Monday, March 21, 2011

30 Kontributor SSUN termasuk saya*

Bismillahirrohmannirohim....



Alhamdulillah, setelah selama beberapa hari “mabuk” naskah akhirnya selesai juga pada tahap final penjurian naskah “Lomba Menulis Kisah Serba-Serbi Ujian Nasional”. Dari 179 naskah yang telah masuk yang telah dikirimkan oleh 172 peserta, akhirnya kami memutuskan untuk mengambil 30 naskah terbaik. Siapa sajakah calon kontributor di calon antologi ini, Check this out ^_* :



1. De’ Exam Mission ( Ria Mustika Fasha)

2. Bank Soal Gebetanku (Irfan Azizi)

3. Uan Ala Ibu-Ibu Gaul ( Mursyidah Akib)

4. Sweet Ebtanas ( Annisa Rona)

5. Kau Runtuhkanku, UAN! (Revika Rachmaniar)

6. Kebersamaan ( Wicha Spica Breeze)

7. Deg Deg Serr Menghadang Monster Kelulusan ( Siti Zumaro)

8. Ujian Nasionalku Biro Jodohku (Lina Li)

9. Getir UN 2011 (Nuri Nia Yanti)

10. Sersan Dua ( Alina Sitha)

11. Ujian Nasional Si Sulung ( Asni Januarti)

12. Sebuah Pencerahan dari Ujian bernama UN (Erny Ratnawati)

13. Monster UN (Sanchia Surya Janita)

14. Another Indri.. (Sri Indrianti)

15. Sigaret di atas Mejaku (Lara Ahmad)

16. Secangkir Kopi buat Sang Pengawas ( Nurul Karomah, SPd)

17. Pengalaman Aneh Ketika UAN(Martalina Mage)

18. Memory of Biologi (Mieny Angel)

19. Menyontek itu Pilihan (Dalila Sadida)

20. Menjadi Manusia Pagi Saat Ujian Nasional (Puspita Nami Kusumaningtyas)

21. Satu Kisah Tentang Ujian Nasional (Della Nushanti)

22. Tiga Serangkai Penentu Masa Depan ( Yuni Ambarwati)

23. Saat Pertama (Fuatuttaqwiyah)

24. Ujian Yang Tak Terlupakan (Linda Astri Dwi Wulansari)

25. Aku Berhasil (Oci YM)

26. Pengawas Cadangan (Arif Zunaidi Riu)

27. Ancaman Tidak Lulus Dari Guru Matematika (Nunu El-Fasa)

28. Musibah Pra UNAS (Rafif Amir)

29. Pengalamanku Detik-Detik UNAS (Gilang Raga Anomi)

30. Sepenggal Kisahku (Eka Mega Chyntia)



Pemenang untuk naskah dengan nilai tertinggi adalah Ria Mustika Fasha



Dan Pemenang untuk naskah terfavorit adalah Irfan Azizi.





Mohon kepada dua pemenang tsb untuk mengirim alamat Indonesia untuk pengiriman hadiah. Alamat ditulis ke inbox FB Tri Lego Indah dengan Subject : Pemenang SSUN





Bagi ke 30 naskah terpilih, harap untuk kembali mengirim biodata berbentuk narasi maksimal 60 kata, boleh dengan menyertakan foto. Biodata dan foto dikirim sebagai lampiran(attachment) dan dikirimkan ke email : me_muslimnegarawan@ymail.com dengan subject : Kontributor SSUN.



Biodata dikirim paling lambat 16 Maret 2011 pukul 21.00 wib



Nb : Royalti dari penjualan buku ini akan dipergunakan untuk merintis komunitas baca di Lampung.

Untuk seluruh peserta yang sudah berkenan bergabung di event SSUN kami menghaturkan banyak terima kasih kepada rekan sekalian. Tetap semangad, sampai jumpa di event2 selanjutnya...





Salam



Crew SSUN

Sunday, March 20, 2011

Nama Rubrik, alamat dan Kisaran Honor Menulis di Media (COPAS)

Ada banyak kesempatan untuk menulis di media sebagai salah satu ajang aktualisasi dan apresiasi di dunia menulis. Hampir semua media menyediakan rubrik untuk public. Yang paling umum adalah rubric opini (bisa dengan nama lain untuk sejumlah media), cerpen, puisi dan sebagainya.



