Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Wednesday, March 16, 2011

Sentuhan Suamiku Membatalkan Wudhu'

Tulisan ini bermaksud bukan untuk diperdebatkan, hanya sekedar share tentang pengalaman saya. Bukan pengajaran saya terhadap pembaca, silakan mengambil baiknya:
Salah satu rukun wudhu; membasuh tangan
Sumber swaranda.blogspot.com


Saat awal pernikahan, aku pernah menyentuh suami sesaat sebelum sholat berjamaah bersamanya. Bukan tanpa sengaja, aku memang memahami bahwa aku sudah halal baginya dan boleh menyentuhnya meski dalam keadaan suci (berwudhu) tidak mmebatalkannya.Tapi suami langsung melongo, seperti ada yang salah dalam diriku. Lho?



Ternyata kami beda pemahaman, suami memahami bahwa sentuhanku sudah membatalkan wudhunya. Aku tidak langsung mengiyakannya meskipun suamiku adalah alumni Bahrul Ulum salah satu pondok pesantren besar di Jombang, yang notabene ilmu agama lebih dalam dari agamaku yang hanya sebatas tau. Aku disuruhnya wudhu kembali tapi aku tetap melanjutkan sholatku karna aku sendiri belum tau jelas hadits dan sebab-musababnya. Meski aku sudah mencari tau hal tentang semua ini di internet, aku masih saja bersikukuh dengan pendirianku karna aku belum yakin dengan sumber-sumber seperti internet yang kebanyakan orang memposting dengan asal comot, sampai aku bertemu dengan mba Bawon Rohmawati, tetangga yang juga teman mondoknya.banyak ilmu baru yang kudapat dan pemahaman mendalam mengenai wudhu dsb. Ternyata pentingnya ilmu agama adalah seperti ini supaya kita tau dasarnya dan sebab musababnya agar kita tidak tergolong kedalam orang yang hanya ikut-ikutan. aarrrrrhhhh maaaaaakk aku jadi pengen mondok aja seperti yang kau inginkan dulu, tapi aku bersyukur dianugerahi suami yang bisa menambahi kekuranganku, aku bisa mondok pada suamiku

Hal yang aku yakini selama ini adalah menyentuhkanya tidak membatalkan wudhu kecuali dengan syahwat. Berikut segala pertanyaan yang berkelabat dalam diri beserta jawaban yang merupakan kesimpulanku mengapa menyentuh suami membatalkan wudhu?:

1. Lho? Aku kan sudah istrinya, sudah halal bagi kami bersentuhan. Kenapa mesti batal? Menikah adalah untuk menghalalkan diantara kami, bukan berarti tidak membatalkan wudhu. Kembali kepada esensi wudhu tentang hal yang membatalkannya. Salah satunya adalah menyentuh yang bukan muhrim.

2. Benarkan? Aku dan suamikan sudah muhrim? So tidak batal donk!! Tetap batal, karena diantara kami memang bukan muhrim, seandainya kami muhrim, tentu kami tidak bisa menikah dan haram menikah. Sekali lagi menikah adalah untuk mengahalalkan diantara kami bukan untuk memuhrimkan diantara kami

3. Salah satu Dasar dalilnya berdasar atas ayat Qur`an dibawah ini:

...Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau ,b>kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik; sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema``af lagi Maha Pengampun. (QS. An-Nisa: 23)
4. Memang ada pendapat yang menyatakan menyentuh wudhu tidak batal seperti apa yang aku fahami selama ini seperti Mahdzab Imam Hambali sedangkan yang menyatakan menyentuh wudhu adalah batal adalah imam Syafi’i. Harus meyakini salah satunya, tidak mungkin mencampur keduanya, sholat bermahdzab Syafi’i sedangkan wudhu bermahdzab Hambali.

