Tuesday, July 28, 2015

Hamil Setelah Infus Glutathione

Memiliki anak setelah menanti 4.5 tahun membuat kami sering ditanya, periksa dimana? Program hamil apa? Atau berobat kemana?

Menjawab pertanyaan ini sama bingungnya dengan menjawab pertanyaan, kamu kok belum hamil? Karena hamil memang atas kuasa Allah SWT, bukan dokter, dukun atau kiai yang notabene manusia.

Sebisa mungkin saya dan suami berusaha nggak takabur dengan mengatakan saya hamil karena ini atau itu, oleh karena itu judulnya saya hamil setelah infus glutathione. Karena memang sebulan setelah infus glutathione saya langsung hamil. Padahal sebelum-sebelumnya saya sudah tidak melakukan program hamil. 
Saya saat infus glutathione di klinik Stanmed Center

Bisa dilihat sendiri postingan saya 28 Agustus 2014, disitu saya sedang diinfus glutathione di klinik Stanmed Center. Dan sebulan setelahnya tepatnya 7 Oktober sudah telat datang bulan.

Yang saya tahu saat itu, infus glutathione sering dipakai sebagai terapi kecantikan untuk memutihkan kulit tubuh secara alami. Akan tetapi semakin ke sini saya semakin saya sadar, ternyata glutathione memiliki manfaat lebih dari sekedar obat pemutih.

Apa sih glutathione itu?

Di postingan tersebut sudah saya jelaskan glutathione adalah protein alami yang terdapat dalam tubuh manusia sebagai bahan dasar pembentukan sel. Semakin banyak kadar glutathione dalam tubuh, sel-sel kulit tubuh semakin sering melakukan regenerasi.

Dan, bukan cuma kulit yang neregerasi. Glutathione bekerja pada seluruh bagian tubuh, termasuk jaringan dan organ reproduksi wanita. Oleh karena itu glutathione bisa digunakan untuk terapi kehamilan. 

Banyak yang melakukan program hamil dengan menggunakan glutathione. Ini saya ketahui dari timeline facebook dan grid instagran saya @nunuelfasa. Akan tetapi banyak yang tidak sadar kefektifan glutathione metode infus dibanding yang lain. 

Memang infus glutathione harganya paling tinggi dibanding metode lainnya, tetapi metode infus yang paling optimal bekerja dalam tubuh kerena langsung mengedar bersama aliran darah.

Jika diprosentase, metode oral (melalui pencernaan) penyerapannya hanya 5%, metode infus bisa mencapai 95%.

Oleh karena itu saya bisa langsung merasakan manfaatnya. Tubuh saya terasa lebih ringan dan fresh setelah melakukan infus glutathione. Serta hormon saya menjadi lebih baik, siklus haid saya maju 4 hari, tanggal 7 september haid, dan tanggal 7 bulan depannya langsung telat.

Semoga ini bisa menjadi informasi bagi yang sedang menjalani program hamil, infus glutathione bisa menjadi salah satu jalan ikhtiyar untuk memperbaiki hormon reproduksi dalam mendapatkan keturunan.

Friday, July 24, 2015

Ainewa Heba Janettra

Baby Ewa

Sejak hamil muda suami memang berharap anaknya laki-laki. Sehingga sayapun request, kalau memang nanti lahir laki-laki mau aku kasih nama "Gandiwa" panggilannya Ewa.

Dan ternyata hasil USG selalu perempuan. Rupanya si suami juga terobsesi dengan panggilan "Ewa". 

Kalau saya suka Ewa karena tokoh kesayangan alm. bapak saya dulu itu "Arjuna" yang bersenjatakan "Gandiwa". Sementara suami inspirasinya dalam dunia pandora di film Avatar "Eywa" (pakai y), nama pohon yang dituhankan.

Setelah mencari tahu artinya, ternyata Eywa adalah nama lain dari tuhannya yahudi "Yahweh". Tetapi kalau Ewa (tanpa y) artinya "kehidupan" bentuk lain dari "Eva"

Karena nama dibawa terus, saya memilihkan alternatif, "Kamanewa". Bentuk lain dari "Kamaniya" dalam bahasa sanskerta artinya cantik. Hihi, sejak dalam kandungan aku sudah memanggilnya kamanewa, alhamdulillah terlahir cantik beneran :D. Jadi kamanewa itu dari bahasa sanskerta bukan jepang, soalnya banyak yang mengira bahasa jepang :D

Karena kurang pas dengan nama panjangnya, akhirnya kamanewa diubah jadi "Ainewa"

Ain: berharga (arab)

Ewa: kehidupan (yunani)

Heba: pemberian atau hadiah (arab ibrani, bentuk lain dari hibah) kesabaran menunggu 4 tahun :)

Janettra: diambil dari nama alm. Mbahnya "Janes" (emak saya) dari bahasa sanskerta artinya berderajat tinggi

Ainewa Heba Janettra

(Hadiah kehidupan berharga dengan doa semoga menjadi pribadi yang memiliki derajat tinggi di mata Allah SWT)

Kronologi Melahirkan Baby Ewa

Jadwal kontrol Senin 1 Juni 2015 menyisakan beban pikiran bagi saya. Bukan hanya janin yang masih telentang. Sesuatu yang baru diketahui saat itu terdapat satu lilitan pada janin saya.

HPL (hari perkiraan lahir) tinggal 8 hari lagi (8 Juni). Apa bisa dalam 8 hari lilitannya bisa lepas? Tapi dokter Ardian meyakinkan masih bisa melahirkan normal, saya pun optimis harus melahirkan normal.

Untungnya semua pekerjaan sudah saya selesaikan minggu sebelumnya, termasuk membereskan rumah. Jadi minggu-minggu itu saya bisa memperbanyak jalan kaki.

Kamis 4 Juni 2015
Memasuki minggu-minggu terakhir, yang katanya janin akan jarang bergerak, tapi janin saya lebih aktif dari biasanya. Entah, saat itu saya memang tidak tahu apakah memang begitu jika janin kontraksi.

Sempat konsultasi dengan beberapa teman di facebook dan juga bidan klinik tempat saya melahirkan, Graha Amani. Kesimpulan kasar saya, mungkin masih kontraksi awal. Dan tak perlu ke klinik

Menginjak malam, rasanya kok selalu ingin pup, tapi gak bisa keluar. Pas kebetulan banyak orang di rumah. Tetangga-tetangga saya sangat care. Beberapa kerap menjenguk jika tak kunjung melihat suami pulang kerja. Termasuk malam itu. Dua tetangga saya mengatakan tidak lama lagi saya melahirkan. Katanya perut saya sudah kenceng-kenceng. Tunggu tengah malam atau subuh paling sudah lahiran.

Herannya, kenceng-kencengnya kok nggak sakit? Padahal katanya kontraksi itu sakiiiiit banget. Ah, kalau sakitnya begini, melahirkan normal 10 anak lagi menyaingi Gen Halilintarpun saya bisa. Sesumbar itu saya.

Jumat, 5 Juni Dini Hari
Sakitnya kok begini-begini saja ya dari tadi?

Tapi menjelang subuh sakitnya sudah lumayan. Meski masih bisa saya tahan, saya memaksa dibawa ke klinik pukul 3 dini hari.

Di klinik Graha Amani saya disambut bidan Tini yang saat itu juga sedang hamil 8 bulan.

Duh deg-degan. Pertama kalinya cek dalam untuk mengetahui bukaan. Alamaaak rasanya aduhai. Yang ternyata masih bukaan 1 kecil. Ngacir pulang deh.

Meski bukan waktunya kontrol, Jumat malamnya saya mendaftar kontrol dengan dokter Ardian. Ingin memastikan posisi dan kondisi janin yang ternyata tidak berubah. Begitupun bukaan jalan lahir baby Ewa, meski sudah lebih 20 jam masih belum bertambah, bukaan 1 kecil.

Saya pulang dengan lesu. Uring-uringan sama suami. Saya memang jarang JJP (jalan-jalan pagi) karena suami nggak mau menemani. Paling berat sama tidurnya. So, JJPnya diganti JJM (jalan-jalan malam) depan rumah sampai tengah malampun ayo aja dia.

Sabtu, 6 Juni pagi
Uringan-uringan saya kebawa sampai kamar nggak bisa tidur nangis semalaman. Tapi suami saya nggak tahu, karena dia tidur depan TV.

Mungkin terbawa pikiran paginya saya ngeflek kayak orang mau mens. Langsung bangunin suami. Nggak lama kok perut saya mules (minta ampun deh mulesnya).

Mules ini beda sama yang saya rasakan sebelumnya, yang kata orang kenceng-kenceng. Lebih sakit. Saya enggak tahan.

Sabtu, pukul 8 pagi
Meski ibu mertua masih melarang, sayanya gak kuat dan maksa dibawa ke klinik Graha Amani. Di cek dalam ketiga kalinya sama bidan Dian. Eh masih bukaan 1 besar.