Berikut nama media, nama rubric, alamat email dan perkiraan jumlah honor (dikompilasi dari sejumlah sumber) :



Kompas: opini@kompas.co.id

Kompas termasuk media yang memiliki begitu banyak rubric untuk masyarakat. Selain opini, ada rubric lain yang bisa dicoba seperti Teroka dan Teropong. Bedanya, jika rubric opini muncul setiap hari, rubric-rubrik lain ada yang tiap satu atau dua minggu. Honor di Kompas konon rata-rata di atas satu juta.



Jawa Pos (www.jawapos.com)

Ada beberapa rubric yang bisa dicoba: “opini”, “ruang putih”, “di balik buku”, “cerpen”, “puisi” dsb..

Alamat email : opini@jawapos.co.id, sebutkan rubric yang dituju pada subyek email.

Honor opini sekitar Rp 750.000. Untuk Kolom Esai Budaya, Cerpen, Resensi Buku dan Dibalik Buku: ariemetro@yahoo.com. (Untuk resensi buku, bisa dikirim yang panjang tulisannya sampai 800 kata)



Seputar Indonesia (www.seputar-indonesia.com)

Alamat : redaksi@seputar-indonesia.com. Ada Opini (muncul setiap hari), Kolom Budaya, Resensi, Puisi, Cerpen (ada di hari Minggu saja). Tinggal kita tulis aja mau dimuat di kolom apa pada subject email pas kirim tulisan. Honor resensi buku 200 ribu. Opini dan Kolom Budaya 400 ribu, Cerpen 400 ribu.



Lampung Post (www.lampungpost.com):

Untuk Kolom Opini: redaksi@lampungpost.co.idà ini imel utama

opinilampost@yahoo.co.id

redaksilampost@yahoo.com

Untuk Esai Budaya/Sastra dan Puisi: lampostminggu@yahoo.com, halaman opini@yahoo.com

Honor Opini 200 ribu, Cerpen 200 ribu



Media Indonesia (www.media-indonesia.com):

Untuk Kolom Opini dan Resensi Buku : redaksi@mediaindonesia.co.id

opinimi@yahoo.com

(Panjang resensi buku maximal 800 kata. Begitu juga dengan Opini. Saat kirim lebih baik semua imel dikirimi.

Honor resensi buku dan Opini 400 ribu. Nama Kolom Resensi Buku-nya: Bedah Pustaka)



Bisnis Indonesia: redaksi@bisnis.co.id

(Biasanya tulisan yang nyerempet soal bisnis dan ekonomi. Honor sekitar 300 ribu)



Pikiran Rakyat (www.pikiran-rakyat.com) (Jawa Barat):

Untuk Kolom Opini: opini@pikiran-rakyat.com à panjang tulisan maximal 6000 karakter dengan spasi honornya 300 ribu. Untuk Esai Sastra, Cerpen dan Puisi: khazanah@pikiran-rakyat.com à ada di hari Sabtu

Untuk Resensi Buku: kampus_pr@yahoo.com ada cuma hari kamis (panjang tulisan 4000 karakter dengan spasi. Honornya 200 ribu.)



Koran Tempo (www.korantempo.com):

Untuk Kolom Opini: koran@tempo.co.id

Untuk Resensi Buku, Esai Sastra dan Puisi: ktminggu@tempo.co.id

Honor Opininya sekitar 600 ribu. Satu bulan sekali ada Suplemen Ruang Baca, kalo dimuat honornya 500 ribu. Resensi buku honor 400 ribu.



Republika (www.republika.co.id): sekretariat@republika.co.id à ini buat Kolom Opini.

Kalo kirim cerpen dan puisi, selain kirim ke imel itu, kirim juga ke: ahmadun21@yahoo.com



Suara Karya (www.suarakarya-online.com): redaksisk@yahoo.com

Ada Kolom Opini. Cerpen dan Puisi hari Sabtu. Honor Opini 150 ribu



Suara Pembaruan (www.suarapembaruan.com): koransp@suarapembaruan.com

semua jenis tulisan dikirim ke imel itu. Ada Kolom Opini, Resensi Buku, Puisi dan Cerpen



Koran Jakarta (www.koran-jakarta.com) : redaksi@koran-jakarta.com

(Setiap hari ada Kolom Opini (namanya Gagasan) dan resensi buku (Perada). Honor 400 ribu untuk Opini, Resensi buku 280 ribu. Kalau mau dimuat, biasanya ditelfon terlebih dahulu.