5. Untuk lebih menjaga kebenarannya alangkah baiknya aku menjaga keduanya, ada pendapat-pendapat yang mengatakan bahwa bersentuhan antar suami-istri tidak membatalkan wudhu`, namun alangkah baiknya jika memperbaharui wudhu` lagi sebelum shalat. Karena kadangkala aku tidak tahu apakah suami menyentuhku dengan syahwat atau tidak. Maka memperbaharui wudhu` merupakan tindakan berhati-hati (ihtihiyathan). Wallahua’lam bisShowab[.]

Sidoarjo, 06 Maret 2011. 21:21

Nunu El-fasa

Monday, April 27, 2009

Adab Seorang Penuntut Ilmu

Ingin mendapatkan dunia dengan ilmu!
Ingin mendapatkan akherat dengan ilmu!
Ingin Kesuksesan dunia akherat dengan ilmu...

simak neh artikel yang saia dapat dari majalah donatur "nurul falah"

Agar ilmu yang didapat tidaklah sia-sia, tentu setiap langkah kita sebagai seorang muslim di penuhi dengan etika yang indah atau adab yang pernah diajarkan oleh Rasulullah dan salafussholih. Diantaranya adalah ;

1. Membersihkan hati dari kedengkian, dendam, hasud serta jeleknya keyakinan atau akhlak agar dengan itu dapat menerima ilmu dan menghafalnya dengan baik. apapun ilmunya.

2. Memiliki niat yang baik ketika mencari ilmu dengan tujuan meraih keridhoan Allah dan mengamalkannya serta menghidupkan sunnah, menerangi hatinya dan mengisi batinnya.

3. Bersegera untuk mencapai ilmu di waktu muda, tidak terpengaruh dengan tipuan orang-orang yang mengulur-ngulur (waktunya) karena waktu yang telah lewat dari umur tidak ada penggantinya.

4. Membagi waktu siang dan malam serta memanfaatkan sisa umur karena umur yang tersisa itu tiada taranya.

5. Diantara sebab terbesar yang dapat membantu agar selalu sibuk dengan ilmu dan tidak bosan ialah makan dengan kadar yang ringan dari yang halal karena banyak makan dapat mendorong banyak minum kemudian menyebabkan banyak tidur dan kebodohan.

6. Seorang penuntut ilmu tidak bergaul kecuali untuk mengambil manfaat dari orang-orang di sekelilingnya

Semoga bermanfaat :)

Saturday, January 24, 2009

Berani untuk berani


Setiap kita mempunyai kadar keberanian yang berbeda , akan tetapi tidak ada orang yang bisa hidup tanpa keberanian walaupun keberaniannya hanya sebesar biji sawi ^kecil maksute^.Keberanian bagaikan nyala api. Ia memerlukan bahan bakar, semacam argumentasi dan landasan untuk dan atas dasar apa keberanian itu ada. tetapi bahan bakar masih perluk pemantik, seperti momentum2, peristiwa, kejadian, faktor eksternal, bukti2 kekuasaan Allah di sekitar atau semangat perjuangan. semua itu bisa menjadi pemantik berkobarnya keberanian.

Keberanian tidak harus merupakan wajah sehari-hari yang nampak sangar dan menakutkan :->,
kata para ulama begini "sebaik-baik keberanian adalah keberanian yang muncul secara nyata pada saat diperlukan". sesuai kadar dan kepentingannya.