Ya Allah.... Sehari semalam peningkatannya kok kayak anak TK. Naik kecil ke besar saja. Trus kapan lahirannya? Nggak kuat kalau nahan sakit begini lama-lama.

Apalagi mendengar cerita bidan Dian dan ibu-ibu yang kontrol babynya, bukaan 1 lahirannya bisa seminggu kemudian. Alamaaak.

Sabtu jam 10.00 siang
Kalau menurut anjuran bidan, sampai rumah saya disuruh bidan tidur miring kiri atau jalan-jalan. Yang ada saya bingung mau ngapain. Rasa sakitnya sudah enggak bisa saya takar. Tidur nggak enak, jalan-jalan apalagi, nunggingpun juga kesakitan. Segala kalimat toyibah saya ucapkan, masih belum bisa meredam.

Sabtu, jam 12 siang
Saya sudah merengek-rengek minta dibawa ke klinik Graha Amani dari jam 10, jam 12 baru dikabulkan ibu mertua. Itupun dengan paksaan tetangga yang enggak tega melihat saya kesakitan.

Yup, andalan saya hanya ibu mertua dan suami. Sementara suami selalu apa kata ibu mertua saya. Karena mereka berdua yang bakalan menunggui saya lahiran.

Dicek dalam keempat kalinya Alhamdulillah sudah bukaan 4, kali ini enggak diusir bidan lagi kayak sebelum-sebelumnya hehe. Dalam hati agak lega, nggak lama lagi saya akan melahirkan nih. Diperkirakan jam 3 sore baby Ewa akan lahir.

Jam 15.00
Dan benar saja menginjak pukul 3 sore, meskipun belum lahir tapi bukaan meningkat drastis jadi 9. Katanya si cepet 3 jam. Tapi masyaAllah, 3 jam dalam kondisi perut kontraksi rasanya jam nggak muter-muter. Lama dan sakiiiiiiit banget.

Proses menuju bukaan 9 saya nggak bisa diam. Nggak bisa kalau nggak ngrintih atau sambat. Baru kalau ibu mertua menepuk mulut saya, saya baru ingat kalau diluar ruang bersalin juga banyak orang. Malu kalau terdengar orang.

Jam 17.00
Perkiraan meleset, yang katanya 1 jam lagi bakalan lahir. Jam 5 sore baru bukaan lengkap. Butuh waktu dua jam bukaan 9 ke 10.

Ibu mertua saya nampak panik. Karena jam-jam tersebut, jam rawan buat lahiran. Saya sendiri baru tahu setelah baby ewa lahir, jika ibu dan ayah mertua tidak mengharapkan baby saya lahir pas matahari terbenam.

Katanya, waktu keramat bayi lahir adalah saat matahari terbenam. Nasibnya bakalan tidak baik. Lebih baik lahir setelah maghrib atau setelah isya sekalian.

Pantesan, pas saya telepon bapak mertua jawabannya agak lesu. Rupanya bapak mertua berdoa sama dengan ibu, supaya janin saya bertahan sampai isya.

Tapi disisi lain, dua bidan Graha Amani yang menolong saya, mbak Eka dan Mbak Dian berusaha sekuat tenaga mengeluarkan janin. Saya sendiri yang tadinya tidak mau dipasang infus, pasrah diapakan saja asal baby saya lahir sehat dan selamat.

Jam 19.00
Sampai pukul 7 malam, janin saya belum lahir juga. Dua bidan yang menangani sampai heran. Harusnya pas ngeden bayi mutar dan janin keluar. Yang ada janin saya memang sudah mutar tapi balik lagi ke posisi semula karena lilitan tali pusarnya. Sehingga tiap 30 menit selalu dicek detak janinnya. Dan setiap itu pula bidan selalu mengkonsultasikan dengan dokter Ardian.

Keputusannya, dokter Ardian memberikan detlen pukul 19.30 pada janin saya, jika tidak juga keluar maka akan dilakukan vakum ekstraksi.

Saya tahu mertua saya agak keberatan, sehingga saya tanyakan, "apa tidak dicoba dengan induksi dulu mbak?"

"Sudah ibu Unun, sama pasang infus tadi."

Saking serunya saya merasakan sakitnya kontraksi sampai tidak sadar jika di induksi. Pantesan sakitnya lebih parah dari sebelumnya.

Jika waktu pendaftaran saya memilih sama bidan karena malu jika diobok-obok sama dokter Ardian yang notabene kalau kontrol sering ngobrol akrab sama saya dan suami, saat itu saya lebih memikirkan janin saya. Pasrah, melihat suami menandatangani pelimpahan penanganan dari bidan ke dokter. Karena vakum ekstraksi hanya boleh dilakukan oleh dokter.

Pukul 19. Lebih
Bapak mertua saya datang lebih dulu daripada dokter Ardian. Beliau minta masuk ke ruang bersalin, dan memang saya memintanya. Disitu saya terharu ketika bapak mengelus perut saya dan bicara dengan janin saya, "keluarlah nak, jangan menyakiti ibumu lebih lama." kurang lebih begitu dalam bahasa jawa. Padahal beliau hanya bapak mertua seperti bapak saya, begitupun ibu mertua, sejak awal tak berajak dari ruang bersalin kecuali untuk ibadah.

Sesaat setelah bapak keluar, dokter Ardian masuk ruangan menyapa saya. Lega dan agak deg-degan. Perjuangan baru bakalan dimulai.

Beneran, tak menunggu lama dokter dan dua bidan mempersiapkan semuanya termasuk berganti kostum.

Pertama yang saya rasakan, jalan lahir saya seperti ditancapi tiga paku karena lebih sakit dari suntik tapi justru saya (yang notabene takut suntik) tak merasakan sakit sama sekali.

Entah gimana yaa menjelaskannya. Intinya masih lebih sakit rasa kontraksi.

Dokter sudah bersiap dengan alatnya, sementara dua bidan berdiri di kiri kanan saya untuk mendorong janin. Semua bekerjasama membatu saya mengeluarkan baby Ewa.

Atas intruksi dokter 1,2,3 saya ngeden pertama, tak juga berhasil. Karena belum hitungan 3 saya ngeden duluan karena pengaruh kontraksi yang tidak bisa saya taha . Pas disedot tenaga saya sudah habis.

Dicoba lagi untuk kedua kali, nihil juga. Di situ kata suami saya, dokter sampai memperluas jalan lahir sampai menggunting dua kali.

"Oke dicoba lagi ya bu Unun, kuncinya hanya di ibu unun. Ibu ngedennya harus kuat. Kami di sini cuma membantu ibu Unun. Oke kita coba sekali lagi."

Dan menurut suami saya, justru yang ketiga ini dokter Ardian yang mengikuti saya. Tidak pakai hitungan, dokter Ardian yang siap siaga dengan alatnya langsung beraksi ketika saya mengejan.

Aslinya sudah tidak kuat. Mengingat kata-kata dokter Ardian sebelumnya, saya menambah ngedennya. Apalagi suami di samping saya, bidan-bidan, ibu mertua dan dokter menyemangati.

"Ayo ibu, ayo sedikit lagi."

"Sedikit lagi ibu, sedikit lagi..."

"Ayo dek, kepala sudah keliatan dek, ayo dek...."

Eeeekkkkk..... Dan coeeeerrr.....

Pukul 20.10 tangisan baby Ewa pecah, pun suami dan ibu mertua memeluk dan mencium saya.

Saat itu saya melihat sekilas dokter melepas lilitan tali pusat sebesar jempol kaki di leher baby Ewa. 

Agak mengerikan, membayangkan lilitan itu yang mengikat tubuhnya sehingga membuatnya tidak bisa memutar. Untung hanya tidak bisa memutar, saya tak bisa membayangkan yang lainnya. Yang penting baby saya sehat selamat dan langsung ditelungkupkan di dada saya.

Proses melahirkan yang panjang dan melelahkan. Bukan cuma yang melahirkan, buat yang nungguin, dan bidan-bidan. Karena setelah melahirkan saya drop. Bukan cuma lemas tapi tubuh menggigil kedinginan. Mungkin karena pengaruh phobia darah saya shock melihat darah saya bermuncratan di tembok. Bahkan sampai mengotori baju bidan dan dokternya. Saya nggak mau ditinggal oleh bidan dan suami saya. Jadinya, semalaman itu saya dipantau penuh. Tak cukup bidan, tapi juga diobservasi tiap satu jam oleh dokter Ardian.

Saya jadi bemuhasabah, teringat Jumat malam sebelumnya saking enggak pengennya merasakan sakitnya kontraksi karena indukai saya sampai berujar, "duh, amit-amit deh, jangan sampai saya diinduksi, mending saya pilih sesar daripada induksi."

Ini tamparan dari Allah atas kesombongan saya. Yang saya rasakan bukan hanya induksi tapi juga dua kali guntingan dan tiga kali sedotan vacum ekstraksi.

