Hal paling menyebalkan bagi kontraktor adalah saat pindahan. Yap, kegiatan angkut-angkut barang ini menguras tenaga banget. (Eits bukan kontraktor sebuah bidang pekerjaan ya. Tapi kontraktor yang kumaksud adalah penyewa rumah kontrak. Disebut kontraktor karena kontrak sana kontrak sini, hehehe). Gak selesai dalam sehari dua hari. Bahkan bisa memakan waktu secepatnya satu minggu sampai barang-barang bisa tertata rapi di rumah baru.
Menurut survey yang aku lakukan pada teman-teman sesama kontraktor atau yang pernah berpengalaman menjadi kontraktor. Barang-barang para kontraktor bisa beranak pinak. Pengalaman saat pertama kali pindahan ke rumah kontrakan pertama, barang-barang kami cukup diangkut dengan satu pick up, termasuk lemari besar dan dipan. Dan, satu setengah tahun berselang, tepat kemarin (malam waisak) kami pindahan ke rumah yang baru saja selesai kami bangun, harus menyewa dua pick up. Wkwkwk, kami sampai geleng-geleng kepala. Ini barang semua, tidak termasuk sampah, baju-baju dan barang-barang yang sekiranya enggak kepakai sudah diberikan orang.
Yang bikin puyeng nih, gimana menata barang sebanyak ini? Rumah yang baru seminggu ini kami tiduri, hanya berukuran 9 x 6 meter. Terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi dan ruang tengah yang jadi satu dengan dapur dan segala hal. Masih luasan rumah kontrakan yang kami tinggalkan. Harus pinter-pinter ngaturnya. Secara, di rumah kontrakan tersebut ditata gimana aja tetap terasa barang masih berserakan. Terutama piring-piring yang selalu nambah setiap beli detergent. Sampai bingung taruh mana.
Satu-satunya jujukanku adalah si Mbah Gugel, yang pasti memberiku solusi pertanyaan apapun yang kuajukan. Termasuk keluhanku kali ini, bagaimana solusi tempat penyimpanan pada ruangan sempit? Dari beberapa artikel yang kutemukan. Artikel ini menyadarkanku, ternyata selama ini aku salah dalam penataan piring.
Aku menatanya mirip seperti saat piring masih basah, ditumpuk tengkurap miring. Padahal penataan begitu disarankan supaya air cepat menetes. Sedangkan piring yang kumaksud adalah piring yang disimpan yang otomatis sudah keringlah ya kok ya masih di miringkan. Malah mengahabiskan space banyak.
Pantesan barang-barang dalam almariku nampak berserakan. Secara kolong almarinya luas, muat untuk barang apa saja, kayak pancipun masuk. Tetapi barang-barang yang kecil-kecil rasanya perlu disekat lagi seperti gambar dibawah ini agar nampak rapi jali. Piring simpanan ditata tumpuk keatas. Juga bisa untuk space gelas simpanan sendiri dan barang-barang lainnya supaya enggak berserakan campur jadi satu.
Hemm... Jadi semangat menata rumah kalau sudah ketemu solusinya seperti ini. Semangaaaat!
Menurut survey yang aku lakukan pada teman-teman sesama kontraktor atau yang pernah berpengalaman menjadi kontraktor. Barang-barang para kontraktor bisa beranak pinak. Pengalaman saat pertama kali pindahan ke rumah kontrakan pertama, barang-barang kami cukup diangkut dengan satu pick up, termasuk lemari besar dan dipan. Dan, satu setengah tahun berselang, tepat kemarin (malam waisak) kami pindahan ke rumah yang baru saja selesai kami bangun, harus menyewa dua pick up. Wkwkwk, kami sampai geleng-geleng kepala. Ini barang semua, tidak termasuk sampah, baju-baju dan barang-barang yang sekiranya enggak kepakai sudah diberikan orang.