1. Keberanian deklaratif dan konfrontatif

Para nabi adalah orang2 yang memiliki kadar keberanian yang tinggi. sebab tugas kenabian memerlukan keberanian tingkat tinggi yaitu keberanian pada sumbernya yang nyata. sebab para nabi membawa misi yang pasti atau harus berhasil walaupun itu membutuhkan perjuangan yang panjang.
Dimulai dari keberanian deklaratif, dengan penegasan tentang jati diri, bahwa diri meeka adalah nabi yang diutus untuk mengentaskan umat dari kesesatan menuju penghambaan kepada Allah. keberanian macam ini diperlukan sebagai langkah awal menuju kejelasan tentang siapa kita, misi kita dan tujuan kita. kadang berlanjut demonstratif bahlan kadang konfrontatif. Maksute keberanian untuk mengambil tantangan dengan tegas dan yakin, "dan bacakanlah kepada mereka berita penting tentang nuh di waktu dia berkata kepada kaumnya: 'hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah-lah aku bertawakkal, karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku" (QS. Yunus: 71).
Ayattersebut benar-benar mengajari kita tentang pentingnya mengambil keberanian konfrontatif apabila kita sudah benar-benar yakin. tetapi konfrontatif dalam kapasitas kita yang bukan nabi, bisa berlaku dalam banyak hal. dalam dakwah menyampaikan kebaikan,, dalam menjalankan misi dan program yang baik yang kita punya otoritas didalamnya. Dalam tataran yang lebih luas keberanian deklaratif dan konfrontatif diperlukan dalam kadarnya untuk mengambil tantangan. apapun cita-cita kita harus ada keberanian untuk mengambil tantangan dan menerima tantangan

2. Keberanian Memikul Beban pioner, sendiri



Ada banyak kesempatan untuk menjadi pioner. menjadi pendahulu dalam bertindak. misalnya, menjadi penemu atas apa-apa yang bisa membuat hidup lebih baik, secara ilmiah, secara tindakan. Rumusnya sangat mudah, tetapi praktiknya tidak mudah. bagaimana mengawali sebuah perbuatan baik, mendahuluinya dari orang lain. bukan saja mendahului sebelum orang melakukannya tapi mendahului sebelum orang lain memikirkannya. saat ini, pioner dalam bidang penciptaan sarana hidup sudah sangat melimpah. tapi pioner dalam bidang pengelolaan hidup masih sangat kurang. misalnya bagaimana mengelola kemajuan segala bentuk tekhnologi sebagai sarana yang bermanfaat dan menguatkan penghambaan manusia kepada Allah?

3. Keberanian mengakui kesalahan

Setiap kita punya salah. dalam konteks pribadi maupun hidup bersama orang lain. Manusia menjadi utuh kemanusiannya justru ia berbuat salah. karena berbuat salah maka ia sebenar-benar manusia. Prinsip ini tidak berarti bahwa kesalahan merupakan bentuk pelanggaran yang dengan ringan diperbolehkan. tidak demikian. kesalahan tetap kesalahan, tetapi dengan itu Islam mengajarkan bagaimana sikap kita terhadap kesalahan. diantara bentuk keberanian adalah berani mengakui kesalahan, bahkan seketika. itu tidak mudah. ini bisa diteladani dari kisah nabi nuh yang awalnya meminta Allah agar anaknya diselamatkan dari banjir bandang. "Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata; 'ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya". Allah berfirman : "Hai Nuh sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat) nya. sesunggunya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang2 yang tidak berpengetahuan." Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Esngkau sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakekat)nya. dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi." (Huud: 45-47)
mengakui kesalahan sungguh memerlukan keberanian yang luar biasa. terlebih mengakui kesalahan saat itu juga. dalam kehidupan sehari-hari, sebagai manusia biasa, ada bermacam kesalaham yang sering dilakukan. tetapi seperti apakah kita memperlakukan kesalahan kita sendiri? Penghalang psikologis mungkin saja bisa menjadi penyebabnya, seperti penguasa yang enggan mengaku salah dihadapan rakyat dengan alasan menjaga wibawa. orang tua yang tidak mau mengakui kesalahan dihadapan anak-anaknya, dengan alasan bisa menjatuhkan posisi orang tua. Guru yang tidak mau mengakui salah atas pelajaran keliru yang ia sampaikan. padahal MENGAKUI SALAH ADALAH LANGKAH AWAL MENUJU BENAR.