Pelajaran buat yang lain jangan sampai berucap yang enggak-enggak saat mengandung ya. Apapun yang terjadi jalani saja.
baby ewa dan dokter Ardian

Friday, July 03, 2015

Vitamin C Kauffman High Dose, Pemutih Alami Kulit Tubuh


Definisi cantik bukan hanya terlihat dari wajah, akan tetapi mencakup seluruh bagian tubuh termasuk bagian dalamnya, yaitu sehat jasmani dan rohani. 

Infus vitamin C bisa menjadi pilihan tepat untuk mewujudkan impian kecantikan tersebut. Kandungan tinggi antioksidan yang terdapat pada vitamin C mampu membereskan radikal bebas yang dapat merusak kecantikan. Juga mampu memperbaiki kerusakan sel-sel akibat pengaruh usia. Sehingga sel-nya selalu meremaja dan tampak awet muda. Vitamin C memang banyak dijadikan sebagai bahan perawatan anti aging dalam berbagai produk kecantikan. Bisa dibedakan, orang yang rajin mengkonsumsi vitamin C baik secara oral, injeksi maupun infus, dengan yang tidak mengkonsumsi akan terlihat berbeda pada usia selnya.

Mengapa infus?

Pada dasarnya pemberian secara infus atau injeksi sama-sama memiliki kelebihan aman terhadap gangguan lambung. Vitamin C yang asam dalam jumlah yang tinggi bila dikonsumsi secara oral (melalui sistem pencernaan) bisa merusak lambung, itulah sebabnya pemberian vitamin C melalui vena atau pembuluh darah sangat direkomendasikan daripada melalui oral. Selain itu, kandungan vitamin C-nya dapat diserap darah dan bekerja maksimal ke seluruh tubuh.

Vitamin C Kauffman High Dose, adalah salah satu produk infus vitamin C dosis tinggi yang aman bagi lambung karena tidak bersifat asam. Merupakan pemutih alami tubuh yang dapat memberikan manfaat kulit nampak cerah merata dan awet muda. Pemberian Vitamin C Kauffman High Dose secara rutin 4x dalam sebulan mampu merawat kulit Anda secara menyeluruh termasuk bagian-bagian sensitive yang tidak pernah terjamah oleh perawatan kecantikan biasa. Seperti selangkangan, ketiak, siku, lutut, atau bahkan pantat yang menghitam karena terlalu banyak duduk, dan area lainnya yang kadang karena merupakan area tertutup dibiarkan begitu saja.

Sebagai bahan baku alami pembentuk collagenVitamin C Kauffman High Dose mampu mencerahkan kulit yang gelap, menyamarkan flek-flek hitam, mengencangkan kulit, melembabkan kulit yang kusam, menjaga keelastisan dan kekekenyalan kulit, dan masih banyak lagi manfaat lainnya bagi kesehatan dan kecantikan.

Termasuk salah satu masalah perempuan satu ini, selulit. Guratan-guratan memanjang akibat penumpukan lemak atau juga yang biasa muncul pasca melahirkan ini, meskipun tidak berbahaya, selulit bisa mengganggu penampilan. Vitamin C Kauffman High Dose mampu mengurangi stretch marks dan juga mempercepat penyembuhan luka dan menghilangkan bekasnya.

Meskipun dosis tinggi, vitamin C Kauffman High Dose ini tidak berbahaya, karena kelebihan vitamin C yang tidak terpakai akan dibuang melalui urine. Pun aman bagi ginjal, sehingga tidak menyebabkan gagal ginjal.

Vitamin C Kauffman High Dose tersedia dalam bentuk ampul 5000 mg. Penggunaannya bisa dilakukan melalui injeksi maupun infus dengan bantuan tenaga medis.


Saturday, June 27, 2015

Cermat Mempersiapkan Biaya Kelahiran

Sumber ilustrasi, aturduit.com


Saat mengetahui saya sedang hamil baby Ewa, satu hal yang saya pikirkan, biaya melahirkan.

Saya ini termasuk orang yang kurang tertib administrasi. Bertolak belakang dengan suami yang administrasi hidupnya rapi sekali. Mulai akte sampai sertifikat pelatihan MS.Dos jaman baheula masih dia simpan. Saya? Ijasah SMA disimpan kakak pertama, akte disimpan kakak kedua, yang penting mah surat nikah sama saya hihi.

Sampai-sampai saya acuh dengan yang namanya surat pindah. Nikah sudah 4 tahun tapi belum dapat surat pindah. Baru kepikiran pas hamil saya belum ngurus BPJS huhu. Dan salah satu sayatnya kartu keluarga. Sementara saya dan suami belum punya KK karena saya gak ngurus surat pindah. 

Walaupun sebenarnya saya langsung ngurus saat itu juga tapi gak yakin BPJS saya tepat waktu. Mengingat ribetnya administrasi instansi pemerintahan negara ini. Dan konon katanya BPJS baru bisa digunakan 3 bulan setelah pendaftaran. Jadilah selama kehamilan saya kudu pinter-pinter mengumpulkan uang buat biaya bersalin.

Kalau kata bidan sini, setiap ibu hamil wajib punya Tabulin (Tabungan Ibu Bersalin). Entah itu berupa BPJS, simpanan uang di rumah atau di Bank. Karena saya tidak punya, maka saya memulai dari nol. Merencanakan Tabulin dari hamil 1 bulan.

Pada dasarnya saya dan suami termasuk orang boros. Setiap bulan gaji suami dan saya bisa dibilang nggak bersisa. Tidak bisa mengandalkan dengan menyimpan uang di rumah. Sehingga saya harus cermat, selain berusaha menabung sendiri di rumah, saya juga membuat tabungan pengaman bila pas tiba lahiran tabulin saya kurang karena keambil-ambil.

Tabungan pengaman yang saya maksud bisa berupa kartu kredit yang bisa digunakan ketika dalam keadaan darurat. Karena saya tidak punya kartu kredit, maka saya memilih tabungan di bank yang tidak bisa saya ambil dan gunakan baik via atm maupin internet banking, tetapi bisa saya gunakan ketika saya membutuhkan.

Yang paling sesuai adalah tabungan berjangka Bank Mandiri (hihi nasabah setia). Karena setoran awal dan bulanannya ringan. Bisa disesuaikan dengan kemampuan dan bisa diubah pada bulan berjalan.

Meskipun jangka waktunya minimal 1 tahun dan saya hamilnya hanya 9 bulan. Tidak masalah karena tabungan berjangka Bank Mandiri bisa dicairkan sebelum jatuh tempo. Hanya saja memang kena biaya potongan denda karena melanggar kesepakatan.

Bagi saya tidak masalah, toh namanya tabungan pengaman yang digunakan pas darurat. Tetapi Alhamdulillah, lairan kemarin cukup dengan uang tabulin di runah, tidak sampai mencairkan tabungan pengaman saya.

Tuesday, June 23, 2015

Si Phobia Darah dan Jarum Suntik Bisa Melahirkan Normal

Jangan pernah membayangkan kesakitan yang belum atau tidak kau alami, belum tentu itu menyakitkan atau justru lebih menyakitkan tergantung tingkat kesakitan seseorang.

Jarum infus yang menemani proses kelahiran baby Ewa dan yang saya takuti ini ternyata bisa menancap sampai 3 hari
Memang belum ada ahli psikis yang menjudge saya pobhia darah (hihi enggak pernah periksa sih), tetapi rasanya kala melihat darah mengucur di tubuh orang, tubuh saya sudah lemes duluan dan turut merasakan kesakitan yang dirasakan orang tersebut. Ini juga yang menjadi alasan kegagalan saya mewujudkan impian (alm) emak menjadi bidan. Hiks, maafkan daku mak:(, alfathehah.

Termasuk dengan si jarum suntik, saya lebih memilih kabur daripada disuntik vaksin ketika sekolah dasar. Pernah mencoba melawan ketakutan dengan donor darah dan infus glutathione, hasilnya tangan bengkak, biru, mbendol, aboh, sampai seminggu.

Tetapi melahirkan baby Ewa secara normal (perlu penekanan pada kata normal) plus-plus kemarin, rasanya seperti mimpi. Bukan lagi jarum suntik. Ternyata si phobia darah dan jarum suntik bisa melalui semuanya, ditusuk jarum suntik, diinfus, digunting 2 kali (menurut suami) bahkan sampai merasakan seperti ditancapi 3 paku di jalan lahir baby Ewa.

So Amazing rasanya, sampai saya tidak merasa kesakitan selama proses tersebut. Bagi saya rasa yang paling sakit adalah saat kontraksi. Tetapi percayalah, kalian yang memiliki ketakutan sama dan menghindar untuk melahirkan normal, apa yang ada dalam bayangan adalah kesemuan. Jangan pernah membayangkan kesakitan yang belum atau tidak kau alami, belum tentu itu menyakitkan atau justru lebih menyakitkan tergantung tingkat kesakitan seseorang.

Kalau kata orang, melahirkan memang sakit, tak ada melahirkan yang tak sakit sekalipun dengan sectio. Satu yang saya buktikan, semua terbayar saat tangisan baby Ewa pecah.