Suara Merdeka (www.suaramerdeka.com): naskah@suaramerdeka.info dan wacana@gmail.com.

Ini koran Jawa Tengah, InsyaAllah bisa dicoba oleh penulis lain dari luar daerah.



Catatan Tambahan :



1. Untuk Rubrik Opini, secara umum tulisan berkisar 700-850 kata.

2. Tulisan bisa dimuat satu hari setelah kirim, satu minggu, dua minggu atau bahkan dua bulan setelah kirim, umumnya juga tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

3. Selain actual, kenali karakter media dengan sering mengunjungi webnya masing-masing.



Selamat mencoba dan berkarya…..

Wednesday, March 16, 2011

Sentuhan Suamiku Membatalkan Wudhu'

Tulisan ini bermaksud bukan untuk diperdebatkan, hanya sekedar share tentang pengalaman saya. Bukan pengajaran saya terhadap pembaca, silakan mengambil baiknya:
Salah satu rukun wudhu; membasuh tangan
Sumber swaranda.blogspot.com


Saat awal pernikahan, aku pernah menyentuh suami sesaat sebelum sholat berjamaah bersamanya. Bukan tanpa sengaja, aku memang memahami bahwa aku sudah halal baginya dan boleh menyentuhnya meski dalam keadaan suci (berwudhu) tidak mmebatalkannya.Tapi suami langsung melongo, seperti ada yang salah dalam diriku. Lho?



Ternyata kami beda pemahaman, suami memahami bahwa sentuhanku sudah membatalkan wudhunya. Aku tidak langsung mengiyakannya meskipun suamiku adalah alumni Bahrul Ulum salah satu pondok pesantren besar di Jombang, yang notabene ilmu agama lebih dalam dari agamaku yang hanya sebatas tau. Aku disuruhnya wudhu kembali tapi aku tetap melanjutkan sholatku karna aku sendiri belum tau jelas hadits dan sebab-musababnya. Meski aku sudah mencari tau hal tentang semua ini di internet, aku masih saja bersikukuh dengan pendirianku karna aku belum yakin dengan sumber-sumber seperti internet yang kebanyakan orang memposting dengan asal comot, sampai aku bertemu dengan mba Bawon Rohmawati, tetangga yang juga teman mondoknya.banyak ilmu baru yang kudapat dan pemahaman mendalam mengenai wudhu dsb. Ternyata pentingnya ilmu agama adalah seperti ini supaya kita tau dasarnya dan sebab musababnya agar kita tidak tergolong kedalam orang yang hanya ikut-ikutan. aarrrrrhhhh maaaaaakk aku jadi pengen mondok aja seperti yang kau inginkan dulu, tapi aku bersyukur dianugerahi suami yang bisa menambahi kekuranganku, aku bisa mondok pada suamiku

Hal yang aku yakini selama ini adalah menyentuhkanya tidak membatalkan wudhu kecuali dengan syahwat. Berikut segala pertanyaan yang berkelabat dalam diri beserta jawaban yang merupakan kesimpulanku mengapa menyentuh suami membatalkan wudhu?:

1. Lho? Aku kan sudah istrinya, sudah halal bagi kami bersentuhan. Kenapa mesti batal? Menikah adalah untuk menghalalkan diantara kami, bukan berarti tidak membatalkan wudhu. Kembali kepada esensi wudhu tentang hal yang membatalkannya. Salah satunya adalah menyentuh yang bukan muhrim.

2. Benarkan? Aku dan suamikan sudah muhrim? So tidak batal donk!! Tetap batal, karena diantara kami memang bukan muhrim, seandainya kami muhrim, tentu kami tidak bisa menikah dan haram menikah. Sekali lagi menikah adalah untuk mengahalalkan diantara kami bukan untuk memuhrimkan diantara kami

3. Salah satu Dasar dalilnya berdasar atas ayat Qur`an dibawah ini:

...Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau ,b>kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik; sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema``af lagi Maha Pengampun. (QS. An-Nisa: 23)
4. Memang ada pendapat yang menyatakan menyentuh wudhu tidak batal seperti apa yang aku fahami selama ini seperti Mahdzab Imam Hambali sedangkan yang menyatakan menyentuh wudhu adalah batal adalah imam Syafi’i. Harus meyakini salah satunya, tidak mungkin mencampur keduanya, sholat bermahdzab Syafi’i sedangkan wudhu bermahdzab Hambali.

