 |
| Selfie dulu sebelum makan |
Aku mulai ketularan suamiku enggak biasa sarapan. Tetapi pas jalan setiap ngelihat gerobak soto bawaannya mau mampir mulu. Kayaknya yang enggak biasa bukan sarapannya tapi masaknya. Ya kali aku masak buat makan sendiri. Hihihi
Termasuk kala itu waktu berangkat ke acara
Bincang Blog di Radio Suara Muslim Surabaya bareng Pakdhe dan Mbak Yuni emang sengaja dipagiin supaya enggak ketoyor-toyor waktu. Alhasil berasa punya waktu lebih untuk mampir sarapan soto. Berhubung Pakdhe sudah memanggil-manggil, panggilan alam dari perutku enggak kugubris. Eh, pucuk dicinta sotopun tiba, usai on air Pakdhe ngajakin (baca: nraktir) ke warung soto Pakdhe. Aku agak curiga jangan-jangan ini warungnya Pakdhe. Tapi, eh bukan sodara-sodara. Hehehe.
 |
| Warung Soto dan Sop Ayam Pak Dhe |
Dari penampakannya, Warung Pakdhe yang terletak di belakang Universitas Widya Mandala Surabaya ini memang besar, bersih dan meja-mejanya tertata rapi. Bukan seperti warung soto biasanya, tak ada penampakan gerobak soto yang khas dengan centelan-centelan ayamnya. Dikondisikan dengan konsep warungnya yang lebih ke sop ayamnya. Jika soto umum lebih pekat dan kuat bumbunya, di Warung Pakde kuah sotonya bening. Oleh karena itu namanya Warung Soto dan Sop Ayam.
Meskipun, sopnya hanya terdiri dari daging ayam tetapi varian menu dari Warung Pakde ini banyak juga lho. Dengan kuah yang sama pengelola hanya mengotak-atik varian menunya dari bagian-bagian daging ayam. Yap, yang membedakan hanyalah isi atau dagingnya. Misal, Sop Dada, Sop Sayap, Sop Leher, Sop Ati Ampela, Sop Kepala, Sop Kulit dan sebagainya. Sehingga pembeli tak perlu mikir rasa, tentu dalam kuah yang sama rasanya juga sama, hanya memilih mau bagian daging ayam yang mana?
Seperti menu yang kami pesan, Pakdhe memesan Soto/sop Biasa, aku pesan Sop Sayap, sementara Mbak Yuni pesan Sop Burit (telur muda). Semua rasanya sama hanya beda dari isi kuahnya.
Kalau dari sisi penjualnya varian menu seperti ini sangat memudahkan dalam sekali masak, tidak ribet, tak banyak bahan dan tenaga terbuang. Tetapi dari segi pembeli, sama saja tak ada pilihan menu lainnya. Sangat membosankan. Dan bisa jadi juga merugikan, karena pembeli tak bisa memesan menu lebih terpentok rasa yang semuanya sama. Mungkin nilai lebihnya pembeli bisa mengatur kadar kolesterol dengan memilih bagian daging yang sesuai dengan anjuran kesehatannya.
Tetapi ada yang kurang sreg ketika abis makan aku ingin buang air kecil. Udah gak tahan karena sejak di Radio nahan pipis di ruang siaran yang ber-AC. Pas masuk kamar mandinya, enggak seperti penampakan warungnya yang bersih. Bahkan sempet aku lihat hewan keciiiil banget yang mungkin enggak kasat mata, karena bergerak di air jadi terlihat olehku. Mirip cacing pita mungkin. Buru-buru deh aku keluar enggak jadi kencing.
 |
| Tanya-tanya dulu sebelum pesan |
 |
| Nasi putih 1000an bonus bawang goreng |
 |
| Pesenenku Sop Sayap Ayam |
Dari penilaianku :
- Kebersihan oke minus kamar mandinya jorok banget. Nilai C aja deh
- Rasa standart dapat nilai B (minus) karena masih enakan soto gerobak.
- Harga lumayan diatas standart dikit dari yang lain mungkin karena tempat.
- Layanan ramah dapat nilai B (plus).