Harusnya memang si phobia darah dan jarum suntik akan lebih memilih melahirkan caesar daripada normal. Bukan masalah biaya, alhamdulillah selama hamil baby Ewa, rezeki kami mengalir deras, saya bold kata deras karena memang lebih dari biasanya sebelum saya hamil. Jikapun diperlukan menjual simpanan perhiasan, saya relakan untuk kelahiran baby Ewa. Tetapi bagi saya infus dan kateter yang menancap di tubuh itu lebih sakit (lagi-lagi mungkin ini bayangan semu saya). Apalagi disertai dengan cerita teman-teman efek melahirkan caesar lebih panjang daripada normal. Sehingga saya mantap melahirkan normal.

Bersyukur saya menemukan dokter yang pro melahirkan normal plus dokter anak yang pro ASI di klinik Graha Amani Sidoarjo. Saking pro ASI-nya, ibu melahirkan yang tidak bisa IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dengan ASI, harus menandatangani surat pernyataan pemberian susu formula. Selain itu lokasinya terjangkau di kawasan ruko Citra Harmoni dekat dari Rumah plus dokter yang menangani sangat profesional (ini kata suami saya yang melihat langsung si dokter membantu kelahiran baby Ewa). Tetapi saya malu, dokternya laki-laki J. So diawal-awal saya memilih melahirkan ditolong bidan.

Itu enaknya, di klinik Graha Amani saya bisa memilih mau lairan sama dokter atau bidan. Meskipun ada juga dokter kandungan perempaun, tetapi bonding saya lebih kuat dengan bidan yang sudah friendly setiap kali kontrol. Merasa nyaman aja bidan-bidannya baik. Toh meskipun sama bidan tetap dalam pantauan dokter kandungan saya, dr. Ardian.

Setiap jam bahkan setiap tindakan yang dilakukan bidan terhadap saya selalu atas rekomendasi sang dokter. Bidan seperti tangan jarak jauh dr Ardian yang praktek di tempat berbeda, RS. Soerya Sepanjang. Hihi mayan kan, lairan rasa dokter harga bidan.

Tetapi oh tetapi diluar dugaan ternyata ada penyulit dalam proses kelahiran baby Ewa kemarin. Sehingga proses yang tadinya ditangani 2 bidan, mau tidak mau harus dialihkan kepada dokter. Tak ada lagi rasa malu, yang ada saya ingin segera memeluk bayi saya.

Mau tahu proses dan kronologi kelahiran baby Ewa? InsyaAllah di postingan selanjutnya, mau nyusuin baby Ewa dahulu. Hehe.

Baca di sini kronologi melahirkan baby Ewa.
Tangan mungil baby Ewa


Tuesday, May 05, 2015

Bingung Memberi Hadiah? Coba Cara Ini


Sejak kemarin lusa, keponakan saya coba mengingatkan tentang ulang tahunnya yang jatuh pada tanggal 4 Mei 2015. Maksudnya supaya saya tidak lupa memberikan hadiah ulang tahun. Sayanya menanggapi biasa saja, bahkan seolah supaya saya lupa, hehe. Bukan apa-apa, keponakan saya ini termasuk anak yang sulit ditebak maunya. Kadang kalau enggak cocok sama keinginannya, diabaikan deh tuh hadiah. Untuk urusan baju lebaran misalnya, kalau enggak yang dia mau nggak bakalan dia pakai sama sekali. Jadi bingung deh mau ngasih hadiah apa.

Dan saya rasa, masalah ini juga dialami banyak orang dalam memberi hadiah. Baik itu kepada teman, sahabat, keluarga, anak, suami maupun atasan. Ada perasaan, bakalan diterima enggak ya hadiahnya. Kalau saya sih, asal barang itu gratisan pasti suka deh, (wkwkwk maruknyaaah). Makanya salah satu sahabat saya paling suka ngasih apa-apa ke saya, mau itu bekas atau baru pasti deh saya tampung (tuh kan maruk pakai banget) dan bakalan saya pakai untuk menghargai yang ngasih. Kalaupun barangnya enggak cocok (misal gak muat ukurannya), asal bukan hadiah saya bilang lebih dulu ke yang memberi akan saya berikan ke si ini atau si itu.

Karena saya ngerti banget gimana rasanya memberi sesuatu yang diabaikan. Apalagi sebuah hadiah yang kadang membelikannya pakai perjuangan, #hallah. Di situ saya merasa sedih dan mucul perasaan ingin saya ambil lagi deh itu hadiahnya.

Ada baiknya memang sebelum memberi menanyakan kepada si penerima, apa yang paling dia inginkan. Meskipun dianggap kurang memberi kejutan, setidaknya ini bisa menjadi solusi tepat agar hadiah kita benar-benar diterima.

Namun ada salah satu cara lagi, agar hadiah yang kita berikan tepat sasaran. Yaitu memberi mentahan. Ada anggapan orang paling suka diberi mentahan. Akan tetapi kurang etis jika mentahan yang dimaksud adalah duit. Memang sih bermanfaat banget buat penerima, tapi bisa-bisa duit tersebut nggak jadi sesuatu yang berkesan bagi penerima.

Biar mentahan tersebut menjadi sesuatu berkesan, mentahan tersebut dapat diberupakan voucher. Yap mentahan di sini adalah selembar kertas pengganti uang yang biasa disebut voucher. Tentu kalau voucher harus dibelanjakan, nggak bisa disimpan terus. Tinggal kita sesuaikan jenis vouchernya dengan kesenangan si penerima, belanja fashion, sepatu, buku, liburan atau jenis voucher lainnya? Sehingga selain membuat si penerima hadiah bisa memilih sendiri apa yang dia inginkan, juga membuatnya senang karena bisa belanja tanpa mengeluarkan uang. :D

Nah bagaimana sih mendapatkan voucher ini? Zaman internet begini mah mudah, jikapun orang yang akan dikasih berbeda mil jauhnya, masih bisa dijangkau dengan voucher code online shop. Salah satu penyedianya blanja.com dengan ragam pilihan voucher dari online shop lain. Nggak melulu voucher belanja sih, ada juga voucher lainnya seperti tiket masuk wahana liburan semacam ancol, atau juga voucher makanpun ada. So, suka-suka, tinggal pilih mana yang dia suka.


Monday, March 23, 2015

Gara-gara Mawar Hitam Kena PHP Olshop

Seminggu ini aku dan suami dihebohkan dengan salah satu jenis mawar (yang) baru (kuketahui). Tepatnya bunga mawar hitam yang ditranslatekan mbah google jadi black rose.

Kupikir cuma ada di lagunya Tipe X. "Kau mawar hitam, harummu kepedihan." Setelah cari tahu di lapaknya mbah google, emang beneran ada dan masih misterius. Ih gimana sih menjelaskannya.

Oke skip.

Jadi ceritanya, suami sedang dimintai tolong temannya membantu mencarikan bunga mawar hitam ini untuk pengobatan keluarganya. Sehingga akupun turut dalam euforia black rose saking penasarannya. Mencarikan segala info yang kutemukan di internet.
Mawar Hitam (source: instagram)

Ternyata yang kutemukan di salah satu toko tanaman online di Malang, fotonya bunga mawar merah yang memiliki tekstur kehitaman, bukan asli hitam pekat kayak di gambar. Duh pusyiong pala balbie ini.

Untuk memastikan suamiku nelpon ke cs-nya. Dan ingin mendatangi langsung ke kebun. Eh malah enggak boleh. Emang sih recomended, meskipun aku ada pengalaman kelebihan ongkir dan enggak direfund, malah disuruh order lagi, olshopnya emang jujur barang beneran dikirim. Tapi yang namanya pelanggan ingin dong sekali-kali datang langsung ingin memastikan bunga tersebut yang kami cari atau enggak. Malah ditolak tidak melayani pembelian di kebun.

Ya udin, kitapun ngontak temen di Malang, baik temen suami maupun temenku untuk sama-sama membantu mencarikan dan mengantar kami ke pusat pertanian bunga langsung di daerah Bukit Berbunga.

Hiks hasilnya nihil. Ternyata yang dimaksud black rose sama petani bunga di Malang adalah bunga mawar jenis candy merah pekat yang kepekatan merahnya mendekati hitam. Katanya tidak ada bunga mawar hitam yang bener-bener hitam. Kalaupun ada itu hanyalah klenik.

Beuh, kami masih penasaran. Padahal yang kami datangi pusatnya langsung cuma punya gak lebih dari 5 tanaman, itupun bukan yang kami cari. Tapi saat suami menelepon toko online tanaman yang tadi, mengatakan mereka punya ribuan black rose. Mereka punya lahan satu hektar yang isinya black rose semua. Sebenernya kami sangat menggantungkan harapan padanya barangkali dari ribuan koleksinya itu kita nemu satu yang bener-bener hitam. Mumpung sekalian ada di Malang. Tapi ya gitu deh enggak dibolehin datang. :(

Usut punya usut, kata orang yang nagnter kami ternyata toko onlinenya gak jauh dari pusat pertanian bunga yang kami datangi. Bahkan cat orange kantornya kelihatan dari tempat kami berdiri. Dan emang cuma kantor yang melayani jual beli online tanaman. Mereka gak punya kebun. Seperti halnya reseller online mereka mengambil gambar-gambar tanaman dari petani-petani bunga di sekitarnya ketika ada yang beli baru diambilkan. Hmm... makanya kita gak dibolehin datang.