4. Keberanian Menghadapi kesuliatan dan saat-saat terjepit.

Tidak semuaa hidup kita berjalan dengan mulus dan lancar. Pada dasarnya hidup ada perjuangan, kompetisi. Kita belajar dari nabi Musa, tentang bagaimana keberanian di saat2 sulit. diutus mendakwahi Fir'aun yang kejam, diktator dan mengaku tuhan. karenanya musa memerlukan suntikan keberanian bersama saudaranya Harun. Tetapi saat2 paling menegangkan dimana keberanian diuji, adalah Nabi Musa terdesak di laut Merah. pasukan Fir'aun mengejar dibelakang, hinggga musa dan pengikutnya sampai ditepian laut merah. Di saat itulah dengan tegas, keyakinannya akan pertolongan Allah memantulkan keberanian yang utuh. "Maka Fir'aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka diwaktu matahari terbit. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: 'sesungguhnya kita benar2 akan tersusul'. Musa menjawab ; 'Sekali-kali tidak akan tersusul, sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku." Lalu kami wahyukan kepada Musa; "pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap2 belahan adalah seperti gunung yang besar dan disanalah Kami dekatkan golongan yang lain. dan Kami selamatkan Musa dan orang2 yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. sesungguhnya pada yang demikian itu benar2 merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (Asyu'ara: 60-68).
Adakalanya kita berada pada saat2 sendiri dimana kita benar2 terjepit dan terhimpit. Bisa jadi soal uang, soal pekerjaan yang tak kunjung ada, soal keluarga, beban yang bertumpuk dari hari ke hari. dalam situasi terjepit seperti itu keberanian untuk yakin adalah modal awal.

to be continued

Wednesday, January 07, 2009

Cara Syaitan Menghalangi Manusia Mengenal Allah SWT

Akal bulus syaitan dalam menggoda manusia
Sumber : http://1coretanku.blogspot.com/
Yang menjadi musuh besar selain hati adalah syaitan. Setan atau Syaitan sudah berjanji akan menggoda manusia untuk dijadikan teman di neraka -naudzubillah. Salah satunya adalah menggoda manusia untuk mengahalangi dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala.

Berikut adalah Tahapan Syaitan dalam Menggoda Manusia :


1. Syaitan Melarang Manusia beribadah (mencegah)


Syaitan akan merasa senang terhadap orang yang ingkar kepada Allah SWT (musyrik) dan tidak mau mengakui adanya Allah SWT sehingga mereka tidak beribadah. Dan bagi yang muslim akan menjadi musuhnya yang selalu dihalang-halangi dalam ibadahnya. Bisikan syaitan tidak ada yang tidak menarik, selalu membuat tergiur sehingga lupa akan kewajiban terhadap yang kuasa. Tahapan ini dipakai syaitan untuk menggoda manusia yang masih kelas teri. Karena pada tahapan ini korbannya sudah menjamur. Mudah baginya untuk mengelabui manusia. Hampir dimana-mana korbannya.

Maka jawaban untuk menangkal godaan syaitan pada tahapan ini adalah "Saya butuh bekal untuk menghadap Allah SWT". Akan tetapi jangan bersenang-senang dulu jika sudah lolos pada tahap ini, syaitan akan memakai jurus lain untuk menggoda.

2. Menunda-nunda (Nanti saja ah masih ada waktu)


Jika sudah lolos tahap pertama, bukan berarti syaitan kalah. Dia tidak akan tinggal diam, selalu ada seribu satu cara baginya untuk menggoda manusia. Akan membuat manusia menjadi malas-malasan sehingga menunda-nunda waktu ibadah, atau mungkin dengan dalih lain misalnya "kasihan pacarmu nunggu lama, nanti saja sholatnya. temui dulu pacarmu" atau "sedekahnya jangan sekarang, nanti saja bulan Ramadhan pahalanya lebih besar".

Jangan mau kalah dengan syaitan. Rapatkan barisan untuk menyingkirkannya dan kuatkan dalam hati "saya tidak boleh menunda-nunda waktu ibadah saya karena sewaktu-waktu saya bisa meninggal".