5. Untuk lebih menjaga kebenarannya alangkah baiknya aku menjaga keduanya, ada pendapat-pendapat yang mengatakan bahwa bersentuhan antar suami-istri tidak membatalkan wudhu`, namun alangkah baiknya jika memperbaharui wudhu` lagi sebelum shalat. Karena kadangkala aku tidak tahu apakah suami menyentuhku dengan syahwat atau tidak. Maka memperbaharui wudhu` merupakan tindakan berhati-hati (ihtihiyathan). Wallahua’lam bisShowab[.]

Sidoarjo, 06 Maret 2011. 21:21

Nunu El-fasa

Monday, November 01, 2010

Akibat Kosmetik Dua Juta Itu

Sebagai anak baru di tempat kost ini, gue bak anak pendiam yang baru dilepas ortunya dari pesantren. Gak banyak cakap hanya memperhatikan gerak-gerik masing-masing penghuni kamar.

Gue kebagian kamar paling depan. waktu ntu masih punya roommate, satu kamar sama hamie. Mungkin saking belernya gue kagak pernah ngeberesin kamar, jadilah kabur dia dan gue sendirian. Sebelah kamar gue ditempatin manusia-manusia yang suka nomaden. Sering pindah gonta-ganti penghuni sampe lupa dan kagak penting gue sebutin. Sebelahnya lagi ditempatin dua makhluk ceking, dui dan umil. dan paling ujung di tempati si Aida.

Dan penghuni depan kamar guelah yang akan jadi bahan cerita kali ini.

Sebut saja namanya Annisa. Bukan korban pencabulan atau kekerasan dalam kamar kost tapi memang benar Annisalah namanya.

Perkenalan kami bermula dijemuran atas saat hendak mengangkat jemuran pertama gue di kost “OWOL” nama kost kami. Herannya, saat ngangkat jemuran masih sempat-sempatnya dia bawa hape. Bahkan sambil bercakap-cakap dengan gue tuh hape bunyi.. klunting-klunting.

Waahh.. ternyata kerjaanya si Annisa nyambi chatingan. Nonton TV nyambi cha
ting, Nyapu nyambi chating, memasak disambi nyating, untung hapenya tidak kesambi ngulek cabai.

Sesekali dan saking seringnya sekali jadi seringkali terdengar dia bercakap-cakap dengan bahasa Inggris. Wow.. nii anak keren banget, Inggrisnya lancar tanpa macet. Gue menguping sambil Ngah-ngeh-ngoh dengan mengapit kamus Inggris.

“Siapa Niiss?? Wahh.. keren Lu Niiss bisa ngoceh sebegitunya. Punya temen bule diam aja. kenalin gue dong!”

“Lu kan punya facebook cari aja kenalan di facebook”

“Nggak ah.. takut gue, kalu temennya temen kan bisa lebih aman”

“Ini aku juga baru kenal lewat tagged, dia mau ke Indo bulan depan”

Haa?? Ke Indo buat nemuin lu..?? kapan yaa ada orang bule yang mau nemuin gue. Ngarep

Semenjak Annisa dipacari orang bule yang dia panggil mr.Singapur. Semua w
arga kost jadi ketiban berkahnya.

Dui : dapet kaos bertuliskan Singapore.

Umil : termometer berpatung singa.

Aida: dapet marchendise lucu yang ada icon singaporenya

Sementara gue satu stel kaos senam warna pink tanpa embel-embel Singapore. “Nggak adil lu, menganak tirikan gue”.

“Tu semua buat lu”

Alhamdulillah mimpi apa semalem gue, hari gini dapat warisan segini banyaknya. Langsung borong kekamar.

“Eh..ehh.. parfum, jam tangan, sama pakaiannya jangan. Kosmetiknya aja lu bawa. kalu mau coklat makan aja tapi jangan di bawa”

“ya elah pelit amat”


Semenjak dapet kosmetik yang menurut gue harganya mending dibelikan nasi bebek. Gue berubah jadi cantik. Perawatan epride. Maskeran, sunblock, lipstick. Padahal dulu kagak pernah megang yang namanya bedak.

Apalagi Annisa tak henti-hentinya nyetok keperluan make up gue. Sampai numpuk. Masker ada tiga macam, pelembab dua, alas bedak, nii rambut yang setiap hari berkerudung jadi rutin creambath. Jadi bingung gue makenya. Untung jerawat gue nggak unjuk rasa depan muka, fine-fine aja meski gonta-ganti bedak. Dan parahnya gue ketagihan Facial. Every month harus siap-siap nyari utangan buat nyalon. Ckckkckk..