Enggak ada yang salah si dengan konsep jual beli online kayak gini. Karena banyak yang demikian termasuk aku juga pernah. Tapi ya jangan lebay, PHP in pelanggan, ternyata 1000 bunga cuma harapan palsu. Sampai kepikiran buat datengin kantornya. Berhubung maghrib, capcus deh.





Wednesday, February 18, 2015

Nunu el Fasa Dalam Karikatur Kawanimut by Danang Kawantoro


Posting worldless wednesday saja untuk booster ngeblog. Hihihi lama ya gak diurus blognya. Desember lalu dapat kiriman karikatur diri saya dari si owner, pendiri dan kreatif dari kawan imut. Jadi beginilah penampakan karikatur saya yang diambil dari gambar dibawah ini.

Untuk profil facebook menyambut milad ke-18 FLP juga dibuatin lagi, masih menggunakan sumber gambar yang sama. Entah saya kok suka hasilnya. Karena wajah saya disini natural look banget, hahaha.

Monday, January 05, 2015

Anggun dan Bercahaya dengan Sparkle Hijab


Nisaa Humaira Wearing Sparkle Hijab

  • Email : ununtriwidana@gmail.com
  • Yahoo/Ym : neng_un2@yahoo.co.id
  • Facebook : /ununtriwidana
  • Line : ununtriwidana
  • Kakao talk : nunuelfasa
  • Instagram : nunuelfasa
  • Whats App : 085646671600

Monday, December 29, 2014

Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil Muda

Kaki bengkak memang umum dialami oleh ibu hamil. Biasanya terjadi pada trimester ketiga. Karena kaki sudah mulai menumpu beban berat dan merupakan salah satu tanda menjelang due date. Tetapi yang aku alami kali ini bengkak saat usia kemahilanku 12 weeks kemarin dan kerap kambuh ketika aku lupa kaki dalam kondisi menggantung.

Aku yang biasanya cuma "dikurung" di rumah oleh kekasihku. Hari itu ngebet ikut pengen ikut ke RS daftar antrian periksa pasien BPJS punya mertua. Subhanallah, antrinya banyak banget. Berangkat pagi saja kebagian nomor antrin 105. Bukan nomor antrian periksa. Masih antrian daftar periksa untuk dapat nomor antrian periksa di poli spesialis saraf. Ah, ya bismillah saja dijalani, sudah terlanjur ikut.

Hampir 4 jam baru bisa daftar dan ambil nomor antrian poli saraf. Entah sudah berapa kali ganti posisi untuk ngilangin capek akibat syndrom hamil muda ini. Mulai duduk atas, duduk ngelempoh di lantai, selonjoran sampai tiduran di pangkuan suami. Tidak lagi mikirin orang yang penting aku gak kecapean. Alhasil pulang dari RS jadi tepar. Sorenya, telapak kaki terasa tebal buat jalan dan agak sedikit ngambang. Nggak seberapa kelihatan bengkak tapi terasa banget bengkaknya. Sampai tetanggaku yang ngenalin tulang kakiku agak tertutup kulit kayak bengkak.

Sejak itu kakiku jadi rawan bengkak. Kelupaan duduk dengan menggantung sebentar saja sudah terjadi bengkak. Mengapa kaki bisa bengkak? Hal ini terjadi karena peredaran darah balik dari kaki menuju jantung terhambat atau mengalami kendala. Bisa disebabkan oleh faktor kondisi tubuh yang cepat lelah karena terlalu lama berdiri atau duduk.

Hal ini tidak begitu membahayakan jika tidak disertai dengan gejala penyakit lain yang diderita ibu hamil seperti diabetes, ginjal atau darah tinggi. Semuanya masih normal dan bisa kembali seperti semula.

Untuk mengatasi kaki bengkak, ibu hamil hanya perlu menjaga poisis aliran darah kaki lebih tinggi dari jantung. Misal ketika tidur kaki diganjal dengan bantal. Serta menjaga keseimbangan antara duduk, tidur dan berdiri. Jika sedang banyak aktivitas usahakan sering-sering mengistirahatkan tubuh. Atau dengan melakukan olahraga ringan yang membantu melancarkan peredaran darah(.)

Telinga Bengkak Saat Hamil

Ibu hamil memang rawan dengan berbagai gejala kesehatan. Tapi tidak bisa dipastikan karena masing-masing ibu hamil memiliki keluhan berbeda. Bahkan dalam beberapa kali hamilpun, seorang ibu hamil busa mengalami gejala dan keluhan berbeda dengan kehamilan sebelum-sebelumnya. Sehingga aku sangat berhati-hati dalam menjaga kehamilan, apalagi suamiku yang begitu protek tak memperbolehkan aku banyak kerja. Tetapi tetap saja yang namanya keluhan ibu hamil tidak bisa dihindari sejak awal kehamilan, mulai dari sakit gigi, batuk, pilek, sakit punggung, dan yang akhir-akhir ini aku alami, telinga rasanya nyeri sekali. Apakah ada hubungannya sakit telinga saat hamil?

Sejak hamil aku kerap sharing dengan beberapa teman yang aku percaya ketika mengalami keluhan kehamilan. Beberapa memang ada yang mengalami hal sama tetapi untuk satu keluhan ini teman-teman yang aku tanyai tidak ada yang mengalami. Begitupun yang aku dapat dari dr. Boedi Sp.THT yang praktek di RS. Muhammadiyah Sepanjang Sidoarjo. Jadi aku menyimpulkan mungkin tak ada hubungannya antara hamil dan sakit telinga. Kalaupun ada sangat jarang, sedikit, atau mungkin saja pas kebetulan sakitnya saat hamil. Jika diingat, beberapa bulan lalu aku pernah mengalami hal sama, telinga bengkak. Bisa jadi penyebab bengkaknya telingaku disebabkan oleh:
  1. Terlalu sering tidur miring ke kanan. Selain sunnah Rasul tidur miring ke kanan, aku juga lebih nyaman meskipun kata beberapa sumber ibu hamil lebih baik tidur miring ke kiri. Kalau kata bidan tidak masalah tergantung kenyamanan si ibu hamil. Jadi saking seringnya tidur miring kanan tau-tau paginya daun telinga sakit karena terlipat. Sehingga telinga tidak mendapatkan asupan udara keluar masuk yang seimbang.
  2. Telinga pernah kemasukan air dan tidak bisa hilang dengungnya sampai waktu lama. Bisa jadi air yang masuk tidak steril karena nggak lama setelah itu telingaku jadi sering gatal.
  3. Karena tidak nyaman dengan telinga gatal, pernah kukorek dengan cotton bud. Meski kupikir bersih nyatanya setelah kukorek beberpa kali jadinya bengkak dan sakit nyeri ampun deh.
Meski sudah mengindikasi sejak awal tetap saja aku was-was takut berpengaruh pada janin ini. Karena sakit nyerinya kadang sampai kebawa ke perut. Takut dedeknya ikutan stress. Akhirnya aku bawa deh ke THT. Meski setelah itu aku agak menyesal karena di THT cuma dilihat doang sama dokternya. Kupikir pakai dibersihkan kotorannya. Duh, rasanya emang penuh banget telinga ini, kayak ada airnya. Berharap dokter akan menyedot air tersebut. Ternyata cuma dikasih resep doang tentunya yang aman buat ibu hamil.

