dari bawah geladak, terlihat dia senyum-senyum melihat perahunya, akupun ikut gembira. tak puas dengan jongkok kuceburkan tubuhku ke selokan, kurasakan aliran airnya menerjang perutku. dingin tapi aku puas karena bisa dengan jelas melihatnya.

"awas itu perahunyaaa..."

aku mengangguk-angguk "iyaa.. iyaa.." aku menghadangnya dengan kedua tangan kulebarkan.

"yee.... ketangkep.. ketangkep" jingkrak-jingkrak hingga airnya mengenai mukaku. dia pun ikut senang.

"satu lagi yaaa.."

"iya.. iyaa.. buruaann" hempp... rasanya aku sudah tidak sabar juga tapi aku sudah kedinginan. kulitku seperti sudah mati rasa. setelah kulihat tangannya melepas perahu yang kedua, aku menaikkan tubuhku duduk di tepian geladak sembari kakiku berayun-ayun di atas air selokan, sehingga ketika perahu lewat aku bisa menahannya dengan kakiku.

"sudah Ir??" tanyaku.

"sudah lewat seharusnya, sudah dari tadi"

"oh ya.., aku tidak melihatnya"

aku menoleh ke utara, aku melihatnya berjongkok dari atas geladak.

"nyangkut mungkin?"

"ndak ada e"

"masak sih, mataku selalu memperhatikan kebawah dan aku belum melihatnya"

merasa tidak dipercaya aku turun lagi dan berjongkok diatas air.

"nah itu perahunya, tersangkut di bawah geladak ini" kutunjuk dengan jariku yang imut nan lucu. sahabatkupun berlari menghampiri geladakku, menengok dari dekat disebrangku sehingga bisa kulihat pesek hidungnya yang hampir sama peseknya denganku. yah, kami sahabat kecil tapi masih ada hubungan darah dan ada sedikit kemiripan diantara kami. sayangnya, kulitnya dia putih dan aku sedikit gelap:-)

"iya.. tersangkut kayu" tangannya berusaha meraih perahunya yang nyangkut di tengah geladak.

"aku nggak bisa meraihnya, coba ambil dari sana" akupun juga mencoba meraihnya.

"sama Ir"

"Itu lho.. kayu disampingmu, kamu sogrok dengan itu" aku lakukan perintahnya. ini yang ku benci, aku selalu jadi suruhan sahabatku satu ini jika bermain dan herannya aku selalu mau dan menuruti perintahnya tapi tetap tak berhasil meraihnya.

"coba sinikan kayunya" aku melempar ke atas geladak.

belum sempat perahunya lolos ibu sudah berteriak-teriak memanggil namaku. Ibu maarah ini. nada jengkel yang keluar, entah kayu apa sapu atau lidi yaa yang keluar??. hemmpp... tapi ibuku tidak separah itu kok prend, paling parah aku dapet cetotan di paha *xixixixixi pengen merasakan lagi kayaknya. yeah.. ibu selalu marah jika aku bandel main hujan-hujanan. sering aku sampai nangis gelur-gelur hanya meminta ijin agar diperbolehkan main hujan-hujanan. jika aku memaksa ibu yang tersayang akan bilang "jangan meniru-niru Ira dan yang lain, kita tidak punya cukup uang untuk berobat jika kamu sakit."

hemmpp... begitu sayangnya ibu kepadaku.

Kita Pasti Mampu


separuh perjalanan

Mampukah melewatinya?!!...

Sementara bayang masa lalu itu

Tak bisa membuat lari jauh

Hingga aral mengejar dan menujam

Meski jatuh,
Meski sakit,

Janganlah lagi menoleh kebelakang dan jangan ragu menerjang aral

Bersabar dan harus kuat..

Lihatlah istana masa depan kita

Sudah Kau tancapkan dalam-dalam pondasi keimanannya kepadaku

Dan kau bangun kuat tiang ketaqwaanmu

Jangan pernah biarkan menjadi bangunan semu.
Nunu El-Fasa

Saturday, April 17, 2010

Be.. Enterpreneur

"Elpiji murah bla.bla.bla...."

meragukan nih harganya, masak iya segitu. pikiranku jadi parno keinget dengan kisah Arifin yang baru saja usai kutulis. singkat cerita dia divonis cacat seumur hidup atas korban kompor meleduk. *hiiii...serem dah photonya, padahal saia sendiri belum melihat, mau ditunjukin simas sudah ketakutan sendiri.