Suatu ketika, Annisa dapat hadiah kosmetik paling muahal dalam sejarah. Sebagai anak kost dia memiliki sepaket kosmetik branded yang harganya sepaket aja dua jetian. Yaelah terbuat dari apaan yaa?? Dan nggak lama tu kosmetik tau-tau nangkring aja di meja kamar gue.

“beneran tu kosmetik lu kasihkan gue”

“Iya..ambil aja, gue nggak cocok pakai klinik”

Well, mesti muke dawarblandong ada harapan gue bisa sekelas Julia Robets. Langsung gue pake tu make up, yang lainnya gue simpan aja dalam plastic. Heeemmmm.. endaaaaangg wanginya, lembutlah pula. Berharap besok muka gue bisa kinclong. Wajah gue usap-usap terus.

Tersadar bangun kesiangan gue langsung ke kamar mandi dan tak sengaja melihat muka gue dalam cermin. Hwwwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa????

Penghuni kamar langsung keluar..

“Apa sih nu?? Pagi-pagi udah teriak, Ass Hole lu”

“itu yang di depan cermin siapa mil?”

“itu kan muke elu bonyok!!! Syukurin lu pake gonta-ganti make up, masih mending ni p*ntat gue”

#$%^&*!@#()%%

Nunu El-fasa

Sidoarjo, 27 Oktober 2010 09.51

Panjang naskah 599 kata tidak termasuk judul diikutkan dalam lomba Kisah Ringan Kecantikan yang diselenggarakan Leutika Publisher dan Riawani Elyta serta tarapucino

Ayoo ikutan meraimaikan lomba ini mudah aja kok

1. Kisah ringan harus berasal dari pengalaman pribadi, boleh diri sendiri atau orang lain

2. Ditulis dalam bahasa yang segar dan diutamakan ada hikmah yang didapat, misalnya : kapok memakai kosmetik sembarangan, kapok diet tanpa konsultasi dengan ahliny
a, jadi lebih berhati-hati mengonsumsi suplemen, dll
3. Panjang naskah 400 - 600 kata (kira-kira 1,5 – 2,5 halaman kuarto), ditulis di note FB masing-masing dengan menyertakan upload cover buku Crazy Moment dan di-tag ke minimal 20 orang termasuk Tarapuccino Group dan Riawani Elyta disertai ajakan mengikuti lomba ini (untuk yang FB Group, jika gagal men-tag, cukup share link saja)

4. Deadline pengumpulan kisah sampai dengan 20 Nopember 2010 jam 24.00 wib

5. Hanya boleh mengirimkan satu naskah

6. Lomba juga terbuka untuk para kontributor antology A-Z Panduan kesehatan/kecantikan muslimah *)

Penghargaan :

Akan dipilih 10 (sepuluh) kisah terbaik untuk dibukukan bersama / menjadi suplemen dalam antology A-Z Panduan kesehatan/kecantikan muslimah, dan kepada masing-masing pemenang akan mendapat hadiah 1 (satu) eksemplar buku CrazMo! yang dikirimkan ke alamat di Indonesia. Pihak koordinator akan berusaha menawarkan naskah tersebut ke penerbit dengan usaha untuk diterbitkan. Untuk prosentase royalti atau reward dalam bentuk lain bagi para pemenang lomba akan dibicarakan lebih lanjut dengan koordinator setelah naskah dinyatakan layak terbit.

*) Bagi yang belum tahu tentang antology ini dan berminat ikutan, silahkan kulik-kulik aja info lengkapnya di wall Tarapuccino Group dan gabung disana. Klik link berikut:

http://www.facebook.com/pages/Tarapuccino/134964266544740

Thanks a lot.Salam,

Riawani Elyta

http://www.facebook.com/profile.php?id=1672809411%EF%BB%BF

Lomba ini terselenggara atas dukungan dan kerjasama : Leutika Publisher

Riawani Elyta



Friday, October 22, 2010

Ciptakan budaya menulis..

Alhamdulilah akhir-akhir ini saya jadi kegandrungan menulis. Padahal dari dulu saya sangat tidak suka dengan pelajaran bahasa Indonesia terutama menulis, lebih-lebih menulis puisi. Seperti ada yang tertawa terbahak-bahak jika saya membaca sendiri tulisan saya.