Bagi ibu hamil yang mengalami hal sama pembengkakan rongga telinga saat hamil bisa mencoba beberapa tips ini:
  1. Radang rongga telinga biasanya diobati dengan obat tetas. Aku biasanya pakai Ottolin. Karena sedang hamil jadi pakai resep dari dokter THT obat tetes telinga yang aman untuk ibu hamil yaitu Sofradex. Karena namanya THT tentu satu jalur bisa jadi obat masuk ke dalam tubuh.
  2. Rasanya memang nyeri di area sekitar telinga. Bahkan gak bisa dipakai tidur miring saking nyerinya. Pijit-pijit halus area sekitar telinga pakai minyak tawon untuk mengurangi nyeri. Kalau kuat bisa pakai balsem. Dan jika masih belum hilang nyerinya baru minum obat penghilang rasa nyeri.
  3. Minum obat penghilang rasa nyeri yang diakibatkan oleh pembengkakan pada rongga telinga. Ternyata paracetamol selain obat penurun panas juga bisa sebagai obat penghilang nyeri. Sepertinya semua merk paracetamol aman dikonsumsi ibu hamil. Karena dokter sempat menanyakan persediaan paracetamol di rumah. Karena enggak punya jadi deh dibuatin resep paracetamol yang merk Dumin sama dokter. Selain paracetamol, asam mefenamat dengan merk Licostan dari bidan sempat aku minum. Sebelumnya indikasinya untuk nyeri punggung, eh ampuh juga buat nyeri telinga. Kayaknya asam mefenamat sih buat nyeri emang, termasuk nyeri gigi. Emang sih karena buat ibu hamil dosisnya emang rendah, jadi cuma bertahan sekitar 5 jam saja.
  4. Rasanya iritasi telinga bukan cuma nyeri. Yang bikin gak betah itu gatal-gatalnya. Pengennya telinga bukan cuma dikorek, sekalian deh dilinggis atau apa biar gatalnya ilang. Tapi eh, daripada makin parah stop korek telinga, hilangkan rasa gatal dengan kompres air hangat. Selain ngebersihin telinga, lumayan buat ngilangin gatal dan cepat ngurangin bengkak.
  5. Usahakan keseimbangan sirkulasi udara telinga. Jangan biarkan telinga tertutup lama oleh earphone atau headset atau karena tidur miring. Aturlah sebisa mungkin ketika tidur miring udara masih bisa keluar masuk telinga baik kiri maupun kanan.
  6. Hindari konsumsi makanan yang bisa memperparah bengkak, seperti ikan laut, telur dan ayam kecuali ayam kampung.
Tips diatas bisa sudah aku coba. Meskipun masih dalam penyembuhan lumayan bisa mengurangi keluhan. Tapi saran aku, jika sudah mencoba dan dalam waktu 3 hari masih nyeri segera periksakan ke THT ya. Semoga bermanfaat dan terimakasih jika ada yang mau menambahkan.

Tuesday, December 09, 2014

Perawatan Kecantikan Ala Artis dengan Vitamin C dan Glutathione

Sudah nggak asing ya dengan peribahasa ini, "tak kenal maka tak sayang". Tapi melihat fenomena haters dimana-mana, peribahasa tersebut seakan berubah menjadi "tak kenal maka timbul su'udzon". Bukan cuma hartis saja yang punya haters, aku saja punya haters:p. Mungkin ada yang takut kesaingan dengan blog abal-abalku ini, hihi. Biasanya haters memang kebanyakan suudzonnya daripada enggaknya, tetapi kerap yang suka suudzon belum tentu haters juga kan?

Contohnya aku, dulu kerap memandang sebelah mata artis-artis yang sering melakukan suntik untuk merawat kecantikannya. Karena kuanggap mereka menggunakan obat-obatan jadi ketagihan setiap bulan kudu disuntik.

Berbeda ketika melihat Agnes Monica yang kecapaian karena persiapan konser kemudian mendapat pertolongan medis dengan infus di tempat. Terlihat karena memang Agnes butuh banget penanganan medis, jadi terlihat wajar. Padahal aslinya sama, aku yakin infus yang dimasukkan dalam pembuluh venanya bukan cuma infus biasa yang seperti kita lihat di rumah sakit. Kalaupun cuma itu enggak mungkin bisa langsung energik untuk pemulihan tubuhnya. Tetapi ada suplemennya seperti vitamin C. Bedanya medianya yang digunakan berbeda antara infus dan suntik.
Ivan Gunawan, merawat kesehatan kulitnya dengan glutathione
Nah iya, aku memang mau ngomongin tentang infus Vitamin C yang kerap dipakai untuk obat kecantikan, ups. Memang orang menganggapnya obat. Aslinya vitamin C memang kebutuhan tubuh kita yang tidak dapat diproduksi sendiri. Misalnya, pankreas yang bisa mengubah glikogen menjadi glukosa atau sebaliknya apabila kondisinya tidak seimbang. Sedangkan vitamin C benar-benar tidak bisa diproduksi kecuali mendapat asupan dari luar seperti makanan, minuman atau suplemen.

Vitamin C berbeda dengan zat tubuh lainnya, seperti glikogen dan glukosa tadi yang apabila kebanyakan akan bisa menyebabkan penyakit. Si vitamin C ini tidak. Tubuh kita butuh vitamin C banyak, tetapi apabila kebanyakan si vitamin C akan terbuang melalui ekskresi. Lain halnya jika mengkonsumsi vitamin C dalam bentuk makanan, jika kebanyakan memang membahayakan lambung, bisa menyebabkan magh akut. Oleh karenanya sangat aman dengan metode infus yang penggunaannya langsung melalui vena darah tanpa melalui pencernaan.

Lalu apa hubungannya vitamin C dengan perawatan kecantikan?
Vitamin C itu dikenal dengan antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas serta menjaga struktur kolagen dalam kulit kita. Sehingga mempercepat pembentukan sel-sel baru oleh tubuh. Kulit menjadi lebih sehat dan bisa nampak lebih cerah.

Selain vitamin C, yang banyak dipakai para artis itu adalah treatment Glutathione. Sama halnya dengan vitamin C, hanya saja glutathione ini memang sudah dimiliki oleh tubuh kita tetapi jumlahnya sangat sedikit. Tidak seimbang dengan pola hidup kita sehari-hari dan kondisi lingkungan yang ada.

Protein glutathione dalam tubuh berfungsi sebagai bahan dasar pembentuk sel kulit. Semakin bertambah usia jumlah glutathione ini yang tadinya mencukupi menjadi berkurang. Hal ini bisa terlihat dari kulit bayi yang senantiasa sehat, karena kadar glitathionenya seimbang sehingga kulitnya akan nampak mulus dan cerah. Seiring bertambahnya usia, kondisi kulitnya menjadi berubah. Apalagi bagi orang dewasa, usia 20 tahun, kinerja glutathionenya semakin menurun, oleh karena itu kulit butuh asupan glutathione dari luar.
Dinda Kirana, saat treatment kecantikan kulit
Beberapa artis yang menggunakan terapi ini adalah Ivan Gunawan, Dinda Kirana, Narji Cagur, Nisaa Humaira dan beberapa artis lain menggunakan treatment ini. Enggak heran jika kulitnya selalu mulus dan bersih seperti kulit bayi karena mereka sangat memperhatikan asupan gizi kulit mereka.

Saturday, December 06, 2014

Panggilan Sayang Yang Unik

"Jo, buatkan kopi Jo."

Begitulah panggilan sayang suami ketika meminta dibuatkan kopi. Panggilan yang sama juga kualamatkan kepadanya.

Jo, berasal dari kata "Bojo", kalau dalam bahasa jawa artinya suami/istri. Bukan Jo ketika manggil "Bedjo".

Kami menggunakan panggilan sejak awal menikah. Suamiku yang paling susah dibangunin kerap aku mengeluh begini, "bojoku rek." Hingga kebiasaan jadi panggilan kalau lagi sebel. Eh, suamiku malah ngikutin jadi terbiasa manggil Jo untuk percakapan sederhana sehari-harinya.

Kadang sampai kelupaan pas didepan mertua, tetangga atau bareng teman-temannya kebablasan manggil Jo. Pertamanya banyak yang melongo keheranan. Katanya panggilan kami unik. Jika pasangan biasanya akan memanggil Mas atau Dek, aku dan suami yang notabene belum punya anak kok malah panggilannya gak ada mesra-mesranya.

Cuma nyengir saja. Menurut kami inilah panggilan paling mesra. Memang panggilan Jo terdengar kurang hormatnya pada suami. Tapi kami ngerasa enjoy dengan panggilan ini. Kami jadi merasa kayak teman, atau sahabat yang sudah akrab banget.

Gara-gara panggilan ini pernah kami ditegur sama atasan suami ketika kumpul saat acara family gathering kantornya. Karena panggilan Jo dianggap kayak "wadanan" alias olokan kepadaku maupun sebaliknya. Setelah dijelasin kalau Jo itu "Bojo", yang merupakan panggilan sayang, masih tetap menginginkan kami supaya mengubah panggilan yang lebih mesra, seperti Mas, Dek, atau Yank. Hihi tapi gimana ya, udah kebiasaan. Malah jadinya aneh kalau suami gak manggil aku Jo.

Memang sih panggilan Jo itu nggak serta merta. Itu hanya panggilan saat percakapan sederhana. Ketika dalam percakapan serius dengan orang atau cuma berdua, suami keluar wibawanya. Yang tadinya manggil Jo berubah jadi "Dek". So, jika sudah begini aku juga ngikutin irama suami dengan manggil "Mas".

Friday, December 05, 2014

Terapi Pijat Tusuk Jari Abah Ali Mustofa Sidoarjo



Terapi pijat ini termasuk yang dikunjungi bapak, pijat tusuk jari Abah Ali Mustofa di kawasan Bluru Kidul. Jauh sebelum bapak minta antar ke sini, aku sudah dikasih tahu sama seorang teman yang sedang program hamil dengan pijat tusuk jari di sini. Belum sempat ke tempat ini bapak mertuaku ternyata tahu juga tempat terapi ini dari temannya, dan minta diantar ke sini untuk terapi pemulihan sakit stroke-nya.