![]() |
Rumah yang kutempati ketika masih dalam tahap pembangunan. Kelihatannya besar karena berbentuk horizontal memanjang ke samping. Ukurannya hanya 9x6 meter tidak termasuk teras |
Satu-satunya jujukanku adalah si Mbah Gugel, yang pasti memberiku solusi pertanyaan apapun yang kuajukan. Termasuk keluhanku kali ini, bagaimana solusi tempat penyimpanan pada ruangan sempit? Dari beberapa artikel yang kutemukan. Artikel ini menyadarkanku, ternyata selama ini aku salah dalam penataan piring.
Aku menatanya mirip seperti saat piring masih basah, ditumpuk tengkurap miring. Padahal penataan begitu disarankan supaya air cepat menetes. Sedangkan piring yang kumaksud adalah piring yang disimpan yang otomatis sudah keringlah ya kok ya masih di miringkan. Malah mengahabiskan space banyak.
Pantesan barang-barang dalam almariku nampak berserakan. Secara kolong almarinya luas, muat untuk barang apa saja, kayak pancipun masuk. Tetapi barang-barang yang kecil-kecil rasanya perlu disekat lagi seperti gambar dibawah ini agar nampak rapi jali. Piring simpanan ditata tumpuk keatas. Juga bisa untuk space gelas simpanan sendiri dan barang-barang lainnya supaya enggak berserakan campur jadi satu.
![]() |
Inspirasi penataan ruang dapur (sumber gambar) |
Asiiiik.. Rumah baruuu.. :D
ReplyDeleteIn Shaa Allah betah ya, Mbak.. Dan dapet tetangga-tetangga yang baek. Amiiiin..
Semangat ngatur barang-barang yeee :p
Keren juga inspirasi penataan ruang dapurnya mbak :)
ReplyDeletewes pindahan Jeng? kok gak kabar-kabari? kapan syukuran nih hehe . Semoga betah ya... di rumah barunya :)
ReplyDeleteyeayyy...alhamdulillah....rak diatas dapur jg bisa jd solusi mbk... ;)
ReplyDeletePindahan rumah memang repot Mbak tapi kalau semua barang sudah masuk rasanya legaa banget. Eh, komentarku ini kok seperti orang yang sudah berpengalaman pindahan ya haha..
ReplyDeleteDoakan nular ya Mbak supaya bisa punya sendiri :)
Alhamdulillaah..., saya ikut seneng banget, Mbak :)
ReplyDeleteAlhamdulillah.Asyiiik nunggu tumpengan
ReplyDeleteselamat ya mba..punya rumah sendiri adalah impian buatku yang bukan kontraktor tapi satu meja makan, ruang tamu, televisi, kulkas, kamar mandi, dapur dan lain lain dengan mertua hihihihi...
ReplyDeletepastikan tidak ada barang tertinggal di tempat tinggal lama kakak, hehe
ReplyDeletekalau saya sih paling ngga bisa urusan beberes hehe
Rumah baru semoga diberkahi orang yang tinggal di dalamnya :)
ReplyDeleterumah baru..jd semangat baru, selamat ya
ReplyDeleteblm pernah ngerasain jd kontraktor, sih. Tp beberes aja udah capek buat saya hihi
ReplyDeleteGood keren juga idenya mbak Nunu, "kontraktor" hehehe...sama seperti diriku yang juga nomaden, suka pindah2 dari satu pulau ke pulau lain yang sangat menguras tenaga krn pindahan itu memang ribet dan barang juga beranak pinak hehehe
ReplyDeleteaku juga suka lihat di rumah orang, penataan piring ditumpuk seperti itu...ternyata ada alasannya..aku pikir "kok disimpennya kek gitu..bukannya mau dipakai lagi yaak?" hehee...selamt ya menempati rumah baru
ReplyDeleteSelamat menata rumah baru Jeng Nunu....
ReplyDeleteSelmat menempati rumah baru mbak :)
ReplyDeleteDari pindahan pertama sampai sekarang, rumahku masih berantakan banget.. hiks..
ReplyDelete