Bismillahirrohmanirrohim, semoga saat menulis ini saya kuat untuk tidak tertawa, dan merubahnya menjadi 

Belajar banyak dari facebook
Facebook -- salah satu situs jejaring social yang sedang trend ini mengajarkan banyak orang menulis, khususnya saya pribadi. Paling tidak status yang di buat para facebooker adalah tuangan dan ekspresi dari pikiran yang sedang mereka rasakan. Sedih, bahagia, kecewa, marah, bahkan jatuh cinta. Apalagi Mark Zuckenberg, sang empunya facebook menyediakan tempat khusus untuk media menulis.

Kata guru saya, belajar menulis dari membaca. Dari sinilah saya banyak membaca, berawal dari membaca status dan notes. Banyak di temukan bebagai hal. Ada yang bercerita tantang kehidupannya, melucu, romantic, dan info penting dengan gaya tulian yang beragam.

Kalau dulu saya membaca sebuah buku, yang saya tau hanyalah buku ciptaan penulisnya dan sedikit profil dalam bukunya. Kini dengan situs jejaring social ini saya bisa mengenal lebih dekat dengan para penulisnya langsung. Seperti penulis yang tersohor dengan buku dodolnya mba Dewi Dedew Rieka. Saya bisa lebih tau tentang kehidupan dan aktivitasnya, lebih dari itu saya bisa belajar banyak dari mba dedew “sapaan akrab” dari komentar beliau di notes saya.

Gag hanya itu, kita pun bisa mendapatkan tips-tips menulis dan membukukan tulisan dari para penulis besar seperti mba Asma Nadia, Iva Afianty, mba Helvi Tiana Rosa. Dari status mereka bisa didapatkan infomasi tentang bedah buku, workshop dan seminar kepenulisan.

Kitapun bisa mengukur seberapa jauh kemampuan menulis kita dengan mengikuti lomba-lomba menulis yang sering terupdate sepeti kontes tulis yang diselenggarakan XL ini, saya temukan dari facebook mba dedew pula.

Sehingga dari facebook kita bisa membiasakan menulis untuk menciptakan budaya menulis masyarakat Indonesia. Jadi, facebookan nggak sekedar untuk cari kenalan, cari pacar atau hunting jodoh. Wekekekkekk..

Menulis Yuukks!!!

Nunu El-fasa
Sidoarjo, 22 Oktober 2010 21.48

Diikutsertakan dalam lomba

Malam Pertama


sumber gambar here
Aku sudah memilih wanita yang akan mengisi tulang rusukku. Wanita sederhana yang walaupun tak ayu tapi mampu menjadi pelengkap hidupku. Ketegarannya yang tak kupunya, semangat hidupnya serta kecerdasannya tak kalah dengan wanita sarjana lainnya meski ia hanya lulusan Aliyah.

Kini wanitaku ada disampingku, lebih tepatnya dikamarku. Tak sabar aku ingin menyentuh apa yang sudah menjadi halal bagiku.

****

Hujan seakan membekukan malamku. Tak sabar menanti embun pagi dari jejak hujan malam ini.

“ah.. mengganggu saja ni hujan, mana kamar bocor pula”

“Bang air sudah menggenang di bawah ranjang kita”

Astaga banjiiiiirrrrrrr….. Tak perduli tengah malam aku berteriak sekencang yang kubisa “maaaaaa.. banjiiiirrrr… maaaa”

Dan

Byuuurrr….

“Bangun Kau!!! Sudah pagi masih aja ngigau”

@#$%^&*()!!!!!!!!!!!!!

Sidoarjo, 22 Oktober 2010 7.33
Nunu Elfasa

* Panjang naskah 111 kata tidak termasuk judul dan tanda baca

Special For : Bang Adi Toha Jalaindra.. Met milad dan sukses dengan telor-telor penanya. hehehe..

Wednesday, October 20, 2010

Rasaku MilikMu (Allahu Robbi)

sumber gambar here

Rasaku MilikMu (Allahu Robbi)
by : Nunu El-fasa

Illahku Allahku..
MemujaMu kucoba tepiskan rindu
Tafakur dalam sujud
berharap penuh kasihMu

Illahku Allahku..
SabdaMu obati rasaku
alunan lirih nan lembut
hangat menyelimuti kalbu
Biarkan rasa ini hanya milikMu

Surabaya, 20 Oktober 2010 10.15


Feel Free To Follow My Blog