Di dunia maya sedang terjadi fenomena gagal move on. Padahal beberapa waktu terakhir gencar para motivator mendengungkan semangat move on. Apakah ini tanda-tanda kegagalan motivator dalam memotivasi masyarakat? Enggak tanggung-tanggung, fenomena gagal move on ini menjangkiti 100.000 lebih pengguna sosial media facebook. Ataukah masyarakatnya yang justru sudah kebal dengan para motivator sehingga enggan move on? Sebenarnya apa sih yang terjadi?
Kalau diartikan dalam bahasa inggris, move on berarti bangkit. Bisa dimaknakan bangkit dari masalah, atau bangkit dari masa lalu. Misalnya ketika kata move on dikaitkan dengan mantan pacar, bagaimana caranya kita bisa survive meskipun sedang jomblo, bukan malah meratapi nasib dan masih mengharap sang mantan. Ini nih yang termasuk gagal move on.
Tetapi bagaimana jika gagal move dari masa lalu yang manis? Masa kecil yang begitu indah atau pengalaman hidup masa lalu yang sudah tidak terjadi pada masa kini? Yap itulah yang terjadi. Sebuah grup yang menamai dirinya Hits form 80 & 90 berisi orang-orang yang suka mengenang kejadian-kejadian masa lalu yang pernah mereka lalui bersama. Bukan tentang tahun kelahiran, tetapi sekumpulan mereka yang pernah merasakan manisnya hidup pada masa itu.
Jika dibandingkan dengan masa sekarang tentu sangat jauh sekali. Bisa dibilang kehidupan masa lalu masi natural. Dulu belum ada internet apalagi sosial media, sehingga segala permainan pada tahun itu masih tradisional dan seakan sekarang sudah makin ditinggalkan anak-anak. Mereka mencoba flashback bagaimana indahnya kehidupan yang masih alami.
Bukan hanya permainan saja, segala sisi kehidupan coba mereka ulang kembali. Mulai dari artis idola, jajanan yang pernah mereka makan pada masa itu, sampai dengan fenomena pemerintahan pada masa Soeharto.
Yups, mereka yang kini sudah menjadi orang tua, enggak malu untuk mengulang seperti masa kecil mereka. Seperti mandi sambil berenang di bak air, mainan mesin jahit tradional ibu untuk mobil-mobilan, dan masih banyak lagi kejadian yang bikin menggelitik perut para anggotanya.
![]() |
| Mie favorit pada tahun 90-an dijepret dari koleksi House of Sampoerna |
Jika dihitung mundur itu adalah saat dimana aku masih SD, ikut merasakan apa yang mereka rasakan termasuk salah satu jajanan mie instan ini yang pernah aku temui di House of Sampoerna. Jajanan ini menjadi jajanan favorit. Uang saku yang cuma 200 perak kadang bisa untuk beli jajan ini sebanyak 4 bungkus.
Hmm... Adakah yang salah dengan gagal move on seperti ini? Bagaimanapun hidup kita memang pada masa sekarang. Pahit dan manis pada masa lalu memang hanya bisa dikenang, kalaupun bisa diulang tentu rasanya tidak akan sama. Hanya manis dalam kenangan dan pahitpun juga hanya dalam kenangan.
Selamat berkenang-kenang.




