3. Membuat manusia tergesa-gesa. (mendorong untuk segera berbuat baik dan memperbanyaknya).


Sering nggak liat orang kayak gini, sangat senang kalu dibilang waaaaaaahhhh. Banyak contohnya salah satunya orang yang pergi haji hanya karna ingin dipanggil abah, umi', pak kaji, bu kaji, pokoke wes ngunuikuilah. Padahal belum siap lahir batin dana talangan hajipun tak apa. Semuanya tergesa-gesa supaya bisa cepat naik derajatnya di mata tetangga. Atau mungkin dalam hal sholat misalnya, sudah ditunggu- tunggu pacar lalu sholat isya' hanya dalam waktu 30 detik, wiiiiihhhhhhh sholatnya sih tepat waktu tapi ekspress. Ini nih.. kayak begini juga termasuk godaan. Yang lain misalnya mau beramal uang seribu karna sedang jalan sama pacar dan merupakan moment yang baik supaya dibilang dermawan dikasihkan yang 100.000. Yah yang 99.000 menguap deh...

Naudzubillah jangan sampai bagaimanapun "lebih baik Amalan sedikit tapi sempurna"

4. Berbuat sesempurna mungkin kalau tidak sempurna akan dicela orang. (riya)


Ini tahapan lebih dalam lagi, orang yang merasa sudah punya iman kuat akan diuji syaitan ingin di puji orang, dinilai orang perfect padahal kata teman baikku itu no body perfect. Misalnya dalam hal ibadah. Kalau yang tahap sebelumnya tadi sholatnya dicepetin karena tidak ada yang melihat. Yang ini karena ada pacarnya sholatnya menjadi lamaaaaaaaaaaa banget. setengah jam belum doanya sejam. Jujur gue sendiri belum pernah selama itu. Contoh aja men yang intinya sholatnya dilama-lamain karena ada pacar (dilihat orang) supaya keliatan sholatnya sempurna. Gak lillahita'ala.

Kalau sudah begitu harus selalu ingat bahwa "Beribadah karena ALLAH bukan karena penilaian manusia"

5. Betapa tinggi derajatmu menjadi orang sholeh.


Kalau orang sudah tidah mempan dengan dihalangi, ditunda dan seterusnya tadi itu. Syaitan sudah tidak sanggup lagi dan memberikan tugasnya pada syaitan yang ilmunya mengimbangi manusia macam ini yaitu dengan memuji-mujinya. "weleh.. weleh orang ini ilmunya tinggi tenan tidak bisa dihalang-halangi, tidak bisa menunda ibadahnya pun amal dan ibadahnya sempurna hanya karena ALLAH. kamu memang orang yang benar-benar hebat beda dengan manusia-manusia lainnya yang sudah terpedaya". Dipuji seperti ini lantas orang ini terlena dan menganggap hanya dirinya yang hebat yang derajatnya tinggi.

Lantas jawaban yang tepat untuk menghalangi syaitan adalah "tinggi rendah derajat seseorang adalah urusan ALLAH SWT"

6. Tak perlu bersusah ibadahlah kalau ALLAH berkehendak baik akhirnya akan baik.


Pada tahapan ini syaitan hampir berputus asa sehingga hanya mepermainkan pikiran manusia. "Kalupun manusia setiap hari jungkir balik untuk sholat dan sudah beramal sana-sini kalu ALLAH membuat akhir hidup manusia menjadi suul khotimah -naudzubillah, apalah artinya semua ini. Sama saja khan!" Terpecahlah pikiran manusia dengan bisikan seperti ini.

Hapuskan pikiran macam itu dan ingatkan diri bahwa "dikehendaki baik atau buruk, kewajiban hamba adalah ibadah kepada ALLAH"

Friday, January 02, 2009

7 SUNNAH HARIAN NABI MUHAMMAD SAW..




1. Dirikan Shalat Tahajud
2. Baca Al-Qur'an dan maknanya
3. Shalat subuh berjamaan di masjid
4. Laksanakan Sholat Dhuha
5. Perbanyak sedekah
6. Selalu menjaga wudhu
7. Istighfar setiap saat

Feel Free To Follow My Blog