Entah akhir-akhir ini aku mulai memikirkan tentang kualitas barang kebutuhanku. bukan untuk gaya-gayaan, lebih untuk keselamatan dan peningkatan kualitas hidup *hahaha ini baru gaahaayaaa* bukan berarti juga barang yang kupunya mahal-mahal. tidaaak! hanya hal-hal tertentu yang aku anggap urgent perlu diperhatikan kualitasnya. meski itu mahal kalau sudah kebutuhan happen what? tapi kalau hanya sekunder dan aku tidak bisa menjangkau harganya lebih baik 'berhenti berharap' memilikinya.

misalnya nih, soal pembalut. Pan butuh tu, tiap bulan dipake. dan ternyata akhir-akhir ini baru tau kalau pembalut yang beredar itu tak lebih dari sekedar sampah yang telah didaur ulang. dari proses daur ulangnya tuh bisa memicu yang namanya cancer serviks. *beuhh bahaya deh, sueeerr! akan tetapi pembalut yang berkualitas harganya mahal, karna sudah kebutuhan yang menyangkut kesehatan. ogah deh sekarang pake pembalut begituan!. *hemmpp.. sambil promosi nih yang butuh info tuh pembalut contact aja 088217134179*

seperti lagi Rumah Hunian Mewah, harga mulai 55jutaan dengan cicilan 500ribu per-bulan. hahaha.. masak sih rumah mewah, mepet sawah mungkin. lebay nih iklan. kalaupun bener mewah masih meragukan nih bangunannya. belum genap satu tahun, tiangnya ambruk satu persatu, gentengnya kabur bersama puyuh, beton dan batanya tak mau akur dengan pasirnya karena kurang semennya. *kali ini pikirku yang lebay. mending tidak beli dah tu rumah kalau tidak bisa membeli yang harga normal.

herannya, masyarakat lebih suka dengan yang obral murah. coba deh, obral sayur impor murah. pasti banyak ibu-ibu yang berdatangan menyambut, meski tidak tau itu sayur yang sudah menumpuk berhari-hari dan bisa seger karena obat perangsang kali. hehehe. Palagi buah-buahan yang abnormal dengan barang impor pula. kurang setuju sekali. Intinya saya kurang percaya banget dengan harga yang dijual tidak normal, apalagi barang impor macam kebutuhan.

saya tahu untuk mendapatkan yang baik dan orisinil, harus ada harga yang harus dibayar. saya hanya berpikir harga mahal bukan alasan untuk memilih harga terendah dengan kualitas terendah pula. tapi bagaiamana cara untuk bisa menjangkau kualitas yang baik. bukan berarti juga harus melilit perut atau harus menumpuk hutang. justru itu lubangnya.

harus disadari bahwa kualitas hidup masyarakat sekarang jauh sudah meningkat. tidak ada lagi krupuk dengan harga 25perak dapet dua, bahkan pangsit mie ayam yang harganya 400 kini berlari menjadi 5000 permangkuk. jika pemasukan sebulan tidak cukup untuk mengejar larinya kenaikan kebutuhan maka perlu dibuatkan lubang aliran dana yang lain tanpa harus mempertaruhkan hidup dengan kebutuhan yang tidak selayaknya. itu yang saya pikirkan. hehhehee :-)

Wednesday, January 27, 2010

Kisah Hikmah Dari Sang Pelukis (Gagal Juara)



Alkisah ada seorang anak yang sangat pandai melukis, pada suatu hari di negaranya diadakan pertandingan melukis, anak ini ikut dalam pertandingan tersebut karena hadiahnya sangat besar, yaitu diangkat menjadi pejabat tinggi pemerintah.Pada pertandingan itu, semua peserta ditugaskan melukis seekor ular, dengan kriteria penilaian lukisan harus semirip mungkin dengan ular dan secepat mungkin menyelesaikan lukisan.

Maka pada hari pertandingan, si anak itu sudah hadir di lapangan pertandingan, siap dengan semua alat lukis nya. Ketika aba aba diberikan, semua peserta serentak mulai melukis. Tak lama kemudian si anak itu selesai melukis seekor ular yang sangat mirip, begitu hidup lukisannya.

Pelukis, sumber dari sini
Si anak kemudian mendongakan kepalanya, dilihatnya semua peserta lain belum menyelesaikan tugas mereka, maka si anak kemudian menambahkan empat buah kaki di ular lukisannya, sehingga ularnya semakin garang, ditambahkannya tanduk di atas kepala ular, diberinya lidah api menyembur keluar dari mulut ular tersebut.

Ketika si anak menyerahkan lukisannya itu ke panitia penilai, semua peserta lain belum menyelesaikan tugas mereka.

Sore hari itu juga pemenang pertandingan diumumkan, pemenangnya adalah anak dari desa lain yang melukis seekor ular kurus yang pucat dan terlihat lemas, sedangkan lukisan anak yang sangat pandai itu dinyatakan diskualifikasi walaupun dia adalah orang yang pertama menyelesaikan tugas.

Panitia memutuskan lukisannya bukan ular, tetapi seekor naga.