Waktu itu bulan Ramadhan, kami sudah pindah ke rumah sendiri dan lebih dekat engan mertua. Yang anter 3 orang, suami, kakaknya jadi sopir dan aku penggembira. Berangkatnya menjelang maghrib, sampai-sampai kemaghriban dan buka di tengah jalan.

Walaupun juga menerima program hamil dan kami berniat akan mencoba ikhtiyar di sini, suamiku tetap tidak mau pijat sekalian sama bapak waktu itu. Disamping alasannya mengganggu waktunya mepet karena Ramadhan, aku yakin suamiku gak mau karena yang memiliki niat ke tempat ini adalah bapak, bukan kami. So, walaupun waktu itu suami menjanjikan akan kembali lagi sendiri untuk niatan promil, sampai sekarang belum juga balik.

Saat memasuki area terapi pijat, suasananya seperti padepokan. Area parkirnya luas dan tempat terapinya bersih. Terdapat tiga baris tempat tidur yang berjejer rapi dengan sprei seragam. Sementara dinding-dindingnya beronamen kayu, begitu juga kamar mandinya. Selain lantai bawah, masih ada lantai atas dengan desain serupa. Sepertinya tempat terapi ini akan selalu siap untuk para rombongan yang datang dari jauh. Karena ada beberapa terapis yang dipekerjakan di tempat ini.

Saat pasien datang, langsung disambut dan ditangani oleh karyawannya Abah Ali. Pijatnya kayak di betot-betot dan sambil ditekan-teman dengan satu jari. Kayaknya si sakit. Beberapa kali bapak jejingkatan, begitupun pasien perempuan lain yang sedang terapi. Tapi katanya setelah dipijat badan jadi enteng.

Usai di pijat, pasien langsung diberi jamu. Aslinya jamunya buat umum, bisa ambil sendiri, kalau nggak salah satu gelas nggak sampai 5.000. Sementara untuk biaya langsung masuk kotak amal tergantung pasien.

Ruangannya bersih



Thursday, December 04, 2014

Pertimbangan Sebelum Membeli Mesin Cuci

Akhirnya kami membeli mesin cuci juga setalah mempertimbangkannya selama dua tahun. Hihi lama banget yak. Di awal-awal si suami selalu nawarin buat beli mesin cuci. Aku selalu menolak karena saat itu kami pertama kali pindah kontrak dan belum punya kulkas. Mending beli kulkas, kalau mencuci bisa sambil olahraga. Pikirku.

Sampai pindah ke rumah sendiri, suami masih nawarin buat beli mesin cuci. Naluri perempuan selalu berbeda. Selama aku masih kuat mencuci kenapa harus pakai mesin cuci? Mending uangnya buat beli perhiasan. Hehe

Baru saat hamil aku ngerasain apa yang dirasain suami. Kenapa selama ini dia selalu nawarin buat beli mesin cuci melulu? Melihat suami yang setiap hari nyuci tanpa mau aku bantu rasanya tuh nyesek. Aku gak bisa ngapa-ngapain selain nungguin dia di depan kamar mandi. Dia capek-capek pulang kerja harus nyiram tanaman, ngepel, masak belum tengah malam mencuci. Melihatnya berjibaku seperti ini rasanya sudah mulai butuh mesin cuci. Eh giliran, si suami yang nunda-nunda. Katanya sayang, uangnya buat biaya lahiran.

Duh enggak tega aku, langsung deh aku minta diajak ke toko elekteonik meski pun sambil jalan kayak siput. Nah sebelum membeli aku sudah cari informasi tentang mesin cuci supaya gak bingung milihnya. Apa saja sih pertimbangannya?
  1. Top Load or Front Load?
  2. Mesin cuci bukaan atas atau bukaan depan? Ini yang galau. Kalau kata temen suami yang punya uasaha laundry nyaranin buat beli yang bukaan depan. Menurut informasi di internet emang bukaan depan lebih maksimal. Nyucinya lebih bersih dan lebih kering. Tapi kenapa aku beli yang Top Load alias bukaan atas? Hmm... pertimbangannya sih supaya lebih awet. Hehe. Logikanya kalau tutup atas bermasalah mesin cuci masih bisa dipakai. Emang sih tutup ada sensor yang kalau kebuka mesin gak bisa nyala. Tapi kan bisa diakalin, sementara kalau bukaan depan kalau rusak ya bener-bener gak bisa dipakai. Lagian siapa juga mau beli mesin cuci cepet rusak ya, hehe, pengennya sekali beli buat sumur hidup sih kalau bisa. wkwkwk. Tapi alasan yang lebih rasional, untuk rumah tangga emang cocok yang bukaan atas. Yang enggak nuntut kudu kualitas. Karena pakaian rumah tangga umumnya gak kotor-kotor amat. Paling juga keringat. Kalaupun ada yang kotor membandel enggak ada salahnya sesekali sikat pakai tangan. Yang pasti top load lebih murah deh. Ini yang menurutku bukaan atas lebih favorit lebih banyak pembelinya daripada bukaan depan.



  3. Mesin cuci dua tabung atau satu tabung?
  4. Ini yang awalnya enggak aku tahu perbedaannya. Jadi ternyata mesin cuci itu ada yang bertabung dua dan bertabung satu. Ada yang pengeringnya jadi satu dalam satu tabung, ada juga yang terpisah. Beberapa bulan lalu ada tetangga yang nawarin mesin cuci dua tabungnya mau dijual murah. Karena masih sayang-sayangna sama uang buat ditabung, untung aku tolak. Ternyata mesin cuci dengan satu tabung lebih membantu. Jadi kita nggak perlu repot-repot buat mindahin hasil cucian ke tabung satunya. Pengalaman aku pernah pakai mesin cuci dua tabung punya mertua, hasil cuciannya kudu peras sendiri sebelum dipindah ke pengering. So kadang ada air yang netes-netes ke dalam mesin, jadi mesinnya kadang konslet suka nyetrum gak jelas. Lagipula kalau masih mengandung air spin (mesin pemutar)nya sering gak imbang karena keberatan, spinnya jadi susah buat mutar. Tapi kalau dengan satu tabung, setiap habis nyuci selalu diakhiri dengan spin. Mau itu dalam kondisi mencuci, maupun pembilasan.



  5. Kapasitas mesin cuci
  6. Kalau kapasitas aku milih sesuai kebutuhan yang paling kecil, kebetulan yang paling kecil ukurannya 7kg. Juga menyesuaikan dengan tempat dimana mesin cuci kami letakkan. Sehingga pas dan tidak memenuhi ruangan.



  7. Mesin cuci otomatis atau manual?
  8. Kebanyakan mesin cuci dengan satu tabung memiliki tekhnologi lebih tinggi dengan penggunaan mesin otomatis. Sistem kerjanyapun seperti komputer yang menggunakan memory sehingga dapat merekam perintah kerja. Sehingga sambil mencuci bisa ditinggal buat ngerjain yang lain, mesin cuci akan berjalan sendiri sampai perintah kerjanya selesai. Mulai dari pengisisan air, kapan waktunya membutuhkan air mesin cuci akan mengirimkan perintah membuka kran atau sebaliknya menutup kran ketika tidak membutuhkan air. Jadi memang membutuhkan pompa air otomatis. Kebetulan pompa air di rumah tidak otomatis, dan suami belum sempet benahin. Jadi sementara ketika mencuci aku kudu jaga-jaga nyalakan-matikan kran kalau sewaktu-waktu mesin cuci ngasih signal butuh air.



  9. Budget berapa untuk mesin cuci merk apa?
  10. Sebelum merk yang aku tentuin dulu budget yang aku punya berapa? Kebetulan dari awal sudah sepakat sama suami nggak beli mesin cuci yang lebih dari 2,5 juta. Beli yang standart saja. Kalau sudah nentuin budget, nggak bakalan bingung buat beli mesin cuci merk apa. Tinggal kitanya nggak boleh lapar mata. Harus patuh pada budget yang ditentuin. Prinsipnya memang harga nggak boleh lebih dari budget yang ditentukan. Kalaupun nambah-nambah sedikit gak lebih dari 10% dari budget menurutku masih wajar. Alhamdulillah dengan uang segitu masih lebih buat beli mesin cuci yang sesuai keinginan. Awalnya kepincut buat beli yang tekhnologi korea saja, tetapi karena masih cukup akhirnya beli yang katanya merk terbaik costomer's choice. Merknya apa ya? Rahasia ah, aku nggak dibayar buat review. :D

Sengaja nggak diliatin merknya :p

Program Hamil Dengan Berbhakti Pada Orang Tua

Aw miss my blog. Rasanya sudah banyak debu yang kudu dibersihkan di blog ini. Dari kemarin tiba-tiba kebangun jam 3 dini hari, bedanya kalau kemarin mabok sampai lemas, pagi ini malah kelaparan minta makan. Untung nasi bebek "Purnama" yang semalem dibelikan suami aku makan separoh, jadi gak mubadzir. Ceritanya, semalem emang masih runtutunan mabok, jadi gak bisa makan banyak. Sekarang tinggal lapernya. Abis makan enggak bisa tidur, langsung buka hape dan pengen nulis sambil nunggu subuhan.
sumber: hamiltips.blogspot.com
Hamil setelah 4 tahun menanti emang berjuta rasanya ya. Kadang aku sendiri enggak percaya jika aku sedang hamil. Sering ditanya sama tetangga-tetangga, "periksa dimana?" atau kalau teman-teman yang sedang program hamil, "promil apa?"

Jujur, aku enggak kepikiran buat promil sebelumnya. Istilah promil saja baru terdengar baru-baru ini setelah hamil. Taunya aku, ikhtiyar. Itupun kami lakukan di pertengahan dan cuma sebentar.

Setahun pernikahan bayang-bayang momongan masih belum seberapa dekat, meskipun ada juga rasa berharap. Baru terasanya pas tahun kedua, sejak kami ngontrak rumah sendiri. Kepikiran buat mencoba saran beberapa teman ke beberapa pengobatan alternatif salah satunya di Mojokerto dekat pabrik Ajinomoto. Itu pertama kalinya aku promil dan cuma bertahan di 3 kali kunjungan saja.

Paling susah memang meyakinkan suami buat percaya. Kalau kata orang, keyakinan itu bisa membawa keberhasilan. Padahal pengobatannya juga jauh dari hak syirik. Cuma dipijat dan dikasih racikan jamu yang diseduh sendiri.

Memang sih, saat aku membujuk untuk memulai promil suami seringkali mengingatkan aku, bahwa keyakinan utama hanya kepada Allah. Promil adalah jalah ikhtiyar. Kalaupun promil berhasil yang perlu mendapat syukur hanya Allah, bukan mendewakan promilnya atau orang yang sudah membantu promil, terapis. Misal kebanyak orang-orang yang pijat di tempat ini-itu kemudian hamil, biasanya akan woro-woro kalau pijat tersebut ampuh dan bisa membuat orang cepat hamil. Sekalipun banyak juga berhasil promil menggunakan di kedokteran, mereka cukup sebagai perantaranya saja.

Kondisi suami yang seperti inilah yang juga meruntuhkan kepercayaanku pada program hamil. Lama-lama kegiatan promil ini berhenti sendiri. 

Sampai pada suatu ketika bapak mertua selalu 'ngalem' alias manja pada kami. Apa-apa manggil kami. Mau berobat kesini kesana minta diantar kami. Padahal aku dan suami tinggal lumayan jauh dari rumah mertua. Masih ada kakak dan adik-adik ipar yang dekat dan seatap sana mertua. Apa-apa mintanya sama suamiku.

Dan si bapak mertua kerap minta aku ikut. Padahal posisiku kadang sebagai penggembira saja diperjalanan. Sudah ada suami yang mapah bapak. Paling-paling nyiapin sendal kalau mau turun mobil.

Pengobatan yang dikunjungi bapak macam-macam. Namanya ikhtiyar, segala macam alternatif dicoba, mulai dari pijat, bekham dan beberapa diantaranya termasuk menerima program hamil.

Seringkali aku dan suamiku dipaksa buat nyoba. Tetap saja suami menolak. Alasannya karena tujuan utamanya memang untuk berobat bapak bukan promil. Suami selalu tidak suka jika sudah menyimpang dari tujuan utama. Tetapi kalau sedekar misal pijat masih mau dan dibolehin, tetap memang bukan tujuan promil. Dan sesekali selain pijat di beberapa alternatif itu, kami juga kerap ikut minum jamu yang di suguhin. Mulai jamu beneran, kopi susu kambing, sampai air minun yang sudah didoain. Kami jadi ikut ngerasa sehat ikut nganterin bapak mertua.

Jadi kalau ditanya aku promil apa, aku bingung ngejawabnya. Karena promilnya mencar-mencar saat ikut bapak mertua berobat. Kalau promil kan gak sekali dua kali, kudu rutin, itu kali ya alasan si suami enggak mau nyoba meski dipaksa orang tuanya.

Tapi kalau aku boleh bilang, program hamil yang coba dijalankan suami kepadaku adalah bentuk kebaktian kepada orang tuanya. Diawal-awal emang rasanya terpaksa banget buat ikut nganterin mertua. Rasanya kok nggak adil, masak selalu aku yang disuruh-suruh. Masih ada ipar-ipar yang lain. Tetapi si suami dengan sabar membujuku untuk selalu ikut. Katanya bapak mertua suka sama aku. Seneng kalau aku ikut. Jadi rame. Entah bener atau tidak tapi kadang ngerasa cuma cara suami membujuk aku doang. Lama-lama aku terbiasa dengan tingkah manja bapak mertua yang kadang nyebelin itu. Iya sih, kadang suami juga ngerasa bapaknya nyebelin juga. Tapi aneh, si suami selalu nurutin si bapak.

Memanh, dari sejak aku dijodoh-jodohin sama suami dulu, suami terkenal dengan ketawadhu'annya kepada orang tua. Ini yang membuatku kepincut, hihi. Hal itu yang selalu membuat mertua manjanya ke suami. Jarang sekali membantah sekalipun diluar kehendaknya. Terlepas dilakukan atau tidak perintahnya, itu masalah lain. Yang penting didepan orang tua tidak membantah. Makanya, di keluarga suami terkenal juga yang paling mokong alias bandel, tapi paling sayang dan disayang orang tuanya.

Kalau suami bilang orang tua itu seperti panitia ospek, "point pertama, orang tua selalu benar. Point kedua, jika orang tua salah maka kembali ke point pertama". Orang tua benar atau salah, suami jarang sekali melihatnya ngeyel depan mertua, ngeyelnya pasti di belakang sama aku doang.

Hihi jadi panjang ya. Mungkin ini lebih tepatnya.

"RidhoNya Allah juga ridhonya orang tua"

Karena didalamnya termasuk ridhonya suami ada dalam ridhonya orang tuanya
hal itu yang memposisikan istri harus taat kepada suami

Thursday, November 13, 2014

Fase Menanti Kehamilan

"Kamu kok Belum Hamil?"

Entah jawaban seperti apa yang diharapkan dari si penanya. Memang kondisinya demikian. Adik ipar yang menikahnya baru 2 tahun, anaknya sudah berumur satu tahun. Logikanya memang aku sudah tersalip, bahkan oleh beberapa kawan yang baru saja menikah. Tapi salahnya dimana? Apakah hamil itu seperti Motto GP yang saling balap? Atau seperti antrian di pom bensin, siapa yang lebih dahulu menikah dia akan lebih dulu hamil?

Tidak.

Memang tidak. Hamil bukan semudah membuat kue, dibuat kapan dan bisa jadi seperti kue setelah proses pembuatan kue itu selesai. Tetapi hamil? Ada proses ilahi yang tidak disadari manusia. Itu yang orang bilang karunia. Dan mungkin belum saatnya saja karunia itu diberikan. Sehingga pertanyaan di atas itu hanya bisa dijawab oleh Yang Maha Pemberi Karunia?

Sayangnya tidak semua orang memahami setiap kondisi lawan bicara, maunya kita yang memahaminya. Mungkin bagi sebagian orang itu seperti pertanyaan biasa, tetapi bagi yang 2 tahun, 3 tahun, 7 tahun bahkan 15 tahun menanti momongan bisa menjadi hal sensitif. Saking seringnya pertanyaan tersebut, akan timbul 3 fase dalam diri ketika menghadapi kondisi ini:
  • Fase biasa: pertanyaan tersebut akan nampak biasa sehingga dengan mudah meladeni segala macam pertanyaan yang muncul. Karena pada dasarnya manusia tidak pernah merasa puas dengan sekali jawaban. Akan muncul pertanyaan-pertanyaan lain.
  • Fase sensitif: dimana kondisi mulai jengah dengan segala macam pertanyaan serupa. Kadang jawaban-jawaban yang meluncur justru terkesan sinis. Pada fase ini seringkali timbul lupa diri bahwa yang mereka tanyakan bukan kepada diri ini, melainkan kepada Sang Pemberi Karunia. Jika aku juga meladeninya dengan sinis, bukankah kesinisanku juga kutujukan kepada-Nya? Akan tidak seimbang dengan doa-doa yang aku minta selama ini.
  • Fase kebal: ini yang kusebut fase pasrah. Saking seringnya menerima pertanyaan serupa, pada daun telinga sudah mulai kapalan. Memang aku tidak bisa menemukan jawaban yang benar dari kamus manapun, tetapi setidaknya aku bisa memberikan senyumku, sehingga tak timbul pertanyaan-pertanyaan lainnya. Karena pada fase ini, aku mulai mencoba tidak memusatkan pikiran pada satu hal itu. Bukan karena putus asa, tawakkallah lebih tepatnya. Semua sudah kami serahkan pada Yang Memberi Karunia. 

Feel Free To Follow My Blog