Dalam kehidupan kita, sering sekali kita juga terjebak dalam kegiatan seperti anak itu, kita menambahkan hal hal yang kurang perlu dalam aktifitas dan pekerjaan kita sehingga kita tidak dapat meraih predikat juara.
Kadang kita melontarkan kalimat yang menyakitkan orang lain, kadang kita mudah tersinggung, kadang kita terlalu bertele-tele ketika memberikan pendelegasian, kadang kita dikurung dalam berbagai praduga, curiga dan kurang percaya, kadang emosi kita terbawa dalam pekerjaan, dan semua itu menyebabkan karya kita bukan lagi lukisan seekor ular, melainkan seekor naga yang menyemburkan api dalam mulutnya.
Naga atau Ular?
Sumber dari sini

New Place

Raya Jambangan 70,
Tempat baru ini yang akan menghiasi sejarah hidupku. Bengunannya megah semegah hatiku –hallah- nampak seperti baru padahal eks sekolah menengah yang lama tak berpenghuni. Dibeli oleh sebuah lembaga social “Yatim Mandiri” dan disulap bak kampus elit besar di kota ini. Semua Masih kalah jauuuuuuuhh. Bagi kita disini tak sekedar kampus. Penempaan diri yang hebat bakalan terjadi. Mental, karakter, Psikologis, bahkan jodohpun bisa ketemu ditempat ini. Seruuu khan??


Yeah tempat ini cukup mudah sebutannya “MEC”, Mandiri Enterpreneur Center. Tapi kita lebih senang menyebutnya dengan Kampus Mandiri. Kalau kata manajer MEC dulu adalah sebuah kampus perubahan. My live changing MEC.

Penghuninyapun adalah orang-orang hebat dan luar biasa. Bibit unggul yang siap tanam, calon mahasiswa pilihan terbaik dari berbagai penjuru kota yang siap ditempa. Pendidikan ini dikhususkan bagi kita yang bernasib kurang beruntung telah ditinggal orangtuanya read; meninggal. Atau juga sebagai keberuntungan kita bisa lolos dari seleksi yang begitu ketat dan merasakan nikmatnya belajar disini.
Menjadi yatim bukanlah suatu kekurangan bagi kita, takdir –lebih tepat mungkin-- Tuhan yang telah menggariskan. Ayahanda tercinta kita dipanggilnya sebelum usia kita baligh, bahkan sebagian dari kita seperti aku ini Ayah dan Ibunda tak bisa berlama-lama menemani di dunia. Beruntunglah masih punya dua kakak yang begitu baik hati dan tidak sombong menggantikan kasih sayang mereka. Kadang jadi ayah, dan lebih bangganya mereka juga bisa jadi ibu bagiku. Heeemm thanks kak . Hiks..

Malangnya bagi sebagian dari kita yang tidak ada sandaran hidup seperti my hero brother’s. Pantilah jadi alternative andalan untuk bisa menyambung hidup dan meneruskan sekolah. Keluarga, teman, saudara, bisa ditemukan disana. Mereka adalah orang-orang yang sangat peduli terhadap kelangsungan hidup manusia-manusia lemah seperti kita.

Meski demikian kita memiliki tekad baja –keraaaaaass buuuu menjadi yatim berprestasi yang mandiri. Keputusasaan hampir tidak ada dalam kamus. Malu dengan kondisi keyatiman, dipandang sebelah mata tidak menyurut kePeDean. “Ini mengenai hidupku, bukan tentang bapak ibu yang telah tiada, bukan juga tentang hidupmu. Whatever!! PD aja lagii” hehehe
But, jangan sekali-kali menyebut tempat kita sebagai panti. Arrrrrgghhh… itu sangat menyakitkan sekali. Coba saja dengar pan…. Nonono jangan diucapkan. Bisa-bisa kita yang enggak terima akan melakukan demo masak kerumahmu. Koki kaleee

Tetangga tuh yang suka usil menyebut seenaknya, “oh,.. bekas SMP Komparasi yang sekarang dibuat panti itu yaaaaaa…”

“bukan buuukk, kita disitu kuliah, kebetulan ada asramanya. Kampus Mandiri namanya”. Pembelaan besar mode:on

“Lha iya mbaaak, untuk anak yatim khan?”. Heeeeemmm gak mau kalah nie orang.

“Masa’ remaja segedhe kami masih pantes disebut yatim?” ampuh bener menjawab pertanyaan dengan pertanyaan yang hanya di jawabnya dengan manggut-manggut.

“Iya ya..”

Habis risih dengarnya, bukan karena aku enggak senang dengan panti atau enggak pernah tinggal di panti. Yang lainnya juga sepakat kok. Ya khan! Masa’ sih bangunan semegah ini dibilang panti enggap mirip juga. Akan lebih tepat Graha Yatim Mandiri. lebih kereeen cing!.

Pendapatan pertama saya dari ads

seperti hari biasanya... cek email pagi-pagi sudah menumpuk seabrek. biasanya langsung di delete semua. pusing ah baca satu-satu. tapi kok ni email lain yaa, pengirimnya bukan dari yahoo group, bukan email kantor pula...... coba intip ahhh *klik... waaaaaaa... email dari mas kukuh, dapet transferan pertama dari adsense *senangnyaaaa: happy... happyy syalalala.. alhamdullih meski tidak banyak bisa menolong hidup saia di penghujung bulan awal tahun 2010, dan membuat saia semangar nge-blog lagi. uhuuyy... aza-aza fighting. ;-)

heran,

padahal,

saya kan nggak minta ditransfer mas kukuh??

maunya kan

dikumpulin dulu...

biar banyak

tapi iiihh...

mas kukuhnya maksa siii...

yaasudlaahh...

terimakasiiiiihh :-)

Feel Free To Follow My Blog